Liverpool Terpuruk, Arne Slot Ungkap Alasan Utama Sistem Bermain Tak Bisa Diubah

Arne Slot jelaskan alasan sulit mengubah sistem Liverpool saat jadwal padat dan hasil buruk terus berlanjut.

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 29 November 2025, 12:33 WIB
Para gelandang Liverpool, Curtis Jones, Ryan Gravenberch, dan Alexis Mac Allister, hanya bisa terpaku setelah PSV menambah keunggulan lewat gol keempat, memperberat langkah The Reds di fase awal Liga Champions. (AP Photo/Jon Super)

Liputan6.com, Jakarta Liverpool berada dalam periode paling gelap dalam puluhan tahun, ditandai rangkaian kekalahan yang membuat posisi Arne Slot semakin tertekan. Publik Anfield menyaksikan performa yang merosot cepat hanya beberapa bulan setelah tim meraih pencapaian besar.

Di tengah tekanan tersebut, pertanyaan mengenai fleksibilitas taktik dan kesiapan skuad kembali mencuat. Jadwal padat dan performa yang menurun menjadi bagian dari gambaran besar musim yang bergulir tanpa jeda.

Perbandingan dengan performa klub papan atas lain mulai diperbincangkan, sementara Liverpool menghadapi kondisi internal yang jauh berbeda. Slot kini harus menjawab kritik dengan sumber daya yang tersedia dan waktu yang terbatas.


Slot Tegaskan Perubahan Taktik Sulit Dilakukan

Penyerang Liverpool asal Belanda #18, Cody Gakpo (kiri), pelatih Liverpool asal Belanda, Arne Slot (tengah), dan bek Liverpool asal Inggris #02, Joe Gomez (kanan), berjalan di lapangan pada akhir pertandingan Premier League Inggris antara Manchester City dan Liverpool di Stadion Etihad di Manchester, Inggris barat laut, pada 9 November 2025. (Darren Staples/AFP)

Slot menolak anggapan bahwa perubahan drastis dalam sistem permainan bisa menjadi solusi cepat. Ia mengatakan, “Apakah pertanyaannya saya harus berubah secara drastis?” ketika ditanya soal mengganti struktur tim.

Ia menjelaskan bahwa opsi formasi alternatif tidak mungkin dijalankan. “Jika misalnya Anda ingin sistem lain dengan lima bek, itu bisa menjadi masalah. Saya bahkan tidak punya lima bek,” ujarnya.

Slot menambahkan bahwa situasi jadwal menjadi hambatan besar. “Sistem yang kami mainkan sekarang paling cocok untuk para pemain. Mereka telah memainkan sistem ini hampir sepanjang kariernya dan tidak ada waktu latihan bagi kami,” katanya.


Jadwal Padat Bikin Perubahan Hampir Mustahil

Penyerang Liverpool asal Swedia #09, Alexander Isak (tengah), gelandang Liverpool asal Hongaria #08, Dominik Szoboszlai (kiri), dan penyerang Liverpool asal Mesir #11, Mohamed Salah, menunggu babak kedua dimulai dalam pertandingan Premier League antara Liverpool dan Manchester United di Anfield, Liverpool, Inggris barat laut, pada 19 Oktober 2025. (PETER POWELL/AFP)

Slot menyebut bahwa kondisi saat ini membuat perubahan besar tidak realistis. Ia mengatakan, “Jadi hampir tidak mungkin mengubah seluruh gagasan kami tentang sepak bola jika kami bermain setiap dua hari.”

Ia juga menyinggung faktor penyebab performa buruk tanpa menepis tanggung jawab. “Saya sudah mengatakan ada banyak alasan, dan saya bisa menyebut lima atau enam alasan tambahan, mengapa kami berada dalam performa seperti ini. Tetapi alasan itu tidak akan cukup menutupi hasil yang kami peroleh,” katanya.

Slot mengaitkan situasi Liverpool dengan pengalaman Manchester City musim lalu. “Saya tidak yakin, tetapi Pep mungkin akan mengatakan hal yang sama,” ujarnya saat membahas periode buruk yang dialami City sebelumnya.


Dua Kekalahan Berat Pertegas Masalah Liverpool

Slot menyaksikan kekalahan 1-4 dari PSV yang menyamai rekor kekalahan kandang terbesar Liverpool di Eropa. Hasil itu terjadi hanya empat hari setelah tim tumbang 0-3 dari Nottingham Forest di Anfield.

Rentetan tersebut memperdalam keterpurukan yang terjadi dalam 12 laga terakhir. Rekor sembilan kekalahan memperlihatkan pola performa yang mengkhawatirkan di dua kompetisi berbeda.

Liverpool kini berada di paruh bawah klasemen liga, kondisi yang sangat kontras dibanding enam bulan sebelumnya. Situasi ini menjadi latar tekanan yang membayangi Slot menuju pekan-pekan krusial.

 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya