Indonesia Jadi Fokus Investasi Transisi Energi Global

Kenaikan ini memperkuat posisi Indonesia sebagai negara prioritas dalam pendanaan internasional untuk transisi energi.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 05 Desember 2025, 14:00 WIB
Rapat koordinasi Just Energy Transition Partnership (JETP) yang dilaksanakan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (5/12/2025). Dok Kemenkoperekonomian

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mengatakan Indonesia menjadi sorotan dunia sebagai salah satu negara utama dalam agenda transisi energi global. Adapun komitmen pendanaan internasional untuk transisi energi di Indonesia terus naik.

Tercatat, pendanaan Just Energy Transition Partnership (JETP) untuk Indonesia kini mencapai USD 21,4 miliar (setara Rp 356 triliun), meningkat dari sebelumnya USD 20 miliar. 

Kenaikan ini memperkuat posisi Indonesia sebagai negara prioritas dalam pendanaan internasional untuk transisi energi.

Dari total komitmen tersebut, USD 11 miliar berasal dari IPG, sementara USD 10 miliar diberikan melalui skema Defence. "Komitmennya USD 20 miliar dan sekarang sudah meningkat menjadi USD 21,4 miliar," ujarnya.

Dia menunjukkan tingginya partisipasi negara-negara mitra internasional dalam rapat koordinasi Just Energy Transition Partnership (JETP) yang dilaksanakan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (5/12/2025).

Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari duta besar negara-negara yang masuk dalam International Partner Group. Perwakilan Uni Eropa dari Glasgow Financial Alliance.

Kemudian dari ASEAN Development Bank, World Bank, dan Geisel Software International dan beberapa duta besar hadir dari EU, dari Inggris, kemudian juga dari Denmark, perwakilan dari pimpinan Just Energy Transition Partnership, yaitu dari Jerman dan Jepang.

Selain itu, kata Airlangga, juga hadir dari Italia. Kemudian juga dari Perancis, dari Kanada, dan UK. Kehadiran delegasi internasional tersebut menunjukkan tingginya minat terhadap potensi investasi energi terbarukan di Indonesia.

 

 

 

 

 

 

 

Indonesia Pasar Strategis

Rapat koordinasi Just Energy Transition Partnership (JETP) yang dilaksanakan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (5/12/2025). Dok Kemenkoperekonomian

Negara-negara anggota International Partner Group (IPG) melihat Indonesia sebagai pasar yang strategis dan memiliki potensi besar dalam pengembangan energi bersih, mulai dari geothermal, tenaga surya, hingga teknologi waste to energy.

"Ini menunjukkan kuatnya kepercayaan internasional terhadap proyek-proyek renewable di Indonesia," ujarnya.

 

 

 

 

 

Proyek yang sudah berjalan

Dari komitmen tersebut, USD 3,1 miliar sudah masuk tahap mobilisasi untuk mendukung berbagai proyek energi bersih. 

Selain itu, USD 5,5 miliar sedang dinegosiasikan untuk proyek-proyek konkret yang meliputi Green Corridor Sulawesi, program dedieselisasi, pengembangan geothermal di Sumatera, hingga inisiatif waste to energy. 

"Beberapa proyek yang sudah ada adalah Green Corridor Sulawesi, program dedieselisasi, kemudian program geothermal di Sumatra, kemudian dengan kombinasi AZEC juga ada proyek Waste to Energy, dan mereka meminta agar pertama prioritisasi daripada solar rooftop," pungkas.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya