Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menekankan pentingnya kerja sama internasional dalam menghadapi krisis iklim dan bencana alam yang tengah melanda Indonesia
Hal itu disampaikan Puan saat bertemu Ketua Komite Nasional Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat Tiongkok (CPPCC), H.E. Wang Huning, di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (3/12/2025).
Advertisement
"Yang Mulia H.E. Wang Huning, selamat datang di DPR RI. Saya sangat gembira bisa bertemu kembali dengan Yang Mulia, sejak pertemuan kita di Beijing pada bulan Mei tahun lalu. Saya berterima kasih Yang Mulia dapat membalas kunjungan kami tersebut," kata Puan.
"Kunjungan Yang Mulia adalah cermin komitmen Tiongkok untuk terus mengembangkan kerja sama strategis dengan Indonesia. Yakinlah Yang Mulia, bahwa kami di DPR RI juga memiliki komitmen yang sama," sambungnya.
Dalam kesempatan itu, Puan menyampaikan bahwa banjir dan longsor kini menghantam sejumlah wilayah Tanah Air dan negara-negara Asia lainnya. Ia menilai isu perubahan iklim harus menjadi perhatian serius semua negara.
“Bagi Indonesia, krisis iklim sudah pada tahap yang sangat mengkhawatirkan. Banjir dan longsor saat ini melanda berbagai wilayah di Indonesia,” jelas Puan.
Berangkat dari hal tersebut, Puan mengajak seluruh negara memperkuat implementasi komitmen global dalam menghadapi dampak krisis iklim.
“Semua negara perlu lebih serius mengimplementasikan komitmen bersama, sesuai kapasitas masing-masing, agar dampak krisis iklim tidak makin meluas," ujar cucu Bung Karno tersebut.
Penanganan Konflik Geopolitik
Selain isu lingkungan, Puan menyoroti konflik geopolitik yang belum mereda di sejumlah kawasan seperti Timur Tengah, Semenanjung Korea, dan Rusia-Ukraina. Menurutnya, kerja sama internasional menjadi kunci mewujudkan solusi damai.
“Kami yakin solusi damai yang permanen hanya dapat terwujud melalui kerja sama internasional,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, Puan mengapresiasi peran Tiongkok sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB.
Ia menyatakan Indonesia siap meningkatkan kolaborasi dengan Tiongkok untuk menjaga stabilitas global, termasuk terkait perjuangan kemerdekaan Palestina.
"Termasuk untuk menghentikan Genosida di Palestina, dan mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina melalui Solusi Dua Negara," ungkap Puan.
Kerja sama Bilateral Indonesia-Tiongkok
Pertemuan dengan Wang Huning juga membahas hubungan bilateral Indonesia–Tiongkok yang telah memasuki usia 75 tahun. Puan menyebut Tiongkok merupakan mitra strategis dan salah satu mitra dagang terbesar bagi Indonesia.
Pada 2024, total perdagangan kedua negara mencapai USD 147,8 miliar, sementara investasi Tiongkok sebesar USD 8,2 miliar, yang menjadikan Tiongkok investor asing terbesar ketiga bagi Indonesia.
"Berbagai pertemuan telah dilaksanakan, termasuk pertemuan antara pimpinan tertinggi kedua negara. Presiden Prabowo bahkan secara khusus berkunjung ke Beijing untuk memperingati 80 tahun kemenangan rakyat Tiongkok bulan September lalu," tutur Puan.
Untuk memperkuat kerja sama parlemen, Puan mengungkap DPR RI telah membentuk kembali Grup Kerja Sama Bilateral Indonesia–Tiongkok periode 2024–2029 sebagai ruang dialog lintas sektor antara kedua negara.
"Saya berharap Indonesia dan Tiongkok dapat terus membangun dan mengembangkan kerja sama yang konstruktif untuk kemajuan ekonomi dan kesejahteraan kedua negara. Sekaligus turut berkontribusi untuk kemajuan ekonomi negara-negara berkembang atau Global South," kata Puan.Puan menuturkan peluang kerja sama sangat besar di bidang infrastruktur, energi hijau, ekonomi digital, hingga pariwisata.
Selain itu, Puan menekankan pentingnya memperluas pertukaran budaya dan pendidikan, termasuk melalui beasiswa dan people-to-people contact.
“Kami percaya, dengan kolaborasi dan alih teknologi, kita dapat menciptakan nilai tambah tinggi di sektor-sektor strategis tersebut," sebut mantan Menko PMK itu.Puan menutup pertemuan dengan mengapresiasi kunjungan delegasi Tiongkok ke parlemen Indonesia.
Ia berharap hubungan kedua negara terus berkembang dan berkontribusi bagi perdamaian serta kesejahteraan global.
"Yang Mulia, saya sangat berterima kasih atas diskusi yang produktif ini. Saya harap persahabatan Indonesia dan Tiongkok akan selalu terjaga dan semakin erat di masa depan," tutup Puan.