AC Milan: 3 Bintang Kemenangan Rossoneri atas Lazio, Modric Tak Seperti Biasanya

AC Milan mengamankan puncak sementara Serie A berkat kemenangan 1-0 atas Lazio. Rafael Leao, Mike Maignan, dan Davide Bartesaghi tampil gemilang, sementara Luka Modric justru tampil di bawah standar menurut Fabio Capello.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 01 Desember 2025, 11:30 WIB
Luka Modric dari AC Milan melihat rekan setimnya, Adrien Rabiot, berebut bola dengan pemain Lazio, Toma Basic, dalam laga Serie A melawan Lazio di San Siro, Milan, Italia, Sabtu, 29 November 2025. (AP Photo/Antonio Calanni)

Liputan6.com, Jakarta AC Milan kembali menunjukkan karakter kompetitifnya saat menundukkan Lazio 1-0 di San Siro pada laga Serie A akhir pekan kemarin. Kemenangan ini bukan hanya mengantar Rossoneri ke puncak klasemen sementara, tetapi juga menegaskan kontribusi tiga pemain kunci yang naik ke permukaan: Rafael Leao, Mike Maignan, dan Davide Bartesaghi.

Dalam analisis tajamnya, Fabio Capello menilai bahwa performa gemilang AC Milan banyak dipengaruhi aksi Leao dan Maignan yang tampil sebagai penentu kemenangan. Akan tetapi, di balik kemenangan itu, legenda sepak bola Italia tersebut juga menyoroti satu hal yang jarang terjadi: penampilan kurang optimal Luka Modric, yang biasanya menjadi motor pengatur tempo Rossoneri.

Meski demikian, AC Milan dinilai telah menunjukkan progres signifikan di bawah Massimiliano Allegri. Dengan kombinasi pengalaman, talenta muda, serta konsistensi mental, Capello menilai para pemain Rossoneri layak mulai memupuk mimpi meraih Scudetto dan bintang kedua.


Leao–Maignan Menjadi Penentu Kemenangan AC Milan, Modric Tidak Seperti Biasanya

Rafael Leao dari AC Milan merayakan gol dalam laga Serie A melawan Lazio di San Siro, Milan, Italia, Sabtu, 29 November 2025. (AP Photo/Antonio Calanni)

Kemenangan AC Milan atas Lazio ditentukan oleh gol Rafael Leao yang kini menyamai torehan Christian Pulisic, Hakan Calhanoglu, Nico Paz, dan Riccardo Orsolini dalam daftar pencetak gol terbanyak Serie A musim ini. Namun, bagi Capello, kunci kemenangan tidak berhenti di situ.

Dalam kolomnya untuk La Gazzetta dello Sport, Capello menulis, “Lazio menguasai pertandingan selama 20 hingga 25 menit di babak pertama, dan tanpa aksi heroik Maignan, malam itu bisa berjalan berbeda bagi Milan. Saya pikir penyelamatannya atas peluang Gila adalah titik balik pertandingan untuk Milan.”

Ia melanjutkan, “Untuk sekali ini, ada performa ‘manusiawi’ dari fenomena bernama Luka Modric. Ia membuat lebih banyak kesalahan dari biasanya, dan bukan kebetulan jika rekan-rekannya kesulitan merebut bola.”

Meski Modric tidak dalam performa terbaik, Maignan dan Leao mampu menanggung beban permainan. “Modric tampil tenang untuk pertama kalinya, tetapi Maignan dan Leao yang mengatasi semuanya, membawa mereka meraih kemenangan,” tulis Capello.

Menurutnya, dua pemain itu kembali menunjukkan peran penting seperti saat mereka membawa AC Milan meraih Scudetto 2022. “Maignan adalah jaminan. Selalu ada beberapa penyelamatan penting di setiap pertandingan, penyelamatan yang nilainya setara gol para penyerang.”

Lanjut Baca:

Sementara itu, Leao terus berkembang menjadi pemain yang semakin komplet. “Rafa semakin dewasa dan penting. Tiga tembakan ke gawang, satu sundulan bagus, dan satu gol indah lewat permainan satu sentuhan. Ia bukan penyerang tengah, tetapi perannya sebagai striker pertama mulai terlihat lebih mematikan,” tulis Capello.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya