Top 3 Berita Bola: Bolak-Balik Ruang Perawatan, Luke Shaw Masih Jadi Bagian Inti Manchester United

Berita apa yang terpopuler pada top 3 kanal bola Liputan6.com dalam 24 jam terakhir?

oleh Achmad Yani YustiawanDiterbitkan 05 Desember 2025, 10:00 WIB
Luke Shaw belum mampu memberikan konsistensi yang diinginkan oleh Erik ten Hag sebagai bek kiri. Hal tersebut yang membawa Tyrell Malacia merapat ke Manchester United. Shaw tampaknya akan kesulitan untuk mengambil alih posisinya mengingat porforma Malacia terus menanjak. (AFP/George Salpigtidis)

Liputan6.com, Jakarta - Kebangkitan Luke Shaw di Manchester United jadi berita terpopuler pada daftar top 3 kanal bola Liputan6.com dalam sehari belakangan.

Shaw adalah pemain dengan bakat besar, namun langkahnya bersama MU kerap diganggu cedera. Tahun 2015 menjadi titik kelam ketika kakinya patah usai menerima tekel keras di Eindhoven, insiden yang membentuk arah kariernya bertahun-tahun kemudian.

Sejak bergabung pada 2014, ia hanya mencatat rata-rata 27 laga per musim Tapi, setelah bertahun-tahun bolak-balik keluar-masuk ruang perawatan, bek kiri berusia 30 tahun itu kini kembali menjadi bagian inti dari Manchester United.

Perjalanan ini tidak datang dengan mudah, bahkan beberapa bulan lalu ia masih berdiri di lorong stadion Bilbao dengan wajah terpuruk dan berkata, “Saya hancur... musim kami benar-benar tidak cukup baik,” dalam sebuah wawancara televisi yang menggambarkan betapa beratnya situasi yang ia jalani.

Keterusterangan Shaw menggambarkan rasa frustrasi seorang pemain yang telah merasakan naik-turun karier lebih sering daripada kebanyakan rekannya.

Simak top 3 berita bola terpopuler di Liputan6.com dalam 24 jam terakhir di halaman berikutnya:


1. Di Balik Kebangkitan Luke Shaw: Mengapa Ia Tetap Penting bagi Manchester United

Selebrasi bek Manchester United, Luke Shaw saat menghadapi Manchester City pada laga Liga Inggris 2022/2023 di Old Trafford Stadium, Manchester (14/1/2023). Luke Shaw hingga kini telah bermain dalam 247 laga di semua ajang sejak didatangkan dari Southampton pada awal musim 2014/2015. Dari jumlah laga tersebut ia telah mencetak 4 gol dan 27 assist. (AFP/Oli Scarff)

Luke Shaw memulai musim ini dengan cara yang berbeda. Setelah bertahun-tahun bolak-balik keluar-masuk ruang perawatan, bek kiri berusia 30 tahun itu kini kembali menjadi bagian inti dari Manchester United.

Perjalanan ini tidak datang dengan mudah, bahkan beberapa bulan lalu ia masih berdiri di lorong stadion Bilbao dengan wajah terpuruk dan berkata, “Saya hancur... musim kami benar-benar tidak cukup baik,” dalam sebuah wawancara televisi yang menggambarkan betapa beratnya situasi yang ia jalani.

Keterusterangan Shaw menggambarkan rasa frustrasi seorang pemain yang telah merasakan naik-turun karier lebih sering daripada kebanyakan rekannya.

Cedera panjang, performa naik turun, dan kritik publik menjadi bagian dari perjalanannya. Namun musim ini ia menunjukkan sesuatu yang berbeda: stabilitas, ketenangan, dan kesiapan untuk kembali menjadi pondasi lini belakang.

Selengkapnya


2. Saat 2 Pemain Darurat Barcelona Menjawab Kebutuhan Taktis dengan Kedewasaan

Selebrasi Robert Lewandowski dan Gerard Martin dalam laga pramusim Daegu vs Barcelona, Senin (4/8/2025). (FC Barcelona Official)

Barcelona kembali menunjukkan ketangguhannya saat menundukkan Atletico Madrid 3-1 pada laga Liga Spanyol tengah pekan, sebuah kemenangan yang tidak hanya menunjukkan kreativitas lini serang, tetapi juga keteguhan sektor pertahanan. Dalam pertandingan tersebut, dua pemain tampil menonjol meski mengemban peran yang tidak biasa di bawah arahan Hansi Flick.

Lanjut Baca:

Sosok yang menjadi pusat perhatian justru bukan Raphinha, Pedri, atau Dani Olmo. Barcelona memetik manfaat besar dari fleksibilitas Eric Garcia dan Gerard Martin, yang mampu menjalankan tugas darurat secara efektif demi menjaga stabilitas permainan tim. Pada saat Ronald Araujo sedang beristirahat dan Frenkie de Jong absen, keduanya menjawab kebutuhan taktis dengan kedewasaan. Selengkapnya

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya