Bidan Desa Menembus Batas Bersama BRILink

Melakoni jalan sebagai Agen BRILink bisa jadi peluang emas. Kehadiran agen BRILink bukan hanya memperluas akses layanan keuangan formal di pelosok, tapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi warga desa.

oleh SupriatinDiterbitkan 28 November 2025, 17:27 WIB
Ulfa Utami agen BRILink. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta Jam dinding di ruang tamu menunjukkan pukul 06.00 WITA. Di teras rumah, Ulfa Utami (30) duduk bersila dengan ponsel di tangan. Dia sesekali mengetuk layar dengan wajah serius.

Bukan Instagram atau YouTube yang dibuka Ulfa, melainkan WhatsApp berisi laporan harian BRILink Mobile dari orang tuanya. Foto-foto catatan tangan terpampang di layar. Ada deretan angka, jenis transaksi, dan nominal uang yang keluar masuk. Semua harus dicek, satu per satu. 

Di samping kanan Ulfa, anaknya yang berusia dua tahun bermain sendiri dengan mainan plastik. Suasana masih sunyi, hanya terdengar suara ayam bersahutan dan angin pagi yang masuk lewat jendela.

“Pagi-pagi begini saya harus cocokkan dulu laporan dari bapak, sebelum mulai transaksi baru,” ujar pemilik usaha BRILink ini kepada Liputan6.com, Selasa (25/11/2025).

Ulfa mulai membangun usaha layanan keuangan digital ini sejak 2017. Saat itu, dia masih bekerja sebagai bidan desa di Solor, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penghasilan yang dia kantongi jauh dari cukup. 

“Saya gajian setahun sekali, itu pun cuma Rp 6 juta. Kalau dibagi, ya Rp 500 ribu per bulan,” kenangnya.

Jumlah itu jelas tak bisa menutupi kebutuhan sehari-hari. Dari keterbatasan itulah, dia mulai mencari peluang tambahan. Berbekal koneksi internet dan tekad, Ulfa mencoba layanan internet banking BRI.

Dia mulai dengan membuka jasa pengiriman uang untuk warga sekitar. Awalnya hanya tiga hingga empat orang per hari yang datang, tapi lambat laun jumlahnya meningkat. Kepercayaan mulai tumbuh, dan warga semakin sering datang ke rumahnya untuk berbagai keperluan transaksi.

Untung Belasan Juta per Bulan

Tahun 2018 menjadi titik balik perjalanan Ulfa. Setelah setahun melayani transfer uang lewat internet banking, dia akhirnya bergabung sebagai agen BRILink Mobile.

Layanan yang dulu hanya sebatas pengiriman, mulai meluas ke pembayaran BPJS Kesehatan, asuransi, listrik, cicilan kendaraan, hingga top-up e-wallet dan pulsa. Warga desa pun semakin percaya.

Tak lama berselang, BRI menawarkan mesin Electronic Data Capture (EDC) untuk menambah layanan tarik tunai. Ulfa menerimanya tanpa ragu.

Dengan dua alat andalan di tangan, aplikasi BRILink Mobile dan mesin EDC, jumlah transaksi Ulfa naik tajam. Dari puluhan, melonjak jadi 1.500 transaksi per bulan. 

Setiap transaksi bernilai di bawah Rp 50 juta memberi keuntungan sekitar Rp 10 ribu. Untuk transaksi lebih besar, bisa tembus Rp 20 ribu. Jika sehari bisa melayani 50 transaksi, dalam sebulan Ulfa mengantongi lebih dari Rp 15 juta.

“Lumayan, cukup buat kebutuhan keluarga,” ujarnya sambil tersenyum.

Setelah usahanya lewat BRILink terus tumbuh, Ulfa memutuskan meninggalkan profesinya sebagai bidan desa. Dia merasa jalur wirausaha lebih menjanjikan.

Pada 2020, Ulfa sempat menjajal dunia perbankan sebagai pegawai BRI Solor. Tapi ritme kerja dan tanggung jawab sebagai ibu membuatnya berpikir ulang. Apalagi setelah melahirkan pada 2023, dia memilih kembali pada pilihan awalnya, berwirausaha sembari mengurus anak.

Perbaiki Rumah Orang Tua, Kuliahkan Adik, Lebarkan Sayap Usaha

Usaha BRILink tak hanya mengubah hidup Ulfa, tapi juga keluarganya. Dari keuntungan yang dikumpulkan, sedikit demi sedikit dia membantu memperbaiki ekonomi dan rumah orang tuanya.

“Alhamdulillah, bisa kasih senang orang tua sekarang,” ujarnya pelan. 

Tak hanya itu, Ulfa juga bisa membeli motor, membiayai kuliah adiknya, hingga memulai usaha baru sebagai makeup artist (MUA). Usaha kedua ini mulai dijajaki sejak awal 2025. 

"Uang hasil keuntungan dari BRILink saya pakai juga buat usaha MUA. Modal awal jadi MUA habis Rp 30 juta," ucapnya.  

Kini, dua usaha itu berjalan berdampingan. Di rumah, kedua orang tua Ulfa ikut membantu melayani warga yang datang bertransaksi. Sementara Ulfa lebih banyak berkutat di dunia rias, menangani klien untuk acara pernikahan atau wisuda.

“Kalau ada selisih transaksi BRILink atau uangnya kurang, baru saya yang turun tangan,” katanya.

Solusi Bagi Warga Desa di Solor

Layanan BRILink yang dijalankan Ulfa menjadi solusi nyata bagi warga desa. Salah satunya dirasakan langsung oleh Meylinda (34), yang kerap memanfaatkan layanan ini saat aktivitasnya padat.

“Kalau ke bank harus antre, kadang ATM juga kosong. Tapi lewat Agen BRILink, semua jadi lebih praktis,” ujarnya.

Letak kantor BRI yang jauh, bahkan harus menyeberang pulau untuk sebagian warga, membuat layanan BRILink kian penting. “Di sini hanya ada satu bank, dan letaknya jauh. BRILink benar-benar membantu kami yang tinggal di daerah 3T (tertinggal terdepan dan terluar),” katanya. 

Ulfa tak hanya menghadirkan layanan keuangan, tapi juga harapan dan kemudahan bagi warga pelosok yang selama ini sulit dijangkau layanan perbankan formal.

Agen BRILink di Pedalaman Kalimantan (Istimewa)

Buka Akses Inklusi Keuangan di Pedalaman Kalimantan

Cerita membangun BRILink juga datang dari pedalaman Kalimantan. Habibah bersama suaminya nekat membuka BRILink di Jalan Poros PDC, Muara Wahau, Kutai Timur, pada 2021 lalu.

Kala itu, mereka masih bekerja sebagai karyawan. Habibah di perusahaan sawit, sang suami di toko alat tulis yang juga merangkap sebagai agen BRILink milik kerabat. Namun jarak rumah ke tempat kerja yang jauh perlahan menjadi beban.

Setelah mempertimbangkan matang-matang, keduanya memutuskan untuk mundur dari pekerjaan. Tekad mereka bulat, membuka layanan BRILink sendiri dari rumah.

“Waktu itu suami dapat pesangon dan pinjaman mesin EDC dari bosnya. Itu kami jadikan modal awal buka BRILink,” kisah Habibah.

Hari pertama, hanya tiga warga yang datang. Tak patah semangat, Habibah menyiasatinya dengan menjual kosmetik sambil menunggu transaksi masuk.

Peluang besar datang tak lama kemudian. Para karyawan dari perusahaan sawit mulai berdatangan, terutama saat masa gajian. Mereka ramai-ramai tarik tunai di tempat Habibah. Sejak itu, usaha kecilnya terus berkembang, menjadi titik layanan keuangan yang diandalkan banyak orang.

Empat tahun berjalan, lonjakan transaksi terasa nyata. Habibah pernah melayani tarik tunai hingga lebih dari Rp 200 juta sekali waktu. Untuk transaksi di bawah Rp 5 juta, biaya adminnya Rp 10 ribu. Sementara untuk jumlah besar, bisa sampai Rp 320 ribu.

“Alhamdulillah, sekarang sudah punya enam mesin EDC. Dulu modal pinjaman satu,” ujarnya bangga.

Usaha BRILink yang dibangun bersama suaminya kini menjadi sumber rezeki utama. Habibah bahkan bisa membeli dua mobil, motor, merenovasi tempat usaha, dan sesekali menikmati liburan keluarga. Semua berawal dari keberanian mencoba dan konsisten melayani.

 

Agen BRILink. Foto: BRI

Agen BRILink Tembus 1,2 Juta, Ujung Tombak Inklusi Keuangan BRI

BRI terus mengukuhkan diri sebagai penggerak ekonomi kerakyatan lewat inovasi berbasis sharing economy. Hingga September 2025, tercatat ada 868.954 pengguna aplikasi BRILink Mobile dan 1,2 juta Agen BRILink tersebar di 66.648 desa, mencakup 80% wilayah desa di seluruh Indonesia.  

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi menegaskan, kehadiran agen-agen ini bukan hanya memperluas akses layanan keuangan formal di pelosok, tapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi warga desa.  

“Lewat kemitraan ini, masyarakat tak sekadar menjadi nasabah, tapi juga bagian dari ekosistem ekonomi digital yang memberi manfaat langsung di tingkat lokal,” kata Hery.

Hingga akhir September 2025, Agen BRILink telah memfasilitasi 826 juta transaksi dengan total volume mencapai Rp 1.294 triliun. Capaian ini menegaskan perannya sebagai penggerak utama aktivitas keuangan di akar rumput.  

Selain melayani transaksi harian, Agen BRILink juga menjadi jembatan penting bagi masyarakat untuk mengakses layanan simpanan dan pembiayaan BRI. Lewat layanan referral, agen membantu pembukaan rekening baru seperti Tabungan BSA dan pengajuan pinjaman usaha.  

Selama sembilan bulan di 2025, tercatat 524 ribu referral pinjaman dan referral simpanan senilai Rp 285 miliar. Hery menegaskan bahwa Agen BRILink berperan strategis memperluas akses keuangan formal, terutama di wilayah 3T, mendorong pemerataan ekonomi nasional lewat layanan perbankan yang mudah dijangkau dan relevan bagi masyarakat.

Agen BRILink selalu siaga melayani masyarakat, bahkan saat hari libur sekalipun. Layanannya pun semakin lengkap, mulai dari pembayaran tagihan listrik, air, BPJS, telepon, pembelian pulsa, cicilan, top-up BRIZZI, hingga setoran pinjaman dan layanan referral pembukaan rekening tabungan BSA serta pinjaman.

Kini, Agen BRILink juga melayani penjualan asuransi mikro, tarik tunai dari luar negeri, pembelian voucher, hingga tiket perjalanan seperti bus, shuttle, dan ferry. Dengan berbagai fitur lengkap ini, Agen BRILink menjadi solusi keuangan praktis yang selalu dekat dan mendukung kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Direktur Bisnis Mikro BRI, Akhmad Purwakajaya menegaskan, Agen BRILink adalah bukti nyata komitmen BRI dalam mendorong inklusi keuangan hingga ke pelosok negeri.   

“Lewat para mitra ini, BRI memperluas literasi keuangan, menghadirkan layanan yang mudah dijangkau, dan memperkuat partisipasi ekonomi masyarakat di level grassroot,” ujarnya.  

Sebagai ujung tombak inklusi keuangan, Agen BRILink berperan penting menjangkau masyarakat yang sulit diakses layanan perbankan sekaligus meningkatkan pemahaman keuangan di komunitas lokal.

 

Cara Daftar Agen BRILink

Melakoni jalan sebagai Agen BRILink bisa jadi peluang emas. Tak perlu modal besar, cukup penuhi beberapa syarat sederhana, masyarakat sudah bisa menjalankan layanan keuangan resmi dari BRI.

Dikutip dari laman resmi BRI, siapa pun bisa mendaftar, baik perorangan maupun instansi non-badan hukum. Berikut syaratnya: 

Syarat Menjadi Agen BRILink:

* Warga Negara Indonesia (perorangan) atau instansi non berbadan hukum  

* Memiliki usaha aktif minimal 2 tahun  

* Memiliki rekening simpanan dengan kartu ATM di BRI  

* Menyetor uang jaminan Rp 3.000.000 (khusus untuk agen dengan mesin EDC); dana ini akan diblokir selama menjadi agen  

* Memiliki surat keterangan usaha (minimal dari perangkat desa)  

* Belum menjadi agen bank lain dalam program Laku Pandai  

 

Dokumen yang Harus Disiapkan:

1. Legalitas Usaha (salah satu):  

   - Surat keterangan usaha dari RT/RW atau perangkat desa  

   - SIUP, SITU, TDP (untuk badan usaha)  

   - Akta pendirian & izin usaha lainnya (jika berbadan usaha)  

 

2. Identitas Pemilik:  

   - Fotokopi KTP pemilik/pengurus  

   - Fotokopi NPWP (jika berbadan usaha)  

 

3. Bukti Kepemilikan Rekening:  

   - Buku tabungan atau rekening koran  

 

4. Dokumen Pengajuan:  

   - Formulir pengajuan Agen BRILink  

   - Perjanjian Kerja Sama Agen BRILink  

 

Cara Daftar

Bawa seluruh dokumen ke kantor cabang BRI terdekat dan ajukan permohonan sebagai agen BRILink. Pihak bank akan memverifikasi dan memberi pelatihan jika permohonan disetujui.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya