3 Orang Ditangkap Buntut Kebakaran Hebat di Hong Kong yang Tewaskan 44 Orang

Siapa saja tiga orang yang ditangkap tersebut?

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 27 November 2025, 09:24 WIB
Para petugas pemadam berusaha memadamkan kebakaran yang terjadi di Wang Fuk Court, sebuah kompleks apartemen di Distrik Tai Po, New Territories, Hong Kong, Rabu (26/11/2025). (Dok. AP/Chan Long Hei)

Liputan6.com, Hong Kong - Polisi mengatakan tiga pria, berusia antara 52 hingga 68 tahun, telah ditangkap atas dugaan pembunuhan tidak berencana — masing-masing berasal dari sebuah perusahaan konstruksi menyusul kebakaran hebat yang melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court di Hong Kong pada Rabu (26/11/2025). Salah satunya adalah konsultan teknik dan dua lainnya adalah direktur.

Kepolisian telah membentuk penyelidikan bersama dengan dinas pemadam kebakaran.

Hingga dini hari Kamis (27/11), kebakaran di Wang Fuk Court berada dalam kendali namun masih membara di sejumlah unit apartemen, sementara 900 orang mencari perlindungan di tempat penampungan terdekat.

Kompleks perumahan tersebut merupakan tempat tinggal bagi sekitar 4.000 orang dan memiliki sekitar 2.000 unit apartemen.

Penyebaran api diperburuk oleh jaring konstruksi hijau dan perancah bambu yang mengelilingi setiap gedung sebagai bagian dari pekerjaan renovasi. Sejak Maret ini, keduanya sedang dihentikan penggunaannya di Hong Kong karena alasan keselamatan.

Penyebab kebakaran — yang dimulai sesaat sebelum pukul 15.00 waktu setempat — masih belum diketahui. Namun, Kepala Keamanan Hong Kong Chris Tang seperti dilansir media lokal HKFP mengatakan bahwa terpal antiair, jaring pelindung, dan lembaran plastik yang ada di lokasi terbakar jauh lebih hebat dibandingkan bahan yang memenuhi standar keselamatan, sehingga nyala api menyebar lebih cepat.

Polisi mengatakan bahwa bahan styrofoam juga digunakan untuk menutup jendela selama renovasi oleh Prestige Construction & Engineering Co Limited dan hal itu kemungkinan memperburuk situasi.

"Kami memiliki alasan untuk meyakini bahwa mereka yang bertanggung jawab di perusahaan tersebut sangat lalai, yang menyebabkan kecelakaan ini dan membuat api menyebar tanpa kendali, mengakibatkan korban jiwa besar," ungkap polisi.

Sekitar pukul 18.00 waktu setempat pada Rabu, tingkat keparahan kebakaran dinaikkan menjadi alarm nomor 5. Di Hong Kong, kebakaran diberi peringkat dari satu hingga lima, dengan angka lebih tinggi menunjukkan tingkat keparahan yang lebih besar.

Derek Armstrong Chan, wakil direktur operasional Dinas Pemadam Kebakaran, mengatakan bahwa sebanyak 767 petugas pemadam, 128 truk pemadam, dan 57 ambulans telah dikerahkan ke lokasi.

Di antara 44 korban tewas terdapat seorang petugas pemadam, pria berusia 37 tahun bermarga Ho dari Stasiun Pemadam Kebakaran Sha Tin. Ia dikirim ke lokasi kejadian pada pukul 15.01 waktu setempat.

Melansir The Guardian, pada Kamis pagi, Kepala Eksekutif Hong Kong John Lee mengatakan bahwa 279 orang masih belum ditemukan. Namun, para petugas pemadam kemudian menyampaikan bahwa mereka telah berhasil menjalin kontak dengan beberapa dari mereka.

Kebakaran pada hari Rabu menandai pertama kalinya dalam 17 tahun alarm nomor 5 dibunyikan — terakhir kali peristiwa ini terjadi saat kebakaran di Cornwall Court di Mong Kok yang menewaskan empat orang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya