Liputan6.com, Jakarta Kasus keluhan lutut pada lanjut usia (lansia) di Indonesia terus meningkat terutama akibat osteoarthritis. OA terjadi ketika tulang rawan lutut menipis sehingga menimbulkan rasa nyeri, kaku, dan pembengkakan.
“Banyak pasien datang dengan keluhan sulit berjalan jauh, naik turun tangga, atau bahkan menjalankan aktivitas sehari-hari seperti beribadah dan berolahraga. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat semakin memburuk, menyebabkan otot mengecil, tulang melemah, hingga meningkatkan risiko jatuh,” jelas dokter konsultan bedah ortopedi hip & knee, Ivan Mucharry Dalitan dari Siloam Hospitals Mampang.
Advertisement
Menurutnya, penanganan OA sebaiknya dilakukan sedini mungkin melalui latihan low impact, penurunan berat badan, serta perbaikan postur dan aktivitas harian.
“Namun, pada stadium lanjut, intervensi medis seperti arthroscopy hingga operasi penggantian lutut (Total Knee Replacement) sering kali diperlukan,” tambahnya.
Menjawab tantangan itu, perlu alat mumpuni untuk penanganan. VELYS™ Robotic-Assisted Solution adalah teknologi terkini untuk operasi penggantian lutut. Teknologi ini dapat menangani kasus osteoarthritis (OA) lutut yang banyak diidap masyarakat Indonesia.
Teknologi VELYS™ Robotic-Assisted Solution menjadi terobosan penting dalam tindakan penggantian lutut karena mampu menghadirkan akurasi tinggi dan hasil yang lebih konsisten dibanding metode konvensional.
Sistem ini menggunakan pemetaan tiga dimensi secara real-time sehingga dokter dapat melihat struktur lutut secara rinci hingga hitungan milimeter dan menyesuaikan penempatan implan sesuai karakter anatomi setiap pasien.
Mungkinkan Perencanaan Praoperasi yang Sangat Detail
Teknologi robotik, sambung Ivan, memungkinkan perencanaan praoperasi yang sangat detail dan membantu dokter mencapai posisi implan dengan lebih presisi.
“Dampaknya, pasien berpotensi merasakan pemulihan lebih cepat, rasa nyeri pascaoperasi lebih ringan, dan hasil fungsi lutut yang lebih optimal,” jelas Ivan.
Teknologi ini juga mendukung proses mobilisasi dini. “Dalam kondisi tertentu, beberapa pasien bahkan sudah dapat mulai bergerak dalam waktu 4–12 jam setelah tindakan,” tambahnya.
Layanan Ortopedi Terpadu
Guna memenuhi kebutuhan layanan lutut yang komprehensif, pihaknya mengenalkan The Comprehensive Orthopaedic Center pada 17 November 2025.
“Sebagai langkah strategis untuk memperkuat layanan ortopedi dan traumatologi modern di Indonesia. Kehadiran pusat layanan ini sekaligus melengkapi Siloam Sports Medicine & Performance Center yang telah beroperasi sejak 13 Maret 2025, sehingga pasien kini dapat memperoleh layanan ortopedi terpadu dalam satu lokasi.”
CEO Siloam Hospitals Mampang, Ratih Hadiwinoto, menyampaikan, pengembangan layanan ortopedi ini adalah upaya menghadirkan standar perawatan yang lebih modern dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami terus berinvestasi pada teknologi, fasilitas, dan pengembangan SDM. Tujuannya sederhana, memastikan setiap pasien mendapatkan perawatan terbaik dengan standar internasional,” kata Ratih.
Dokter Ortopedi dengan Berbagai Subspesialis
Layanan ini dilengkapi dokter ortopedi dengan berbagai subspesialisasi. Mencakup dokter spesialis yang menangani beragam kondisi, termasuk:
- Sports injury untuk cedera ligamen, otot, dan sendi pada atlet maupun individu aktif;
- Hip & knee reconstruction termasuk kasus kompleks yang membutuhkan presisi tinggi;
- Layanan spine care untuk gangguan tulang belakang;
- Foot & ankle services untuk cedera, kelainan bentuk, dan gangguan mobilitas.