Bencana Sumbar, Wamendagri Koordinasi Percepatan Bantuan Alat Berat dan Damkar di Padang

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengoordinasikan bantuan berupa alat berat dan kendaraan damkar untuk percepatan proses pemulihan pascabencana di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 03 Desember 2025, 06:35 WIB
Wamendagri Bima Arya Sugiarto mengoordinasikan bantuan berupa alat berat dan unit kendaraan damkar untuk percepatan proses pemulihan pascabencana di Kota Padang, Sumatera Barat. (Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengoordinasikan bantuan berupa alat berat dan kendaraan pemadam kebakaran (damkar) untuk percepatan proses pemulihan pascabencana di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

"Saya bersama Pak Wali (Kota Padang Fadly Amran) mengunjungi satu titik yang perlu segera dilakukan pemulihan. Ada kebutuhan untuk pembersihan, membuka kembali akses jalan, perlu alat berat, perlu juga unit-unit Damkar untuk melakukan pembersihan, tadi saya sudah koordinasikan," ujar Wamendagri Bima Arya, melansir Antara, Rabu (3/12/2025).

Dalam keterangannya, Bima menegaskan perlunya gerak cepat untuk memulihkan kondisi wilayah terdampak banjir. Ia menambahkan, kebutuhan unit Damkar dan alat berat menjadi prioritas dalam proses pembersihan maupun pembukaan akses.

Karena itu, dirinya langsung berkoordinasi dengan Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kemendagri.

"Tadi saya telepon langsung Pak Dirjen Adwil, jadi Damkar yang dari daerah sekitar, mungkin dari Jambi, dari Bengkulu, mungkin bisa bergerak ke sini," ucap Bima.

Dia juga menyoroti kebutuhan jangka panjang berupa pembangunan dam sebagai upaya mitigasi bencana dan pelindungan warga di kawasan rawan.

"Karena ini sangat dibutuhkan oleh warga. Dan Pak Wali sudah merencanakan untuk melakukan relokasi. Jadi warga sudah diminta, ya, untuk memahami kondisinya, untuk pindah ke lokasi lebih aman," terang Bima.

 

Ingatkan Pentingnya Pendataan

Proses pencarian anggota Ditreskrimum Polda Riau, Ipda Angga Mufajar yang hilang terseret banjir di Sumbar. (Dok. Istimewa)

Selain itu, Bima menekankan pentingnya pendataan kebutuhan warga secara akurat agar bantuan dapat disalurkan tepat sasaran. Data tersebut akan dikoordinasikan dengan kementerian/lembaga terkait untuk mendukung penyaluran bantuan.

Di lain sisi, Bima mengaku telah memerintahkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) agar melayani masyarakat terdampak yang membutuhkan pencetakan dokumen kependudukan.

"Karena warga pasti membutuhkan itu, KTP, KK, itu kami teruskan untuk jemput bola. Jadi dicetak diantarkan," kata dia.

Bima juga meminta seluruh dinas terkait untuk siaga, terutama Dinas Kesehatan agar tidak terjadi wabah lanjutan pascabencana.

"Pentingnya memastikan ketersediaan obat-obatan bagi masyarakat terdampak memadai," tegas Bima.

Sementara itu, Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan Wamendagri Bima dalam percepatan pemulihan pascabencana.

Dia menilai, dukungan personel seperti Damkar atau alat-alat berat sangat diperlukan untuk pemulihan.

"Karena kita bisa lihat sendiri, ini sudah hari ke-6, namun kita bisa lihat ini pekerjaan, bukan pekerjaan ringan," jelas Fadly.

 

Basarnas Gunakan Jalur Laut dan Udara untuk Distribusi Logistik ke Aceh, Sumut, dan Sumbar

Diketahui, di beberapa wilayah warga mulai panik dan anarkis karena kekurangan pasokan makanan dan kebutuhan pokok. Tampak dalam foto, personel Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) sedang memuat bantuan yang disumbangkan untuk korban banjir bandang di permukiman warga di Banda Aceh, Provinsi Aceh, pada 1 Desember 2025. (Chaideer MAHYUDDIN/AFP)

Sebelumnya, Kepala Basarnas Marsekal TNI Mohammad Syafii menyampaikan bahwa pihaknya mengerahkan berbagai sarana, mulai dari laut hingga udara, untuk menyalurkan bantuan logistik kepada korban banjir dan longsor di Aceh dan Sumatera.

Ia menjelaskan bahwa seluruh armada yang tersedia di Kantor SAR telah digunakan secara maksimal dalam operasi kemanusiaan ini. Kapal-kapal dan berbagai sarana laut dikerahkan untuk menjangkau wilayah yang terisolasi akibat kerusakan akses darat.

"Kemudian untuk jalur-jalur logistik, kita juga menggunakan seluruh sarana yang ada di Kantor SAR berupa kapal-kapal, sarana laut, dan juga kekuatan udara, Badan SAR Nasional juga mengerahkan pesawat yang dari Tanjung Pinang," kata Syafii kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa 2 Desember 2025.

"Kemudian yang dari Jakarta atau dari Bogor, dan juga yang dari Surabaya kita rapatkan ke sana," sambungnya.

Selanjutnya, untuk pencarian korban bencana tersebut pihaknya menggunakan anjing pelacak atau K-9. "Pencarian, karena memang sudah mulai terbuka, kita sudah menggunakan K9 untuk membantu," ujarnya.

Jenderal bintang tiga ini menjelaskan, penggunaan K-9 ini dikarenakan kondisi lokasi yang mempunyai kesulitan pasca banjir dan adanya lumpur.

"Karena kondisi korban, khususnya yang akibat bencana banjir lumpur, tentunya ini mengalami kesulitan tersendiri pada saat lumpur itu ketebalannya tersendiri," jelasnya.

"Kemudian di dalamnya bercampur dengan kayu dan mulai lumpur ini mulai mengering. Sehingga kita membutuhkan salah satunya adalah K-9. Mungkin itu," pungkasnya.

Infografis Hilangnya 4 Kampung Usai Banjir dan Longsor Aceh. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya