Madonna Kritik Keras Donald Trump karena Tiadakan Peringatan Hari AIDS Sedunia

Madonna menyerukan edukasi HIV/AIDS setelah pemerintah AS tidak lagi akui hari peringatannya.

oleh Aisyah Ichsani MaulidaDiterbitkan 02 Desember 2025, 16:19 WIB
Madonna mengkritik tajam Donald Trump setelah pemerintahannya tidak lagi merayakan Hari AIDS Sedunia.(AP Photo)

Liputan6.com, Jakarta - Diva Pop Madonna mengkritik tajam Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump setelah pemerintahannya tidak lagi merayakan Hari AIDS Sedunia. Dalam postingannya di media sosial Instagram, Madonna menganggap langkah itu sebagai tindakan yang salah dan kurang peka terhadap dampak penyakit ini.

Dilansir dari Billboard, Madonna menyampaikan pandangannya pada 1 Desember tepat pada hari yang dirayakan secara internasional untuk meningkatkan kesadaran tentang HIV/AIDS.

“Satu hal adalah memerintahkan agen federal untuk tidak memperingati hari ini, tetapi meminta masyarakat untuk berpura-pura seolah-olah hal itu tidak pernah terjadi adalah hal yang tidak masuk akal, absurd, dan tidak terbayangkan,” ungkap penyanyi yang pernah menjulang dengan hits "Save a Prayer" di Instagramnya, @madonna.

Madonna juga menyinggung pengalaman pribadinya saat kehilangan sahabat dekat karena AIDS ketika masih muda. Ia menyebut bahwa kejadian ini adalah salah satu alasan kuat yang membuatnya peduli dengan masalah ini dan mendorongnya untuk terus bersuara.

Sikap diam pemerintah AS tahun ini merupakan yang pertama kalinya sejak Hari AIDS Sedunia diperkenalkan pada tahun 1988.

Dilansir dari Entertainment, Madonna menganggap bahwa ketidakpedulian pemerintah adalah tindakan berbahaya dan tidak menunjukkan tanggung jawab moral. “Saya akan terus merayakan Hari AIDS Sedunia, dan saya berharap Anda juga akan merayakannya dengan saya,” ujarnya.

 

 


Kebijakan yang Menimbulkan Polemik

Madonna serukan Hari Aids Sedunia lewat postingan instagramnya. (Dok. Instagram/madonna)

Keheningan pemerintah AS tentang Hari AIDS Sedunia berawal dari arahan internal yang diberikan oleh Departemen Luar Negeri. Sebuah email resmi yang meminta pegawai pemerintah untuk tidak mempromosikan Hari AIDS Sedunia melalui media sosial, interaksi media, pidato, atau pesan publik lainnya. Kebijakan ini juga melarang penggunaan dana pemerintah untuk kegiatan yang berkaitan dengan peringatan hari tersebut.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya pengetatan administratif terhadap hari-hari peringatan yang dianggap tidak prioritas. Namun, keputusan tersebut menimbulkan reaksi negatif karena untuk pertama kalinya sejak tahun 1988, pemerintah AS tidak secara resmi mengakui Hari AIDS Sedunia. Kebijakan ini dianggap dapat mengurangi perhatian isu HIV/AIDS di publik dan menghambat usaha untuk mengedukasi masyarakat.

Lanjut Baca:

Dalam postingan lengkapnya, Madonna menunjukkan bahwa banyak orang telah kehilangan orang-orang yang mereka cintai karena penyakit ini. Keputusan pemerintah menjauhkan masyarakat dari kenyataan yang masih terjadi sampai sekarang. “Orang-orang telah kehilangan pasangan, suami, istri, pacar, ibu, anak perempuan, dan anak anak mereka akibat penyakit mematikan ini yang sampai sekarang belum ada obatnya,” tulisnya. Madonna telah menjadi salah satu tokoh publik yang berani menyuarakan isu HIV/AIDS. Ia termasuk selebritis pertama yang berbicara secara terbuka mengenai epidemi ini di tengah stigma dan homofobia yang sangat kuat. Dalam tur perayaan 2023-2024, ia bahkan menambahkan segmen khusus untuk menghormati korban AIDS setiap malam sebagai bentuk dedikasinya dalam memperjuangkan isu ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya