Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH) sebanyak 22 kali pada 2025. Rekor IHSG itu sebanyak 21 kali pada periode Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dan satu kali pada periode Menkeu Sri Mulyani Indrawati.
Demikian disampaikan Direktur Utama BEI Iman Rachman saat Rapat Kerja Komisi XI DPR RI dengan Otoritas Jasa Keuanhgan (OJK) dan BEI, Rabu (3/12/2025), seperti dikutip dari Antara.
Advertisement
"Indeks kita ternyata mencapai rekor high sepanjang 2025 itu 22 kali. Tapi yang menarik 21 kalinya jaman menteri keuangan baru (Purbaya). Jadi bisa kita bayangkan dampak daripada persepsi investor terhadap ekonomi kita,” kata Iman.
Iman menambahkan, IHSG juga mulai menyentuh level psikologis 8.000 pada periode Menkeu Purbaya. Saat ini, IHSG telah menembus level psikologis 8.600.
“Ibu Sri Mulyani satu kalinya, dan Pak Purbaya 21 kali karena tembus 8.000 jaman beliau. Jadi, kalau kita bicara 8.000 dan setiap dua bulan ini naik terus, sampai kemarin 8.600,” kata Iman.
Ia juga menyoroti mulai menurunnya arus modal keluar (capital outflow) di pasar saham Indonesia saat ini, dibandingkan pada awal 2025.
Data penutupan perdagangan di BEI pada Rabu, 3 Desember 2025. IHSG ditutup di level 8.611,79 atau sepanjang tahun telah menguat 1.531,88 atau 21,64 persen year to date (ytd) dibandingkan di level 7.079,91 pada awal 2025.
Purbaya Yudhi Sadewa dilantik sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati pada 8 September 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto.
Sebelumnya, Purbaya merupakan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) yang menjabat sejak September 2020 hingga September 2025.
Sentimen IHSG Hari Ini 3 Desember 2025
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya menuturkan, IHSG ditutup melemah imbas aksi ambil untung usai sempat menyentuh level intraday tertinggi baru di level 8.669.
Dari mancanegara, pelaku pasar tengah mencermati data Purchasing Managers' Index (PMI) berbagai negara yang dirilis pada Rabu, 3 Desember 2025, di antaranya data ISM Services PMI Amerika Serikat (AS) dan data Services PMI Final di Jerman, Inggris, dan Euro Area periode November 2025.
Kemudian, rilis data S&P Global Services PMI Final Jepang periode November 2025 dan rilis data RatingDog Services PMI China periode November 2025
“Di sisi lain, spekulasi meningkat terkait dengan penurunan suku bunga acuan The Fed pada pekan depan, yang diperkuat oleh spekulasi bahwa penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett dapat dicalonkan sebagai ketua The Fed. Kevin Hassett dikenal mendukung penurunan suku bunga lebih cepat sejalan dengan sikap Presiden AS Donald Trump,” demikian seperti dikutip dari Antara.
Sektor Saham
Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.669,18 dan level terendah 8.591,80. Sebanyak 316 saham melemah sehingga bebani IHSG. Akan tetapi, 328 saham menguat sehingga tahan koreksi IHSG. 160 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.736.755 kali dengan volume perdagangan saham 47,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 21,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.615.
Dari 11 sektor saham, tiga sektor saham melemah. Sektor saham basic terpangkas 0,60%, sektor saahm keuangan terperosok 0,58% dan sektor saham energi susut 0,50%.
Sementara itu, sektor saham teknologi bertambah 1,54% dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham infrastruktur menanjak 1,5%, sektor saham transportasi mendaki 1,26%, sektor saham properti melesat 0,93%. Selanjutnya sektor saham industri bertambah 0,31%, sektor saham consumer nonsiklikal mendaki 0,27%, sektor saham consumer siklikal melesat 1,14%. Kemudian sektor saham kesehatan naik 0,85%.