Viral Usai Jalan Depan Ditutup Jadi Lahan Parkir, Kanwil Kemenag Jakarta Beri Penjelasan

Kanwil Kemenag Jakarta menegaskan, area yang menjadi sorotan publik merupakan aset negara milik Kemenag yang sebelumnya terdampak proyek pelebaran Jalan Tol Becakayu.

oleh Rio Ferdinand Muhammad Eka PutraDiterbitkan 27 November 2025, 18:36 WIB
Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Adib saat memberi penjelasan terkait viral penutupan lahan depan kantor jadi lahan parkir. (Liputan6/Rio Ferdinand)

Liputan6.com, Jakarta - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) DKI Jakarta angkat suara terkait viralnya video jalan umum di depan kantor mereka yang disebut dijadikan area parkir hingga bertahun-tahun.

Pihak Kemenag menegaskan bahwa penutupan jalan, terutama pada malam hari, dilakukan demi menjaga keamanan aset negara selama proses pembangunan fasilitas parkir pengganti.

"Penutupan malam hari itu karena banyak kendaraan kami yang masih disimpan di luar. Itu murni untuk keamanan aset. Sekarang semuanya sudah bisa masuk ke area dalam, sehingga akses bisa dibuka penuh,” ujar Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Adib, di Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Kamis (27/11/2025).

Adib menjelaskan bahwa area yang menjadi sorotan publik merupakan aset negara milik Kemenag yang sebelumnya terdampak proyek pelebaran Jalan Tol Becakayu.

"Sebelumnya, lahan itu memang lahan Kanwil Kemenag DKI Jakarta. Area parkir kami terkena perluasan Tol Becakayu. Karena itu, kami bersama PUPR menyiapkan bangunan pengganti di belakang, tetapi prosesnya memang cukup panjang karena ada beberapa bangunan yang harus dibongkar terlebih dahulu,” jelasnya.

Dia menyampaikan bahwa pembangunan parkir pengganti masih berjalan. Namun sejak akhir Oktober 2025, area parkir baru sudah berfungsi sehingga seluruh kendaraan operasional telah dipindahkan.

"Karena lahan parkir di belakang sudah siap, parkir yang sebelumnya berada di depan sudah kami pindahkan seluruhnya. Itu sebabnya akses jalan sekarang bisa dibuka kembali,” ujar Adib.

 

Penutupan Malam Hari Demi Keamanan

Jalan depan kanwil DKI ditutup untuk parkiran. (Liputan6.com/Rio Ferdinand)

Menanggapi pemberitaan soal penutupan jalan, Adib kembali menegaskan bahwa kebijakan itu bukan untuk kepentingan sepihak.

“Penutupan malam hari itu karena banyak kendaraan kami yang masih disimpan di luar. Itu murni untuk keamanan aset,” tegasnya.

Kemenag mengatakan penutupan dilakukan selama proses pembangunan fasilitas pengganti berlangsung, dan kini kondisi telah berubah.

Menurut Kemenag, KKDM PUPR juga telah bersurat agar pagar pembatas dibongkar untuk mengembalikan fungsi jalan sebagai akses publik.

“Kami juga mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Faktanya, proses pembangunan fasilitas pengganti memang memerlukan waktu, dan pembangunan tersebut bukan dilakukan oleh kami, melainkan oleh PUPR. Namun komitmen kami jelas, lahan itu kami relakan untuk kepentingan publik,” papar Adib.

 

Dishub: Akses Ditutup Sementara karena Ketiadaan Lahan Parkir

Dedi Suparman dari Dinas Perhubungan Jakarta Timur membenarkan bahwa penutupan sementara diperlukan agar Kemenag memiliki ruang parkir aman selama pembangunan.

“Ada kesepakatan terkait pergantian lahan yang memang belum diselesaikan oleh KKDM. Karena itu akses ditutup sementara sambil menunggu pembangunan di belakang selesai,” ungkapnya.

“Kalau proyek di belakang dikerjakan dan jalan depan tetap dibuka, tidak memungkinkan karena lahan parkirnya tidak ada. Tapi sekarang sudah selesai, Insya Allah akses bisa dibuka hari ini,” tambah Dedi.

Lurah Cipinang Cempedak, Rico Eka Putra, menyampaikan apresiasi atas proses penyelesaian masalah ini.

“Mediasi berjalan baik. Para pihak dengan kelapangan hati dan kepala dingin bisa memberikan solusi terbaik bagi warga,” ucap Rico.

Dengan pagar seng yang kini dibuka lebih lebar dan kendaraan telah direlokasi, Kemenag menyatakan akses jalan akan kembali difungsikan sebagai jalur publik. Namun, beberapa titik masih dibenahi sebelum kendaraan roda empat dapat melintas penuh.

Kanwil berharap pembukaan ini dapat mengembalikan kelancaran mobilitas warga tanpa mengganggu pelayanan publik.

Infografis Kualitas Udara di Jakarta Tidak Sehat. (Liputan6.com/Triyasni)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya