Liputan6.com, Jakarta - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memberikan bantuan kemanusiaan Rp 527 juta, untuk masyarakat korban banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang kehilangan rumah, atau tidak dapat kembali akibat kondisi lingkungan belum aman.
Bantuan disalurkan sejak Senin (1/12/2025) untuk kebutuhan dasar melalui Posko Bantuan Kementerian Perhubungan untuk Sumatera, di Jakarta. Bantuan yang dikirim antara lain berupa selimut, paket sanitasi dan kebersihan yang difokuskan untuk anak-anak dan perempuan, serta berbagai kebutuhan logistik seperti bahan sembako, susu, makanan siap saji dan air minum.
Advertisement
Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono mengatakan, untuk wilayah Sumatera Utara, Pelindo mengoperasikan posko pengungsian serta mendirikan dapur umum di sejumlah titik terdampak bagi warga yang masih bertahan di lokasi bencana.
"Di Aceh dan Sumatera Barat, kami juga telah mengirimkan bantuan kemanusiaan berupa tenda pengungsian berikut terpal, tikar, selimut, pakaian, dan bantuan air bersih," ujarnya, Rabu (3/12/2025).
Arif menjelaskan, nilai bantuan masih akan bertambah seiring penyaluran dari berbagai entitas Pelindo Grup yang saat ini terus berjalan.
"Kami berkomitmen meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana. Pelindo terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan di daerah agar bantuan dapat tersalurkan dengan cepat," imbuhnya.
Sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat dilaporkan terisolasi akibat jalan terputus, jembatan rusak, serta genangan banjir yang belum surut. Pemerintah telah mengerahkan armada udara maupun laut untuk mengirim bantuan ke daerah-daerah yang tidak bisa ditembus kendaraan darat.
Dapur MBG Suplai Makanan
Di sisi lain, pemerintah melakukan alih fungsi dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, menjadi dapur umum untuk melayani korban banjir bandang Sumatera.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjabarkan, terdapat ratusan SPPG yang berubah status sementara menjadi dapur umum di tiga wilayah terdampak bencana tersebut.
"Ini ratusan SPPG yang berubah fungsi menjadi dapur untuk pelayanan umum. Di Aceh ada 81 (unit) ya, bertambah dari tadinya 63 (unit) untuk melayani ratusan ribu (korban banjir bandang)," jelasnya di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (3/12/2025).
195 Dapur di Sumut dan Sumbar
"Kemudian di Sumatera Utara ada 129 (unit dapur umum), melayani juga ratusan ribu penerimaan manfaat. Juga di Sumatera Barat ada 66 (unit)," dia memaparkan.
Kasatgas MBG Polri Nurworo Danang menambahkan, dapur MBG di Aceh, Sumut dan Sumbar saat ini difungsikan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak bencana. Sayangnya, SPPG di Aceh saat ini belum bisa melayani bantuan makanan kepada para korban.
"Saat ini sudah didistribusikan kurang lebih sebanyak 247.861 porsi, baik itu di Aceh, Sumut, maupun Sumbar. Hanya untuk di Aceh saat ini, untuk pelayanan SPPG kami tidak bisa operasional karena kelangkaan bahan-bakunya," ungkapnya.