Liputan6.com, Jakarta - Hatchback listrik andalan BYD, Dolphin telah melampaui angka penjualan kumulatif satu juta unit. Pencapaian ini, menjadi sesuatu yang penting, dan menjadikan model ini sebagai mobil perkotaan bertenaga baterai yang mencapai angka 1 juta unit dalam waktu yang singkat.
Menurut pernyataan dari Zhang Zhuo, General Manager Divisi Penjualan Ocean Series milik BYD, yang disitat dari Carnewschina, rekor penjualan ini menandai keberhasilan Dolphin sejak debutnya pada Agustus 2021 sebagai model perdana dalam lineup Ocean Series.
Advertisement
Dari sisi produk, varian 2025 dari Dolphin dibekali dengan dua pilihan motor dan baterai. Versi entry-level mengandalkan motor 70 kW (94 hp) dengan baterai LFP 44,928 kWh yang mampu melaju hingga 420 km (CLTC), serta akselerasi 0–50 km/jam dalam 3,9 detik.
Sementara versi tertinggi menawarkan motor 150 kW (201 hp), baterai 60,48 kWh, dan jangkauan hingga 520 km, dengan waktu akselerasi 0–50 km/jam 3,5 detik.
Di dalam kabin, Dolphin dibekali fitur modern seperti panel instrumen digital 5 inci dan layar sentuh tengah, serta tersedia dalam ukuran 10,1 inci atau 12,8 inci tergantung varian. Sistem operasi infotainment memakai platform DiLink. Pada trim tertinggi, tersedia juga fitur charging nirkabel 50 W untuk handphone.
Untuk menunjang kenyamanan dan keselamatan, Dolphin 2025 menggunakan struktur bodi “body-in-white” dengan 78,2 persen baja bertekanan tinggi. Selain itu, fitur bantuan pengemudi canggih (ADAS) dari sistem DiPilot melengkapi varian ini, termasuk adaptive cruise control, rem darurat otomatis, dan lane departure assist.
Pencapaian satu juta unit ini bukan hanya angka semata bagi pasar kendaraan listrik di China. Hal ini menunjukkan bahwa model hatchback, bisa diterima secara luas di segmen mobil kompak, sekaligus menegaskan posisi BYD sebagai pemain utama kendaraan domestik.
Teknologi Charger Megawatt BYD Isi Baterai Cuma 5 Menit
Kecemasan akan pengisian daya (charging anxiety) masih menjadi tembok penghalang terbesar bagi banyak konsumen untuk beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik (EV). Namun, raksasa EV asal Tiongkok, BYD, kini sudah bersiap untuk meruntuhkan tembok tersebut dengan inovasi terbarunya.
BYD dilaporkan sedang merekrut tim ahli untuk memimpin pengembangan dan penerapan sistem pengisian daya super cepat Flash Charging di seluruh Eropa, dimulai dari Inggris.
Teknologi flash charging ini sudah diklaim mampu mencapai kecepatan hingga 1.000 kilowatt (kW), atau setara dengan satu megawatt (MW).
Dilansir insideevs, angka ini sangat fantastis, bahkan dua kali lipat lebih cepat dari supercharger tercepat yang sudah ada di Amerika saat ini.
Kehadiran teknologi revolusioner ini bukan hanya sekadar peningkatan kecil, melainkan lompatan kuantum yang secara fundamental mengubah pengalaman kepemilikan mobil listrik.
Sistem megawatt charging ini adalah bagian dari platform andalan baru BYD, Super e-Platform, yang dirancang dengan arsitektur tegangan tinggi 1.000 volt.
Berkat kombinasi baterai khusus (Flash Charging Battery) dan sistem tegangan tinggi, mobil listrik kompatibel diklaim dapat menambah jarak tempuh signifikan hanya dalam waktu lima menit.
Artinya, waktu pengisian mobil listrik akan setara dengan waktu yang dibutuhkan untuk mengisi penuh tangki bahan bakar pada mobil konvensional.
Target BYD sangat jelas untuk mencapai oil-electric parity (kesetaraan waktu pengisian bahan bakar konvensional dan listrik).