Liputan6.com, Jakarta - Kegiatan Sholawat Kebangsaan dan Walk For Harmony yang digelar Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama di kawasan Masjid Al-Akbar Surabaya memberi dampak ekonomi signifikan bagi pelaku UMKM.
Acara yang berlangsung sejak Jumat, 28 November hingga Minggu, 30 November itu diikuti total 52.500 peserta.
Advertisement
Lonjakan kehadiran peserta membuat transaksi UMKM meningkat. Pedagang makanan, minuman, dan pengemudi transportasi daring mencatat kenaikan pendapatan. Salah satu pelaku food truck bahkan menembus omzet sekitar Rp2 juta dalam sehari. Kehadiran peserta dari luar kota juga meningkatkan permintaan jasa parkir serta dagangan pedagang kaki lima.
Kepala Kantor Kemenag Kota Surabaya, Muhammad Muslim, membenarkan tingginya dampak ekonomi dari kegiatan tersebut.
“Yang namanya orang kumpul banyak itu dampaknya pasti positif. Di sepanjang jalur itu jualan laris semua. Secara ekonomi sangat berdampak pada usaha kecil. Peserta banyak yang belum sarapan, jadi camilan dan minuman langsung habis,” ujar Muslim di Surabaya, Minggu (30/11/2025).
Perkuat Kesadaran Spiritual
Menurut Muslim, tingginya antusiasme masyarakat turut dipengaruhi hadiah besar dari panitia. Banyak warga hadir bersama keluarga dan komunitas sehingga suasana semakin semarak dan potensi transaksi meningkat.
Sholawat Kebangsaan pada 28 November 2025 diikuti 25.000 jemaah, sementara kegiatan Walk For Harmony pada Minggu mencapai 27.500 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, mengatakan kegiatan ini digelar untuk merawat harmoni dan memperkuat kesadaran spiritual masyarakat. Ia mengajak warga untuk memperluas kepedulian sosial melalui instrumen filantropi Islam.
“Kami dari Kemenag merayakan toleransi, kerukunan, kedamaian, dan harmoni. Sekaligus saya mengajak masyarakat, kalau berkelebihan rezeki, mari melaksanakan zakat, infak, sedekah, dan wakaf untuk saudara-saudara kita yang sedang kekurangan,” ujarnya.
Abu menilai besarnya partisipasi masyarakat menunjukkan kuatnya komitmen warga Jawa Timur dalam menjaga harmoni sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.