Liputan6.com, Hong Kong - Sebanyak 44 orang tewas dan 279 lainnya hilang setelah kebakaran hebat melanda sebuah kompleks apartemen di Tai Po, Hong Kong. Kobaran api yang sangat besar membakar struktur penyangga sementara berbahan bambu dan menjalar hingga ke tujuh blok hunian.
Melansir SCMP, kebakaran pertama kali dilaporkan pada Rabu (26/11/2025) pukul 14.51 waktu setempat dan segera berubah menjadi kobaran besar, dengan kepulan asap hitam tebal membumbung tinggi ke langit di lokasi kejadian di Wang Fuk Court. Api dengan cepat menyebar ke tujuh dari delapan blok di kawasan tersebut.
Advertisement
Polisi mengatakan mereka menerima banyak laporan tentang orang-orang yang terjebak di gedung tempat kebakaran bermula, dengan seorang pria dan seorang wanita dilaporkan tidak sadarkan diri dan mengalami luka bakar.
Kobaran api itu awalnya diklasifikasikan sebagai kebakaran Alarm No. 1, tetapi dengan cepat dinaikkan menjadi No. 4 pada pukul 15.34 waktu setempat dan kemudian ke tingkat tertinggi, No. 5, pada pukul 18.22 waktu setempat. Di Hong Kong, kebakaran diberi peringkat dari satu hingga lima, dengan angka lebih tinggi menunjukkan tingkat keparahan yang lebih besar.
Laporan Associated Press yang mengutip direktur layanan pemadam kebakaran menyebutkan bahwa seorang petugas pemadam kebakaran berusia 37 tahun termasuk di antara korban tewas, sementara seorang petugas pemadam kebakaran lainnya mendapat perawatan karena kelelahan akibat panas.
Pemimpin Tiongkok Xi Jinping pada Rabu telah menyampaikan belasungkawa atas gugurnya petugas pemadam kebakaran tersebut dan menunjukkan simpati kepada keluarga para korban. Ia menyerukan upaya maksimal untuk meminimalkan korban jiwa dan kerugian.
Kepala Eksekutif Hong Kong John Lee mengatakan bahwa pemerintah akan memprioritaskan penanganan bencana dan untuk sementara menghentikan kegiatan publik terkait pemilihan dewan legislatif pada 7 Desember. Ia tidak memastikan apakah pemilihan itu mungkin ditunda, namun mengatakan bahwa keputusan akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan.
Menurut departemen pemadam kebakaran, api di tiga bangunan mulai dapat dikendalikan tidak lama setelah lewat tengah malam.
Laporan The Guardian menyebutkan bahwa tiga orang ditangkap pada dini hari waktu setempat dengan dugaan melakukan pembunuhan tanpa sengaja. Polisi tidak memberikan rincian mengenai perbuatan yang dituduhkan kepada ketiganya, namun seorang juru bicara kepolisian mengatakan kepada The New York Times bahwa mereka yang ditangkap adalah dua direktur sebuah perusahaan konstruksi dan seorang konsultan.
Kompleks hunian Wang Fuk Court terdiri dari delapan gedung dengan hampir 2.000 unit apartemen yang menampung sekitar 4.800 penghuni, termasuk banyak lansia. Kompleks itu dibangun pada tahun 1980-an dan belakangan ini sedang menjalani renovasi besar-besaran.