Korban Banjir Bandang Sumatera Kehilangan Rumah, Pelindo Salurkan Rp 527 Juta

Pelindo menyaluran bantuan kemanusiaan Rp 527 juta untuk masyarakat korban banjir bandang di Sumatera yang kehilangan rumah.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 03 Desember 2025, 20:10 WIB
Pembukaan jalur darat dengan membersihkan jalan yang tertimbun longsor. Tampak foto udara yang diambil menggunakan drone ini menunjukkan wilayah yang terdampak longsor di Bener Meriah, Provinsi Aceh, Rabu 3 Desember 2025. (AP Photo/Syahrul Rizal)

Liputan6.com, Jakarta - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memberikan bantuan kemanusiaan Rp 527 juta, untuk masyarakat korban banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang kehilangan rumah, atau tidak dapat kembali akibat kondisi lingkungan belum aman.

Bantuan disalurkan sejak Senin (1/12/2025) untuk kebutuhan dasar melalui Posko Bantuan Kementerian Perhubungan untuk Sumatera, di Jakarta. Bantuan yang dikirim antara lain berupa selimut, paket sanitasi dan kebersihan yang difokuskan untuk anak-anak dan perempuan, serta berbagai kebutuhan logistik seperti bahan sembako, susu, makanan siap saji dan air minum.

Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono mengatakan, untuk wilayah Sumatera Utara, Pelindo mengoperasikan posko pengungsian serta mendirikan dapur umum di sejumlah titik terdampak bagi warga yang masih bertahan di lokasi bencana.

"Di Aceh dan Sumatera Barat, kami juga telah mengirimkan bantuan kemanusiaan berupa tenda pengungsian berikut terpal, tikar, selimut, pakaian, dan bantuan air bersih," ujarnya, Rabu (3/12/2025).

Arif menjelaskan, nilai bantuan masih akan bertambah seiring penyaluran dari berbagai entitas Pelindo Grup yang saat ini terus berjalan.

"Kami berkomitmen meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana. Pelindo terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan di daerah agar bantuan dapat tersalurkan dengan cepat," imbuhnya.

Sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat dilaporkan terisolasi akibat jalan terputus, jembatan rusak, serta genangan banjir yang belum surut. Pemerintah telah mengerahkan armada udara maupun laut untuk mengirim bantuan ke daerah-daerah yang tidak bisa ditembus kendaraan darat.

 

Dapur MBG Suplai Makanan

Tumpukan material kayu yang terbawa air saat banjir bandang tidak hanya menutup jalan, tetapi juga menimbun rumah dan halaman warga. Tampak dalam foto, warga desa mengarungi banjir di jalan yang tergenang akibat banjir bandang di Desa Tukka, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada 2 Desember 2025. (YT HARIONO/AFP)

Di sisi lain, pemerintah melakukan alih fungsi dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, menjadi dapur umum untuk melayani korban banjir bandang Sumatera.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjabarkan, terdapat ratusan SPPG yang berubah status sementara menjadi dapur umum di tiga wilayah terdampak bencana tersebut.

"Ini ratusan SPPG yang berubah fungsi menjadi dapur untuk pelayanan umum. Di Aceh ada 81 (unit) ya, bertambah dari tadinya 63 (unit) untuk melayani ratusan ribu (korban banjir bandang)," jelasnya di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (3/12/2025).

 

195 Dapur di Sumut dan Sumbar

Sementara, data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 2 Desember 2025, menyebut, secara keseluruhan, korban tewas akibat rangkaian banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera sejak pekan lalu telah mencapai 712 jiwa. Tampak dalam foto, warga berjalan di tengah banjir bandang di Desa Tukka, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada 2 Desember 2025. (YT HARIONO/AFP)

"Kemudian di Sumatera Utara ada 129 (unit dapur umum), melayani juga ratusan ribu penerimaan manfaat. Juga di Sumatera Barat ada 66 (unit)," dia memaparkan.

Kasatgas MBG Polri Nurworo Danang menambahkan, dapur MBG di Aceh, Sumut dan Sumbar saat ini difungsikan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak bencana. Sayangnya, SPPG di Aceh saat ini belum bisa melayani bantuan makanan kepada para korban.

"Saat ini sudah didistribusikan kurang lebih sebanyak 247.861 porsi, baik itu di Aceh, Sumut, maupun Sumbar. Hanya untuk di Aceh saat ini, untuk pelayanan SPPG kami tidak bisa operasional karena kelangkaan bahan-bakunya," ungkapnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya