Bau Menyengat Sebabkan Pesawat Mendarat Darurat, 5 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Hingga kini, sumber asap dan bau menyengat yang menyebabkan insiden pada penerbangan pesawat American Airlines belum dikonfirmasi secara resmi.

oleh Faqih Nur ImanDiterbitkan 27 November 2025, 07:00 WIB
Pesawat American Airlines. (JOE RAEDLE / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Insiden penerbangan yang melibatkan masalah kualitas udara di dalam kabin kembali terjadi, dan kali ini, menimpa maskapai American Airlines. Pilot terpaksa mengalihkan rute secara mendadak setelah awak kabin melaporkan adanya asap dan bau menyengat di dek penerbangan, serta kabin penumpang.

Insiden ini mengakibatkan lima orang mendapatkan perawatan medis di rumah sakit segera setelah pesawat mendarat. Melansir People, Selasa, 25 November 2025, peristiwa bermula ketika pesawat American Airlines dengan nomor penerbangan 2118 lepas landas dari Bandara Internasional Orlando Minggu, 23 November 2025, pukul 18.09, waktu setempat.

Data dari situs pelacakan penerbangan FlightAware menunjukkan bahwa pesawat jenis Airbus A321 tersebut seharusnya menempuh perjalanan menuju Bandara Internasional Phoenix Sky Harbor dengan estimasi waktu tempuh sekitar 3,5 jam.  Namun, kurang dari dua jam setelah mengudara, awak pesawat membuat keputusan krusial untuk mengalihkan penerbangan menuju Houston untuk melakukan pendaratan darurat.

Situasi di dalam kokpit terekam dalam sebuah komunikasi audio antara pilot dengan pengawas lalu lintas udara (ATC) yang diperoleh media lokal KHOU 11. Dalam rekaman tersebut, terdengar pilot memberi peringatan mengenai kondisi darurat yang sedang dialami pesawatnya.

Pilot tersebut menyampaikan kebutuhan akan bantuan medis segera setelah pendaratan dilakukan. "Peringatan pesawat," ujar pilot tersebut pada pengawas lalu lintas udara dalam rekaman audio tersebut. "Saya mungkin akan membutuhkan empat unit transportasi (medis segera setelah mendarat)."

Evakuasi Medis dan Respons Maskapai

Foto American Airlines diambil pada 28 Januari 2013 di O'Hare Airport in Chicago, Illinois (SCOTT OLSON / AFP)

Juru bicara maskapai mengonfirmasi pada People bahwa penerbangan 2118 "mendarat dengan selamat dan meluncur ke gerbang dengan tenaganya sendiri di Houston menyusul laporan adanya bau tidak sedap di dalam pesawat."  

Lima orang yang dibawa ke rumah sakit terdiri dari empat orang pramugari dan satu orang penumpang. Langkah ini diambil sebagai tindakan preventif untuk memastikan kondisi kesehatan mereka pasca-terpapar asap dan bau tidak wajar tersebut. 

Para penumpang kemudian kembali menaiki pesawat berbeda untuk melanjutkan perjalanan menuju tujuan akhir mereka. Dalam pernyataan resminya, American Airlines menyampaikan apresiasi pada kru mereka dan permohonan maaf pada para penumpang.

Hingga artikel ini ditulis, sumber asap dan bau menyengat yang menyebabkan insiden pada penerbangan ini belum dikonfirmasi secara resmi.

Penjelasan FAA Mengenai Kualitas Udara Kabin

Ilustrasi suasana kabin pesawat yang penuh penumpang. (dok. Pexels)

Sebelumnya, FAA menyatakan, sejumlah studi telah menunjukkan bahwa kualitas udara kabin pesawat umumnya aman. Udara di dalam pesawat disebut "sama baiknya atau lebih baik daripada udara yang ditemukan di kantor dan rumah."

Namun, FAA juga mengakui bahwa dalam situasi tertentu yang jarang terjadi, masalah mekanis bisa jadi pemicu masuknya asap ke dalam kabin. "Masalah mekanis seperti kegagalan segel oli mesin atau bantalan kipas resirkulasi dapat menyebabkan asap masuk ke dalam kabin."

Penjelasan teknis ini memberi gambaran mengenai bagaimana kontaminan berpotensi mencemari sistem sirkulasi udara di pesawat, meski otoritas penerbangan menekankan bahwa kejadian seperti ini adalah pengecualian dan bukan kondisi umum.

Isu mengenai asap di dalam pesawat ini sejalan dengan temuan analisis terbaru yang dilakukan The Wall Street Journal (WSJ). Analisis tersebut menemukan bahwa penumpang pesawat dan awak kabin mengalami sakit akibat asap beracun pada tingkat yang mengkhawatirkan. 

 

Risiko Kesehatan Akibat Paparan Asap Beracun

Ilustrasi kabin pesawat terbang. (dok. unsplash.com/Asnida Riani)

Penyelidikan ini didasarkan pada lebih dari satu juta laporan dari FAA dan National Aeronautics and Space Administration (NASA), ribuan dokumen terkait, serta lebih dari 100 wawancara yang dilakukan oleh outlet media tersebut.

Temuan investigasi tersebut menyoroti bahwa paparan jangka panjang terhadap asap semacam ini dapat memicu masalah kesehatan yang serius. Hal ini ditegaskan oleh pendapat ahli medis yang memiliki pengalaman menangani kasus serupa. 

Neurolog Robert Kaniecki, yang telah merawat puluhan pilot dan lebih dari 100 pramugari dalam 20 tahun terakhir akibat cedera otak yang berhubungan dengan paparan asap, memberikan pandangannya kepada WSJ mengenai dampak kesehatan yang ditimbulkan.

Dokter Kaniecki menggambarkan gejala yang dialami para korban sangat signifikan. Ia mengatakan kepada WSJ bahwa gejalanya sebanding dengan "gegar otak kimia." Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa efek yang dirasakan oleh para awak pesawat tersebut "sangat mirip" dengan apa yang dialami oleh pemain NFL (National Football League). Perbandingan ini menunjukkan betapa seriusnya dampak neurologis yang mungkin timbul akibat insiden kontaminasi udara di dalam pesawat.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya