Liputan6.com, Jakarta Ruben Amorim mencoret Patrick Dorgu dari susunan pemain inti Manchester United melawan Crystal Palace pada lanjutan Liga Inggris Minggu (30/11/2025) di Selhurst Park. Amorim mendepaknya setelah bek tersebut tampak mengejek manajernya di media sosial.
Laga itu sendiri akhirnya dimenangkan Setan Merah. MU bangkit dan kembali ke jalur kemenangan setelah comeback 2-1 atas Palace pada Minggu malam tadi.
Advertisement
Awal bulan ini, akun Instagram Dorgu 'menyukai' sebuah unggahan yang mengkritik pemilihan tim dan taktik Amorim, memicu rumor ketegangan di antara keduanya. Unggahan tersebut menampilkan tangkapan layar komentar bertanda X yang menyatakan: "Pelatih mana pun yang menganggap Casemiro dan Bruno Fernandes sebagai poros yang layak adalah pelatih yang tidak serius."
Meskipun tidak ada bukti pasti yang menghubungkan keputusan Amorim dengan perilaku Dorgu di media sosial, pemain internasional Denmark tersebut baru tampil sejak awal dalam dua pertandingan terakhir United - kekalahan 0-1 dari Everton dan hasil imbang 2-2 dengan Tottenham.
Diogo Dalot telah ditugaskan sebagai bek sayap kiri melawan Palace, sementara Amad Diallo beroperasi di sisi kanan di depan tiga bek yang terdiri dari Luke Shaw, Matthijs de Ligt, dan Leny Yoro. Dorgu, di sisi lain, berada di antara para pemain pengganti.
Berbicara kepada TNT Sports pada hari Minggu, Amorim menegaskan bahwa pemilihannya murni berdasarkan performa latihan di Carrington. "Itulah cara Anda berlatih.
"Mereka berlatih dengan sangat baik, yang lainnya juga. Lalu aspek taktisnya. Mason Mount sangat cerdas, memberi kami lebih banyak penguasaan bola. Dia intens, dia bisa mencetak gol, jadi dia adalah satu pemain lagi yang berada di dekat kotak penalti."
Alami Krisis Kepercayaan Diri
Ini menyusul pengakuan Amorim bahwa Dorgu, yang menyia-nyiakan peluang emas untuk menyamakan kedudukan melawan Everton, sedang mengalami krisis kepercayaan diri. "Anda bisa merasakan kecemasan setiap kali Patrick menyentuh bola." "Saya bisa merasakan kecemasannya," ungkap manajer asal Portugal itu.
"Ketika saya melihat Patrick bermain untuk tim nasional, dia mencetak gol hebat melawan Skotlandia dan keputusan yang dia buat di bawah tekanan sangat berbeda dengan keputusan yang dia buat di tim kami. Saya pikir itu keputusannya, dia harus lebih tenang dalam bermain."