Kemendagri Apresiasi Kinerja Pemda di 2025, Berikan 57 Penghargaan

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah (Pemda) yang dinilai berprestasi sepanjang 2025.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 02 Desember 2025, 05:40 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah (Pemda) yang dinilai berprestasi sepanjang 2025. (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah (Pemda) yang dinilai berprestasi sepanjang 2025. Sebanyak 57 penghargaan diberikan kepada 17 provinsi, 15 kabupaten, dan 16 kota.

Apresiasi ini diberikan oleh Kemendagri dengan menggandeng Tempo Media Group. Menurut Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian kompetisi antarpemerintah daerah penting sebagai pendorong peningkatan kualitas pelayanan publik.

"Saya merasa bergembira pada malam ini karena kembali kita melaksanakan kegiatan pemberian reward kepada pemerintah daerah. Memang ini program sudah berapa tahun, ini dilaksanakan bersama dengan Tempo," kata Tito dalam acara Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah Tahun 2025 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin 1 Desember 2025.

Pemda pemenang dinilai berdasarkan tujuh sektor prioritas, dengan rincian Tata Kelola, Penanggulangan Kemiskinan, Pengendalian Inflasi, Perbaikan Akses Layanan Pendidikan, Penyerapan Tenaga Kerja, Perbaikan Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan, Pengendalian Perubahan Iklim, dan Pertumbuhan Ekonomi.

"Kategori yang dipertandingkan adalah kategori yang memang menjadi domain utama pekerjaan kepala daerah," ucap Tito.

Tito menekankan, penghargaan ini bukan sekedar seremonial, melainkan menjadi alat untuk mendorong peningkatan kinerja daerah dan memperkuat kepercayaan publik kepada Pemda.

"Bapak-Bapak dan Ibu-ibu sekarang dipilih oleh rakyat. Tentu kita juga ingin mendorong, memotivasi rekan-rekanKepala Daerah untuk bisa memenuhi harapan rakyat itu," terang dia.

 

Metode Penilaian

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah (Pemda) yang dinilai berprestasi sepanjang 2025. (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Tito menyebut, penghargaan tahun ini didesain lebih ketat dan terstruktur agar kualitas penilaian semakin objektif. Sehingga, ia mengapresiasi daerah yang terpilih.

"Provinsi itu bertanding melawan 38 provinsi totalnya. Bagi yang menang tingkat kota bapak dan ibu-ibu bertanding melawan 98 kota lainnya. Dan kemudian untuk tingkat kabupaten lebih berat lagi, ada 416 kabupaten yang bertanding," ucap dia.

Ia menambahkan, metode penilaian tahun ini m dianggap paling adil karena menempatkan daerah pada kelompok yang setara berdasarkan kapasitas fiskal masing-masing.

"Cukup fair membaginya yaitu kapasitas fiskal tinggi lawan yang tinggi, sedang lawan yang sedang, rendah yang rendah. Kalau tinggi melawan yang rendah ya yang rendah tidak akan pernah menang-menang," tandas Tito.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PT Tempo Group Arif Zulkifli menjelaskan, Apresiasi Pemerintahan Daerah Tahun 2025 ini menjadi penyelenggaraan yang ketiga sejak pertama kali digelar.

 

Tantangan Penilaian

Arif menyebut tantangan penilaian untuk apresiasi tahun ini menarik karena mayoritas kepala daerah yang dinilai telah menjabat melalui mekanisme Pilkada langsung.

"Umumnya Kepala Daerah yang kita nilai adalah mereka yang sudah dipilih secara demokratis lewat Pilkada langsung. Dan kira-kira sudah setahun, ada yang lebih. Dengan demikian kinerjanya bisa jauh lebih bisa diukur, meskipun baru satu tahun," kata dia.

Arif menyebut, setahun pemerintahan sudah cukup menunjukkan bagaimana kepala daerah menghadapi situasi fiskal yang tidak mudah. Termasuk soal berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat.

"Bagaimana mereka (Pemda) berjibaku, juggling menghadapi tantangan-tantangan tadi," ucap dia.

Arif mengungkapkan, proses penilaian tahun ini tidak lagi melibatkan wawancara seperti tahun sebelumnya. Mekanisme penilaian dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, analisis, kurasi, hingga seleksi final oleh dewan juri sebelum pemenang ditentukan.

"Misalnya, kalau fiskal yang rendah sama fiskal yang tinggi tentu tidak bisa dibandingkan. Nah kita harus bikin kategori fiskal tinggi, menengah, dan rendah. Dengan demikian harus apple to apple," jelas Arif.

infografis 10 Daerah Penghasil Kelapa Sawit Terbesar di Indonesia pada 2021. (Liputan6.com/Tri Yasni).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya