Liputan6.com, Jakarta Pertandingan Chelsea vs Arsenal pada pekan ke-13 Premier League 2025/2026 di Stamford Bridge diperkirakan menjadi salah satu laga paling menentukan dalam persaingan gelar musim ini. Duel yang akan berlangsung Minggu, 30 November 2025, pukul 23.30 WIB tersebut mempertemukan dua tim dengan performa kuat, tetapi dengan tekanan berbeda. Arsenal bermodal kepercayaan diri tinggi setelah menjalani pekan yang nyaris sempurna.
Kemenangan 3-1 atas Bayern Munchen di Liga Champions membuat The Gunners menjadi satu-satunya tim dengan rekor 100 persen. Di Premier League, mereka unggul enam poin di puncak klasemen dan tengah membangun momentum kuat. Namun, kekalahan Manchester City dari Newcastle membuat Chelsea kini muncul sebagai pesaing utama Arsenal di papan atas. Kemenangan di Stamford Bridge bisa mempersempit jarak sekaligus mengganggu kestabilan tim tamu.
Advertisement
Dalam situasi krusial tersebut, Mikel Arteta dituntut meramu komposisi terbaik. Kedalaman skuad Arsenal sangat membantu di tengah jadwal padat, tetapi keputusan rotasi tetap menjadi faktor penting. Big matchd ini akan menjadi pembuktian apakah Arsenal mampu menjaga konsistensi permainan mereka di markas lawan kuat.
Chelsea vs Arsenal: Lini Belakang dan Tengah The Gunners
Arteta memiliki kemungkinan besar menurunkan dua kreator utamanya secara bersamaan. Struktur permainan Arsenal sejauh ini menunjukkan fluiditas tinggi, terutama saat menghadapi tim yang agresif seperti Chelsea.
Di lini belakang, David Raya tetap diandalkan sebagai penjaga gawang utama. Meskipun sudah cukup lama tidak mencatat clean sheet, kontribusinya tetap signifikan. Empat bek di depannya besar kemungkinan diisi oleh Jurrien Timber, William Saliba, Piero Hincapie, dan Riccardo Calafiori. Timber tampil stabil sepanjang musim, Saliba tetap menjadi pemimpin di lini belakang, sedangkan Calafiori kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai bek kiri nomor satu setelah tampil apik melawan Bayern.
Lini tengah Arsenal akan kembali dipimpin duet Declan Rice dan Martin Zubimendi. Kerja sama keduanya menjadi poros penting permainan Arteta. Rice bahkan sempat memuji Moises Caicedo dalam konferensi pers jelang pertandingan, mengisyaratkan duel sengit di lapangan tengah. Sementara itu, Martin Odegaard berpeluang tampil sejak awal setelah pekan lalu memulai laga dari bangku cadangan.