Wajah Baru Reece James di Chelsea: Bukan Lagi Bek Kanan, Bakal Permanen di Posisi Gelandang?

Reece James tampil luar biasa sebagai gelandang tengah dalam dua laga terakhir Chelsea kontra Barcelona dan Arsenal. Sang kapten menunjukkan kualitas baru, mencatat assist, dan mendapat pujian

oleh Asad ArifinDiterbitkan 01 Desember 2025, 15:45 WIB
Duel Reece James dan Declan Rice dalam laga Liga Inggris antara Chelsea vs Arsenal, Minggu (30/11/2025). (AP Photo/Ian Walton)

Liputan6.com, Jakarta Reece James sedang menjalani periode yang sangat berbeda dalam kariernya, dan hasilnya justru membuat Chelsea menemukan dimensi baru. Dua laga terakhir kontra Barcelona dan Arsenal menunjukkan sesuatu yang tidak biasa: sang kapten tampil luar biasa bukan sebagai bek kanan, melainkan sebagai gelandang tengah.

Eksperimen Enzo Maresca tersebut bukan hanya darurat, tetapi berubah menjadi kejutan positif.

James bermain 82 menit ketika Chelsea menumbangkan Barcelona 3-0. Performa energik, cerdas, dan penuh kontrol membuatnya tampak seperti gelandang alami.

Ketika melawan Arsenal, penampilannya semakin gila. Bermain penuh 90 menit, ia menjadi figur sentral setelah Moises Caicedo mendapat kartu merah pada menit ke-38. Chelsea tetap solid, tetap kompetitif, dan James menjadi porosnya.

Keputusan memainkan sang kapten di lini tengah dipicu absennya Romeo Lavia yang terus diganggu cedera. Namun alih-alih terlihat canggung, Reece justru tampil seperti pemain yang sudah lama mengisi posisi tersebut.

Pergerakannya, tekanan, hingga distribusi bola membuat Chelsea tetap hidup meski kalah jumlah pemain.


Jadi Gelandang Darurat, James Justru Tampil Jadi Pemimpin Baru

Eberechi Eze (Arsenal), kiri, berebut bola dengan Reece James (Chelsea) yang terjatuh dalam laga Premier League antara Chelsea dan Arsenal di London, Inggris, Minggu, 30 November 2025. (AP Photo/Ian Walton)

Dalam duel melawan Arsenal, James dipasang berdampingan dengan Caicedo sementara Enzo Fernandez berada sedikit lebih maju. Komposisi ini berjalan bagus sampai Chelsea kehilangan momentum akibat kartu merah Caicedo.

Meski begitu, James mengambil alih situasi dan membuat The Blues tetap disiplin di lini tengah. Ia membaca permainan dengan berani, memenangi duel fisik, dan menjaga tempo ketika tim mulai tertekan.

Maresca cepat merespons dengan memasukkan Alejandro Garnacho pada jeda pertandingan. Enzo ditarik sedikit ke belakang, berdampingan langsung dengan James.

Kombinasi keduanya membuat Chelsea tidak rapuh meski bermain dengan sepuluh pemain. James tidak hanya menjaga struktur, tetapi juga menjadi titik pemulihan bola yang vital.


Kontribusi Langsung: Assist dan Mental Baja di Stamford Bridge

Kapten Chelsea, Reece James, tampak kecewa setelah timnya ditahan 2-2 Fulham pada laga pekan keempat Premier League di Gtech Community Stadium, London, Minggu (14/9/2025) dini hari WIB. (AFP/HENRY NICHOLLS)

Pada babak kedua, James memberi kontribusi lewat bola mati ketika sepak pojoknya disambar Trevoh Chalobah untuk membuka skor untuk Chelsea. Kontribusi krusial yang menggambarkan kapasitas teknis dan visi permainannya.

Arsenal memang menyamakan kedudukan lewat sundulan Mikel Merino, tetapi Chelsea tetap bertahan meski bermain dengan sepuluh pemain. Semua itu tidak lepas dari ketenangan James di lini tengah yang memanfaatkan fisiknya dengan optimal.

"Dia luar biasa sepanjang laga. Itulah mengapa dia kapten kami. Setiap hari dia bekerja keras dan memimpin dengan memberi contoh. Itu adalah penampilan seorang kapten dan itulah yang kami butuhkan dari semua orang untuk ke depannya," puji Chalobah.

Sumber: BBC, Chelsea


Klasemen Premier League 2025/2026

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya