Liputan6.com, Jakarta Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan ruas jalan di samping Gerbang Tol Pisangan, Jakarta Timur, ditutup menggunakan pagar seng. Jalan ini dialihfungsikan menjadi lahan parkir mobil milik Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) DKI Jakarta.
Video itu menyita perhatian publik lantaran jalan sepanjang sekitar 400 meter itu sejatinya merupakan akses penghubung Kampung Melayu, Cempaka Putih, hingga Rawamangun.
Advertisement
Video pertama kali diunggah oleh akun TikTok @ijoeel pada Rabu (26/11/2025). Dalam rekaman tampak jalan tertutup sepenuhnya dan area di balik pagar dipenuhi kendaraan. Situasi itu, menurut warga, telah berlangsung bertahun-tahun tanpa penjelasan yang jelas dari pihak terkait.
Jurnalis liputan6.com melakukan pantauan langsung di Jalan Gerbang Tol Pisangan pada Kamis (27/11/2025) sekitar pukul 11.27 WIB. Pagar seng yang sebelumnya menutup akses jalan tampak telah dibuka lebih lebar. Kondisi ini berbeda dari video viral yang memperlihatkan akses tertutup rapat.
Di lokasi itu juga terlihat sejumlah petugas Satpol PP, Dishub DKI Jakarta, serta petugas Kelurahan Cipinang Cempedak yang melakukan pemantauan bersama.
Namun baru kendaraan roda dua yang bisa melintas. Akses mobil belum dapat digunakan karena masih terdapat beton pembatas di ujung jalan, tepat di seberang Halte Transjakarta Cipinang Kebon Nanas 2.
Sang pengunggah video yang juga warga sekitar, Ijoeel mengaku sudah lama mengetahui penutupan jalan tersebut. Menurutnya, tidak ada penjelasan memadai mengapa jalur umum itu dialihkan menjadi area parkir.
“Ini saya juga sudah tahu sejak lama, warga sekitar udah bingung juga kenapa ditutup,” ujar Ijoeel saat diwawancarai Liputan6.com di Jakarta Timur, Kamis (27/11/2025).
Dia mengatakan, ruas lahan yang ditutup itu biasanya dipenuhi kendaraan berpelat merah dan mobil pribadi milik Kanwil Kemenag DKI Jakarta.
“Pelat merah dan pelat sipil, apalagi pas ada acara, Itu full parkiran sampe ujung yang enggak ditutup seng, sampai kecamatan,” katanya.
Awal Mula Penutupan Jalan
Ijoeel masih ingat betul. Penutupan akses tersebut sudah berlangsung sejak bersamaan dengan selesainya proyek Jalan Tol Becakayu. Sejak periode Asian Games 2018. Setelah itu, jalan ditutup dan digunakan untuk parkiran kendaraan milik Kanwil Kemenag DKI Jakarta.
Kanwil Kemenag DKI Jakarta sebelumnya menyampaikan pernyataan resmi yang menegaskan area itu merupakan lahan milik Kemenag yang sebelumnya direlakan untuk proyek pelebaran Tol Becakayu. Selama masa transisi proyek Kementerian PUPR, lahan itu disebutkan digunakan untuk kepentingan publik, dan Kemenag memperoleh fasilitas parkir baru di bagian belakang kantor sebagai penggantinya.
Ijoeel menilai klarifikasi yang diberikan Kanwil Kemenag belum sepenuhnya menggambarkan fakta yang terjadi.
“Padahal sebelah-sebelah nya nurut semenjak awal pembangunan jalan itu, artian tidak menutup jalan untuk parkir atau kepentingan sepihak,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait untuk turun tangan menyelesaikan permasalahan.
“Butuh tindakan dari Pemda, Kanwil Kemenag DKI, dan instansi terkait lainnya, supaya tidak dinormalisir hal-hal seperi ini,” ujarnya.
Warga Minta Jalan Dikembalikan ke Fungsi Semula
Warga berharap fasilitas umum dikembalikan sesuai fungsinya. Sehingga tidak merugikan publik.
“Mengambilkan jalan umum sesuai fungsi nya. Dan memperhitungkan atau berkoordinasi dengan pihak manapun, supaya tidak menutup jalan untuk parkiran,” tutupnya.
Penjelasan Kanwil Kemenag DKI Jakarta
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa lahan yang menjadi sorotan publik terkait akses jalan di depan kantor merupakan lahan milik Kemenag DKI Jakarta yang telah direlakan untuk proyek perluasan Jalan Tol Becakayu.
Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta Adib menjelaskan bahwa kawasan tersebut sebelumnya merupakan area parkir resmi milik Kemenag. Seiring proyek pelebaran jalan oleh Kementerian PUPR, lahan tersebut digunakan untuk kepentingan publik dan Kemenag memperoleh bangunan pengganti melalui pembangunan fasilitas parkir baru di bagian belakang kantor.
“Sebelumnya, lahan itu memang lahan Kanwil Kemenag DKI Jakarta. Area parkir kami terkena perluasan Tol Becakayu. Karena itu, kami bersama PUPR menyiapkan bangunan pengganti di belakang, tetapi prosesnya memang cukup panjang karena ada beberapa bangunan yang harus dibongkar terlebih dahulu,” jelas Kepala Kanwil. Dilansir dari laman resminya, Kamis (27/11/2025).
Dia menambahkan bahwa pembangunan fasilitas pengganti masih berlangsung. Meski demikian, area parkir baru di belakang kantor sudah dapat digunakan sejak akhir Oktober 2025. Dengan demikian, seluruh kendaraan operasional Kemenag kini dipindahkan ke area tersebut.
“Karena lahan parkir di belakang sudah siap, parkir yang sebelumnya berada di depan sudah kami pindahkan seluruhnya. Itu sebabnya akses jalan sekarang bisa dibuka kembali,” ujarnya.
Terkait viralnya pemberitaan mengenai penutupan jalan pada malam hari, pihak Kemenag menegaskan bahwa langkah tersebut dilakukan semata-mata untuk menjaga keamanan aset negara selama proses pembangunan berlangsung.
“Penutupan malam hari itu karena banyak kendaraan kami yang masih disimpan di luar. Itu murni untuk keamanan aset. Sekarang semuanya sudah bisa masuk ke area dalam, sehingga akses bisa dibuka penuh,” katanya.