Liputan6.com, Jakarta - Kobbie Mainoo kembali mempertimbangkan langkah keluar dari Manchester United pada bursa Januari.
Gelandang 20 tahun itu disebut semakin kecewa dengan minimnya kesempatan tampil di bawah Ruben Amorim. Situasi ini memunculkan kembali rencana pinjaman yang pernah ia ajukan pada musim panas lalu.
Advertisement
Mainoo kembali menjadi penonton saat United ditahan West Ham 1-1 di Old Trafford. Ia belum sekali pun menjadi starter di Premier League musim ini dan hanya tampil dalam sembilan laga sebagai pemain pengganti.
Ketidakpastian perannya membuat masa depannya kembali menjadi pembahasan internal klub. Laporan dari The Athletic menyebut ia lebih menyukai opsi pindah ke luar negeri, terlebih Bayern Munich pernah menunjukkan ketertarikan.
Frustrasi Mainoo Memuncak, Pinjaman Jadi Opsi
Minimnya menit bermain menjadi faktor utama di balik keinginan Mainoo untuk mengambil langkah baru.
Ia sudah meminta izin pergi pada musim panas, tetapi klub menolak permintaan tersebut. Kini situasinya kembali terulang setelah ia kembali duduk di bangku cadangan tanpa dimainkan saat United menjamu West Ham.
Laporan The Athletic menggambarkan Mainoo sebagai pemain yang 'sangat frustrasi' dengan kebijakan Amorim. Musim ini, ia baru turun sebagai starter di ajang Carabao Cup melawan Grimsby pada Agustus.
Keputusan akhir bergantung pada prioritas United dalam paruh kedua musim. Klub harus memilih antara mempertahankannya sebagai opsi rotasi atau melepasnya demi menjaga nilai pasar dan memberikan menit bermain reguler di klub lain, seperti yang dilakukan Marcus Rashford awal tahun ini.
Peluang Bermain Tertutup Kombinasi Casemiro-Bruno
Pertandingan terakhir melawan West Ham memperlihatkan betapa sulitnya Mainoo menembus pilihan Amorim.
United membuang peluang naik ke lima besar usai kebobolan pada menit ke-83, tetapi sang pelatih tetap tidak memasukkan Mainoo meski telah menggunakan semua lima pergantian pemain.
Gelandang muda itu baru mencatatkan 171 menit di liga musim ini, semuanya sebagai pemain pengganti. Padahal, ia pernah dianggap sebagai masa depan lini tengah klub setelah debut impresif di bawah Erik ten Hag pada 2023 dan gol penentunya di final FA Cup melawan Manchester City.
Amorim lebih sering mengandalkan duet Casemiro dan Bruno, serta menurunkan Manuel Ugarte ketika Casemiro absen. Pola ini membuat peran Mainoo semakin menyempit dan menurunkan peluangnya tampil secara reguler.