Berapa Uang yang Dibutuhkan untuk Masuk 10% Orang Terkaya AS? Ini Jawabannya

Ambang uang atau kekayaan untuk masuk kelompok 10 persen orang terkaya di AS naik signifikan dalam lima tahun terakhir, didorong lonjakan harga rumah.

oleh Muhammad IsmailDiterbitkan 02 Desember 2025, 06:00 WIB
Ilustrasi Miliarder atau Orang Terkaya Amerika: Foto: Freepik/Chokniti

Liputan6.com, Jakarta - Lonjakan kekayaan baik dalam bentuk uang tunai, properti maupun aset lainnya kelompok berpenghasilan tinggi di Amerika Serikat (AS) terus naik meski perekonomian menghadapi guncangan sejak 2020. Pandemi Covid-19, inflasi yang sempat menyentuh level tertinggi dalam beberapa dekade, hingga kenaikan biaya pinjaman tidak berhasil menahan laju pertumbuhan pundi-pundi uang golongan kaya.

saat ini, rumah tangga kaya juga tengah menikmati kenaikan nilai aset yang sangat signifikan, terutama dari instrumen yang mereka miliki sejak sebelum krisis, seperti rumah dan saham.

Dikutip dari CNBC, Selasa (2/12/2025), analisa terbaru Visa terhadap data Survei Biro Sensus AS 2024 menunjukkan bahwa ambang batas kekayaan bersih untuk masuk dalam kelompok 10 persen orang AS terkaya melonjak tajam. Pada lima tahun lalu, seseorang hanya membutuhkan kekayaan sekitar USD 1,3 juta, atau sekitar Rp 21,6 miliar (estimasi kurs rupiah Rp 16.665 per USD) untuk masuk ke jajaran ini.

Kini jumlah tersebut meningkat menjadi sekitar USD 1,8 juta, hampir mendekati Rp 30 miliar, salah satu lonjakan tercepat dalam dua dekade terakhir. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya nilai rumah, kendaraan, tabungan, saham, serta sejumlah aset investasi lain yang nilainya tumbuh agresif sejak 2020.

Pada saat yang sama, pendapatan yang diperlukan untuk masuk dalam 10 persen teratas juga meningkat signifikan. Dari kisaran USD 170.000, sekitar Rp 2,8 miliar pada 2020, kini rumah tangga harus memiliki pendapatan sekitar USD 210.000, sekitar hampir Rp 3,5 miliar per tahun agar masuk kategori tersebut.

Sementara itu, pendapatan median di AS pada 2024 hanya berada di angka USD 83.730, sekitar 1,3 miliar, menegaskan semakin lebarnya jurang antara kelas menengah dan kelompok kaya yang menikmati percepatan pertumbuhan aset.

Dominasi Gen X dalam Kelompok Kaya Baru

Ilustrasi miliarder. (Dok: Foto AI)

Dalam laporan yang sama, Visa menyebut terdapat sekitar 12,2 juta rumah tangga di AS yang kini masuk kategori “kaya”, yaitu mereka yang berpendapatan minimal USD 210.000, sekitar Rp 3,5 miliar atau memiliki kekayaan bersih setidaknya USD 1,8 juta, hampir mendekati Rp 30 miliar.

Komposisi kelompok ini didominasi oleh generasi X yang mencapai 57 persen. Posisi mereka sebagai kelompok usia paruh baya membuat mereka berada di puncak masa produktif dan akumulasi kekayaan.

Sebaliknya, generasi baby boomer hanya menyumbang sekitar 12 persen rumah tangga kaya karena banyak dari mereka telah memasuki masa pensiun. Sementara itu, gabungan generasi milenial dan Gen Z menyumbang sekitar 31 persen, sebuah angka yang menunjukkan transformasi demografis menuju kelompok usia yang lebih muda dalam distribusi kekayaan AS.

Kenaikan Nilai Rumah dan Saham sebagai Pendorong Utama

Ilustrasi Nilai Saham dan Nilai Rumah Naik (Foto:Ilustrasi)

Lima tahun terakhir menjadi periode yang sangat menguntungkan bagi mereka yang memiliki aset, terutama rumah dan saham. Harga rumah di AS meningkat pesat karena pasokan yang terbatas, permintaan tinggi, dan suku bunga hipotek yang sempat berada pada titik terendah dalam sejarah hingga 2022, sebelum Federal Reserve menaikkan suku bunga acuannya.

Kenaikan harga rumah ini memberikan lonjakan besar pada nilai kekayaan bersih jutaan rumah tangga, terutama mereka yang telah memiliki properti sejak sebelum pandemi.

Di pasar saham, indeks-indeks utama seperti S&P 500 pulih dengan cepat setelah penurunan tajam pada awal 2020 dan terus mencatat rekor baru hingga tahun-tahun berikutnya.

Stimulus fiskal besar-besaran dari pemerintah federal dan pemulihan cepat aktivitas ekonomi membuat nilai aset keuangan meroket. Kombinasi dari penguatan harga rumah dan pasar saham ini menjadi pendorong utama mengapa kekayaan kelompok 10 persen teratas tumbuh jauh lebih cepat dibandingkan penghasilan.

Pertumbuhan Kekayaan yang Lebih Cepat dari Pendapatan

Ilustrasi Kekayaan. Foto: Freepik

Tren lima tahun terakhir menunjukkan bahwa kekayaan rumah tangga terkaya tumbuh jauh lebih cepat daripada pendapatan mereka. Visa mencatat bahwa dalam kurun hanya lima tahun, ambang kekayaan bersih untuk kelompok 10 persen teratas meningkat sekitar 40 persen. Pertumbuhan ini jauh lebih cepat dibandingkan peningkatan pendapatan yang hanya sekitar setengahnya, yakni sekitar 23 persen.

Lonjakan nilai kekayaan tersebut mencerminkan bagaimana pemulihan ekonomi pascapandemi secara tidak merata memberikan keuntungan, dengan dampak terbesar justru dinikmati oleh rumah tangga yang sebelumnya sudah memiliki portofolio investasi atau properti.

Sementara itu, peningkatan pendapatan rumah tangga biasa tidak cukup cepat untuk mengejar melonjaknya harga rumah dan biaya hidup, yang membuat semakin sedikit orang yang mampu mencapai ambang kekayaan elit tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya