Menag: Puluhan Pesantren Berkondisi Rawan, Harus Segera Direhabilitasi

Kementerian Agama menemukan sedikitnya 80 pesantren di Indonesia memiliki kerawanan bangunan yang tinggi dan perlu segera direhabilitasi.

oleh Dian KurniawanDiterbitkan 26 November 2025, 18:35 WIB
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dalam acara International Conference on Indonesian Islam: Why Indonesia as a New Center of Muslim Civilization? di Surabaya. (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan).

Liputan6.com, Jakarta Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan, sedikitnya 80 pesantren telah teridentifikasi punya tingkat kerawanan bangunan yang tinggi, dan harus segera direhabilitasi.

"Banyak pesantren tidak memiliki persiapan memadai untuk menghadapi kondisi darurat, sehingga Kementerian Agama menjadi pihak pertama yang turun tangan memberikan bantuan awal," kata dia dalam acara International Conference on Indonesian Islam: Why Indonesia as a New Center of Muslim Civilization? di Sport Center UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Rabu (26/11/2025).

Untuk menyelesaikan masalah tersebut, Nasaruddin menegaskan, tak bisa bekerja sendiri, demi mencegah kejadian seperti yang terjadi di Sidoarjo beberapa waktu lalu.

"Kami berkolaborasi dengan instansi terkait. Ini yang terakhir, jangan lagi ada," ungkap dia.

"Atas arahan Bapak Presiden, kami diminta mendata pesantren yang rawan. Kementerian PUPR dan Kementerian Agama diminta memastikan jangan sampai terjadi lagi," sambungnya.

Menurut Nasaruddin, Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian penuh terhadap hadirnya pesantren yang aman dan nyaman untuk para santri.

Karenanya, Kemenag memastikan program rehabilitasi ini akan menjadi prioritas, mengingat peran pesantren sebagai pusat pendidikan, pembinaan moral, dan penguatan nilai-nilai bangsa bagi jutaan santri di seluruh Indonesia.

"Presiden kita sangat proaktif untuk memberikan perhatian khusus pada pondok pesantren. Kita bersyukur karena instruksi beliau jelas, itu harus diperbaiki sebelum terjadi informasi yang lebih buruk," jelas Nasaruddin.

Ratusan Santri Pesantren Lirboyo Dapat Pelatihan Konstruksi dari Kementerian PU

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum telah memberikan pelatihan konstruksi ke sejumlah santri di Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. Ini jadi tindak lanjut mandat Menteri PU Dody Hanggodo.

Pelatihan dilakukan Direktorat Jenderal Bina Konstruksi melalui Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya melalui kegiatan Pelatihan dan Uji Kompetensi/Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi (TKK) Terampil.

“Melalui kegiatan ini, saya harap dapat meningkatkan kompetensi peserta dalam bidang konstruksi sehingga dapat berkonstribusi secara nyata dalam membangun fasilitas di lingkungan pondok pesantren," kata Direktur Kompetensi dan Produktivitas Tenaga Kerja Konstruksi Kimron Manik dalam keterangan resmi, Minggu (2/11/2025).

Pelatihan dan sertifikasi ini dilaksanakan mulai dari tanggal 21 Oktober hingga 1 November 2025 dan diikuti oleh 116 peserta. Diantaranya, terdiri dari 81 peserta bidang Tukang Bangunan Gedung (jenjang 2) dan 35 peserta bidang Petugas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi (jenjang 3).

Peserta pelatihan dan sertifikasi ini diikuti minimal lulusan setingkat SMA. Antara lain yaitu Alumni santri Pondok Pesantren Lirboyo, Pengurus Pondok Pesantren Lirboyo Bagian Kesejahteraan (Pembangunan), serta TKK yang sedang bekerja pada proyek Pembangunan. Kementerian Pekerjaan Umum bersama Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Agama, dan Kementerian Dalam Negeri bersinergi dan berkolaborasi untuk meningkatkan kapasitas TKK di berbagai lapisan Masyarakat.

Janji Menteri PU

Pemerintah melalui Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo bakal mendukung para santri untuk memiliki keahlian sebagai tenaga konstruksi. Hal tersebut disampaikan menyusul ramainya di media sosial soal para santri di Pondok Pesantren Al Khoziny yang ikut ngecor bangunan.

"Kami justru ingin memperkuatnya dengan pengetahuan dan itu Insyaallah, PU akan melatih dan mensertifikasi para santri sebagai tenaga kerja konstruksi. Itu for free," kata Dody saat Penandatanganan Kesepakatan Bersama terkait Sinergi Dalam Penyelenggaraan Infrastruktur Pesantren di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Selasa (14/10/2025).

Dia berharap, dengan memfasilitasi hal tersebut, budaya gotong royong santri tidak hilang dan mereka dapat membangun pesantrennya sendiri.

"Kami benar-benar tidak ingin semangat budaya itu hilang. Kami sangat-sangat berharap agar semangat gotong royong ini berubah menjadi keahlian yang diakui. Mereka para santri bisa membangun pesantrennya sendiri dengan standar yang benar dan dengan rasa bangga," harap Dody.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya