Liputan6.com, Jakarta Perusahan investasi Petrokimia asal Cilegon, Lintas Citra Pratama (LCP), memulai pembangunan pabrik bahan baku plastik Polyethylene Terephthalate (PET) berkapasitas hingga 720 ribu ton per tahun (720 KTA).
Nilai investasi proyek tersebut mencapai sekitar USD 300 juta atau setara Rp 5,01 triliun (kurs Rp16.700). Pabrik ini akan dibangun di atas lahan milik anak usaha LCP, PT Merak Chemical Indonesia (MCCI).
Advertisement
Direktur Utama MCCI Anang Adji Sunoto mengatakan, pembangunan pabrik PET ini merupakan momentum penting bagi perusahaan di tengah kondisi industri yang masih bergantung pada impor.
"Hilirisasi ini juga akan memberikan nilai tambah bagi perusahaan sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai industri regional," ujar Anang, Selasa (25/11/2025).
Kehadiran pabrik PET ini diproyeksikan mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku plastik yang masih tinggi. Terutama untuk kebutuhan, industri kemasan makanan dan minuman, serta produk plastik berbasis PET atau daur ulang.
Menurut dia, integrasi antara produksi PTA dan PET akan menciptakan efisiensi rantai pasok, mulai dari bahan baku hingga produk akhir. Sehingga meningkatkan daya saing industri dalam negeri terhadap produk impor.
"Dengan memanfaatkan lahan dan fasilitas yang telah tersedia, investasi USD 300 juta ini akan lebih optimal. Selain meningkatkan efisiensi, integrasi PTA-PET akan memperbaiki kinerja perusahaan dan meningkatkan daya saing kami di pasar," imbuhnya.
Potensi Multiplier Effect
Lebih lanjut, Anang menyebut proyek ini juga berpotensi menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian. Termasuk penyerapan tenaga kerja lokal baik pada fase konstruksi maupun operasional.
"Selain memperkuat industri hilir seperti kemasan, dan produk berbasis resin PET, proyek ini diperkirakan mampu menyerap tenaga kerja langsung dan tidak langsung, serta mendorong pertumbuhan UMKM di sekitar kawasan industri," jelas dia.
Saat ini, LCP tengah memasuki proses tender pembangunan pabrik tersebut. Proyek ditargetkan mulai dieksekusi pada semester II 2026, dan mulai beroperasi secara komersial pada 2028.
Perkuat Industri Hilir
Pembangunan pabrik PET ini juga akan memperkuat struktur industri hilir, seperti polyester, kemasan makanan dan minum, serta berbagai produk plastik berbasis resin PET. LCP menegaskan bahwa investasi ini merupakan komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung pertumbuhan industri nasional.
"LCP berkomitmen terus berinvestasi di Indonesia. Pengembangan pabrik PET ini menjadi langkah penting untuk menciptakan industri kimia yang lebih terintegrasi dan kompetitif," kata Anang.
"Kami percaya bahwa pemerintah akan memberikan dukungan kepada industri hulu-hilir PET dan polyester sehingga bisa bersaing dengan produk-produk impor," pungkas dia.