Merger GoTo-Grab Masih Berjalan, Danantara Sebut Sinyalnya Positif

CEO Danantara memastikan proses merger GoTo-Grab masih berjalan dan menunjukkan sinyal positif.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 27 November 2025, 21:45 WIB
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P Roeslani

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, memastikan proses penggabungan atau merger GoTo-Grab masih terus berjalan. Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

“Masih berjalan itu,” ujar Rosan saat ditanya mengenai perkembangan merger dua raksasa teknologi tersebut, dikutip dari Antara, Kamis (27/11/2025).

Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan final, namun prosesnya terus menunjukkan arah yang positif. “Positif, sinyalnya positif,” tambahnya.

Danantara Indonesia sebelumnya menyampaikan bahwa pihaknya mengikuti arahan pemerintah terkait keterlibatan dalam proses penggabungan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) dan Grab.

Pemerintah disebut memiliki perhatian besar pada kesinambungan ekosistem digital nasional. Oleh karena itu, Danantara menekankan bahwa fokus utama mereka adalah memperkuat hubungan bisnis atau business-to-business (B2B) antara kedua perusahaan.

Proses merger ini turut menjadi perhatian publik karena dianggap dapat mengubah peta persaingan industri teknologi dan layanan daring di Indonesia.

 

Aturan Ojek Daring

Rencana merger GoTo dan Grab. (Ilustrasi by AI)

Danantara menegaskan akan terus meninjau perkembangan kemitraan B2B antara GoTo dan Grab, terutama mengingat peran kedua perusahaan yang besar dalam ekosistem transportasi dan perdagangan digital. Perusahaan juga menyatakan kesiapan untuk mendukung hubungan bisnis keduanya jika proses merger atau integrasi layanan berlanjut.

Sebelumnya, isu penggabungan kedua perusahaan semakin kuat setelah Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkap adanya pembahasan mengenai rencana tersebut. Menurut Prasetyo, diskusi mengenai merger ini juga berkaitan dengan penyusunan rancangan peraturan presiden (perpres) terkait ojek daring.

 

Masih Penjajakan Awal

Prasetyo menjelaskan bahwa rencana penggabungan GoTo dan Grab masih berada dalam tahap penjajakan awal. Bentuk finalnya pun belum ditentukan dan dapat berkembang menjadi merger maupun akuisisi, tergantung hasil pembahasan lanjutan.

Ia menegaskan bahwa Danantara akan ikut terlibat dalam proses tersebut sesuai arahan pemerintah. Keterlibatan ini diharapkan dapat memastikan keputusan yang diambil tetap sejalan dengan kepentingan industri digital nasional dan keberlanjutan pelaku usaha.

Meski belum ada keputusan resmi, proses merger GoTo-Grab kini menjadi salah satu isu strategis yang dipantau publik, mengingat dampaknya yang besar terhadap jutaan pengguna, mitra driver, serta pelaku UMKM yang menggantungkan layanan pada kedua platform tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya