Kurs Dolar Melemah, Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat 28 Poin

rupiah ditutup menguat 28 poin sebelumnya menguat 30 poin di level Rp 16.636 dari penutupan sebelumnya. Kurs dolar melemah karena suksesi Ketua Fed.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 27 November 2025, 17:40 WIB
Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar, selalu mengalami perubahan setiap saat terkadang melemah terkadang juga dapat menguat.

Liputan6.com, Jakarta - Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi, mencatat kurs dolar kembali terpuruk pada hari ini. Mata uang rupiah ditutup menguat di level Rp 16.636 pada perdagangan Kamis (27/11/2025). 

"Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup menguat 28 poin sebelumnya sempat menguat 30 poin di level Rp 16.636 dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.664," kata Ibrahim dalam keterangannya.

Adapun faktor penguatan rupiah ini dipengaruhi oleh suksesi Ketua Fed Menjadi Fokus Bloomberg melaporkan minggu ini bahwa Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, Kevin Hassett, dipandang sebagai kandidat terdepan untuk menjadi Ketua Fed berikutnya, menggantikan Powell setelah masa jabatannya berakhir pada Mei 2026.

Hassett dipandang sebagai sekutu dekat Presiden Donald Trump, dan secara luas diperkirakan akan melaksanakan tuntutan presiden untuk menurunkan suku bunga secara drastis, bahkan lebih dari Powell.

Faktor lainnya, Trump telah menyerukan penurunan suku bunga yang jauh lebih besar untuk mendorong perekonomian AS, meskipun The Fed sebagian besar menolak seruannya untuk berhati-hati atas inflasi yang stagnan.

"Namun, beberapa pejabat The Fed mengatakan dalam seminggu terakhir bahwa pemotongan suku bunga untuk mendukung pasar tenaga kerja lebih diutamakan daripada inflasi yang stagnan, dan bahwa tekanan harga juga kemungkinan akan mereda dalam beberapa bulan mendatang," ujarnya.

 

Faktor Lainnya

Teller menunjukkan mata uang rupiah di penukaran uang di Jakarta, Rabu (10/7/2019). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di perdagangan pasar spot hari ini di angka Rp 14.125. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Selain itu, gejolak pasar properti terjadi setelah serangkaian data ekonomi Tiongkok yang menunjukkan hasil yang cukup baik dalam beberapa bulan terakhir. Tiongkok sedang mempertimbangkan stimulus lebih lanjut untuk pasar properti, di tengah penurunan sektor ini setidaknya selama empat tahun. Beijing juga terlihat mempertimbangkan lebih banyak subsidi konsumen dan langkah-langkah lain untuk meningkatkan belanja.

Sementara itu, AS terus melanjutkan rencana perdamaian Rusia-Ukraina, dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy telah mengisyaratkan kesiapan untuk memajukan kerangka kerja yang didukung AS.

Utusan AS Steve Witkoff dijadwalkan berkunjung ke Moskow minggu depan untuk membahas rencana tersebut, sebuah langkah yang telah meningkatkan kemungkinan gencatan senjata atau kesepakatan yang dapat melonggarkan beberapa kendala Barat terhadap ekspor energi Rusia.

 

Faktor Internal

Karyawan menunjukkan uang dolar AS dan rupiah di Jakarta, Rabu (30/12/2020). Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 80 poin atau 0,57 persen ke level Rp 14.050 per dolar AS. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sementara itu, faktor dalam negeri yang mempengaruhi penguatan rupiah yakni, Pemerintah melelaui Menko Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025.

Proyeksi Airlangga sedikit berbeda dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang memperkirakan ekonomi di akhir tahun mencapai 5,7%. Pertumbuhan ekonomi kuartal IV bisa di atas 5%, persisnya berada di rentang 5,4-5,6%. Pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 akan diumumkan pada Februari 2026.

"Oleh karena itu, pemerintah berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi di sisa tahun ini. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai stimulus, baik bantuan langsung tunai (BLT) maupun terkait dengan program-program yang diakselerasi termasuk bantuan beras, bantuan minyak goreng," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya