WNI Bunuh Istri di Singapura Terancam Hukuman Mati

Kasus pembunuhan ini terjadi pada Oktober lalu.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 03 Desember 2025, 19:59 WIB
Ilustrasi hukum. (Dok. Tingey Injury Law Firm/Unsplash)

Liputan6.com, Singapura - Seorang pria yang didakwa membunuh istrinya di sebuah kamar hotel di South Bridge Road kembali dibawa ke lokasi kejadian oleh polisi pada Rabu (3/12/2025).

Dikawal empat petugas dan seorang penerjemah, Salehuddin, warga negara Indonesia (WNI), dibawa masuk ke hotel Capri by Fraser China Square, dekat Chinatown Point, sekitar pukul 9.15 pagi.

Sebagian besar area parkir bawah tanah telah dipasangi garis polisi, dengan sejumlah petugas berjaga di lokasi.

Menurut lembar dakwaan seperti dikutip dari The Straits Times, pria berusia 41 tahun itu dituduh membunuh istrinya, Nurdia Rahmah Rery, pada 24 Oktober di Kamar 703, antara pukul 03.00 dan 05.00 waktu setempat.

Petugas menemukan korban terbaring tak bergerak di kamar hotel, setelah Salehuddin menyerahkan diri di Bukit Merah East Neighbourhood Police Centre dan mengaku telah membunuhnya.

Dengan tangan diborgol dan kaki dibelenggu, Salehuddin menundukkan kepala saat turun dari mobil polisi, sebelum dibawa ke lokasi kejadian melalui lift servis.

Media tidak diperbolehkan mengikuti mereka masuk ke dalam hotel. Setelah diperiksa selama dua jam, ia digiring kembali ke mobil polisi pada pukul 11.15 waktu setempat untuk dibawa kembali ke tahanan.

Salehuddin terancam hukuman mati jika terbukti bersalah melakukan pembunuhan.

Sejauh ini, sudah tujuh kasus pembunuhan dilaporkan pada 2025, dan lima di antaranya—termasuk kasus Salehuddin—terjadi pada paruh kedua tahun tersebut.

Pada 15 November, Yeo Tze How, 23 tahun, didakwa atas pembunuhan seorang pria berusia 68 tahun di Laguna Park Condominium di Marine Parade.

Yeo dituduh membunuh pria itu di lobi lift apartemen pada 13 November. Hubungan antara keduanya belum diketahui.

Dua pria didakwa melakukan pembunuhan pada 9 November, setelah seorang pria berusia 56 tahun meninggal akibat perkelahian di Chin Swee Road.

Tan Boon Hui, 58, dan Poh Choon Kiat, 59, diduga menikam pria tersebut hingga tewas saat perkelahian pada 8 November.

Pada 24 September, Koh Ah Hwee, 66, diduga membunuh warga negara Vietnam, Nguyen Phuong Tra, di luar sebuah unit di lantai enam Blok 323 Yishun Central.

Dan pada 15 September, seorang perempuan berusia 43 tahun diduga dibunuh di sebuah unit hunian di Joo Chiat. Seorang pria berusia 40 tahun yang mengenal korban telah melarikan diri ke luar negeri.

Menurut Departemen Statistik Singapura, ada 10 kasus pembunuhan yang dilaporkan pada 2024 — jumlah tersebut merupakan yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya