Menhub Bagikan Dampak Bencana Sumatera ke Sarana Transportasi

Menhub Dudy Purwagandhi sebagian besar fasilitas strategis seperti bandara dan pelabuhan sudah bisa digunakan untuk mobilisasi bantuan bencana Sumatera.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 05 Desember 2025, 22:10 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi. (Foto: Liputan6.com/Tira Santia)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyampaikan perkembangan kondisi sarana transportasi di wilayah terdampak bencana di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.

Ia menyebut sebagian besar fasilitas strategis seperti bandara dan pelabuhan masih dapat beroperasi dan melayani kebutuhan masyarakat, termasuk untuk mobilisasi bantuan.

“Dapat saya juga sampaikan bahwa beberapa hari yang lalu kami mengunjungi wilayah Sumatera Utara dan Aceh yang berkaitan dengan kami melihat seberapa besar dampak dari bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Kami mengunjungi wilayah Sumatera Utara yaitu Meninjau Berdarah kemudian juga Pelabuhan dan Jalur Tetapi,” ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (5/12/2025).

Menurut Menhub, fasilitas di Sumatera Utara relatif dalam kondisi baik. Sementara itu di Aceh, bandara dan pelabuhan utama juga masih dapat difungsikan, termasuk untuk distribusi bantuan. Ia menuturkan saat kunjungan ke Lhokseumawe, Bandara Malikussaleh telah digunakan untuk pengiriman logistik. Pelabuhan di kota tersebut pun beroperasi meski akses menuju lokasi masih menunjukkan sisa lumpur pascabencana.

Adapun untuk Sumatera Barat, Menhub menyebut pihaknya belum sempat meninjau langsung. Ia memastikan kunjungan akan dilakukan dalam waktu dekat khususnya untuk melihat kondisi jalur kereta api. Bandara di provinsi tersebut diperkirakan tetap berfungsi normal.

“Kami belum sempat ke Sumatera Barat mungkin dalam waktu dekat kami akan meninjau khususnya untuk melihat nanti pak Dirjen kereta api ya kereta api kita disana nanti akan dilaporkan oleh pak Dirjen kereta api. Karena kalau bandara di Sumatera Barat sepertinya Alhamdulillah masih berfungsi dengan baik gitu,” pungkasnya.

Data Terbaru Korban Bencana di Sumatera: 867 Orang Meninggal, 521 Hilang, 849.193 Mengungsi

Daerah terdampak meliputi Padang Pariaman, Kota Padang, Kabupaten Agam, Pesisir Selatan, Solok, Kota Pariaman, Pasaman Barat, Bukittinggi, serta beberapa kota/kabupaten lain yang juga mengalami banjir, longsor, hingga kerusakan infrastruktur. Banyak rumah warga terendam, akses jalan terputus, dan sejumlah fasilitas publik rusak akibat intensitas hujan ekstrem. Tampak dalam foto, warga memeriksa rumah-rumah yang rusak akibat banjir di Malalak, Sumatera Barat, Indonesia, Kamis, 27 November 2025. (AP Photo/Ade Yuandha)

Korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh mencapai 867 orang. Jumlah ini bertambah 91 dari data Kamis (4/12/2025) masih 776 korban tewas.

"Total di tiga provinsi ini, 867 korban meninggal dunia," jelas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari dalam konferensi pers, Jumat (5/12/2025).

Muhari merinci sebaran korban meninggal dunia tersebut. Di Sumatera Utara, kata dia, tercatat 312 orang meninggal dunia. Kemudian, di Aceh 345 dan Sumatera Barat 210 orang meninggal dunia.

Selain korban meninggal, Muhari menyebut masih ada 521 orang hilang akibat banjir dan longsor di Sumatera. Dari jumlah tersebut, 133 orang tercatat hilang di Sumatera Utara, 174 di Aceh, dan 214 di Sumatera Barat. 

Data Warga Mengungsi

Sementara, di Sumatera Barat, dampak bencana tercatat lebih meluas hingga mencakup 13–14 kabupaten/kota. Tampak dalam foto, rumah-rumah terlihat rusak setelah banjir melanda Malalak, Sumatera Barat, Kamis 27 November 2025. (AP Photo/Ade Yuandha)

Muhari juga melaporkan data terbaru terkait jumlah warga yang mengungsi di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.

Dia menyebut, khusus di Sumatera Utara, jumlah pengungsi mencapai 51.443 jiwa. Sementara di Aceh sebanyak 775.342 dan Sumatera Barat 22.354 jiwa mengungsi.

"Total pengungsi yang terdata di posko 849.193," kata Muhari.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya