Liputan6.com, London - Kediaman Perdana Menteri Inggris, Margaret Thatcher, jadi tempat bom surat meledak yang berlokasi di No 10 Downing Street, London. Ia berada di ruang kerjanya saat ledakan terjadi sehingga tidak mengalami luka, tetapi salah satu stafnya terluka dari tempat kejadian pada 30 November 1982.
Bom itu berasal dari sebuah amplop tebal yang dirancang untuk membakar dan berbahan dasar mesiu, tetapi surat itu justru meledak.
Advertisement
Paket yang berupa surat lain ini juga dikirimkan kepada para pemimpin partai politik besar Inggris, termasuk seorang pejabat pemerintah. Mereka adalah Michael Foot (Partai Buruh), Roy Jenkins (SDP), David Steel (Partai Liberal), dan Timothy Raison (Kementerian Dalam Negeri), dilansir dari BBC, Minggu (30/11/2025).
Tetapi empat bom yang akan dikirim ini ditahan sebelum sampai kepada penerimanya, karena sebuah surat telah meledak saat manajer kantor Peter Taylor menangani seluruh paket, yang membakar tangan dan wajahnya.
Ia segera dibawa ke Rumah Sakit Westminster lalu diperbolehkan pulang setelah beberapa jam, dan kini dapat kembali bekerja.
Khawatir adanya Bom Susulan
Margaret yang mengetahui adanya ledakan di kediamannya mengatakan kepada Dewan Rakyat bahwa semua anggota parlemen harus waspada.
Keresahan ini juga sempat mengganggunya karena dapat melukai seluruh orang.
"Bom surat di mana pun sangat meresahkan dan saya khawatir kita semua berisiko terkena serangan," ucapnya dalam sesi tanya jawab Perdana Menteri.
Surat yang dikirim tersebut dari sebuah kelompok bernama "Animal Rights Militia," tetapi kesejahteraan hewan lainnya mengaku belum pernah mendengar tentang kelompok ini.
Pihak kepolisian pun turun tangan untuk menyelidiki bagaimana paket-paket tersebut bisa lolos dari pemeriksaan ketat yang dilakukan pada semua surat dan dikirim ke kediamannya.