Begini Cara ASEAN Foundation dan TikTok Live Dorong Kreator Jadi Agen Perubahan Sosial

ASEAN LIVE Creators for Change 2025, kolaborasi ASEAN Foundation dan TikTok, membekali kreator muda untuk menyuarakan isu sosial-budaya.

oleh IskandarDiterbitkan 25 November 2025, 18:26 WIB
ASEAN LIVE Creators for Change 2025. Credit: TikTok

Liputan6.com, Jakarta - ASEAN Foundation dan TikTok LIVE meluncurkan inisiatif kolaboratif lewat program bertajuk 'ASEAN Live Creators for Change 2025'.

Program ini mempertemukan kreator muda dari berbagai negara Asia Tenggara dalam sebuah perjalanan kreatif, menunjukkan bagaimana perbedaan tujuan dan latar belakang dapat menemukan ruang yang sama dan bermakna melalui platform digital TikTok.

Director of Public Policy for Southeast Asia TikTok, Chanida Klyphun, menyatakan bahwa Program ASEAN Live Creators for Change mencerminkan misi inti TikTok untuk menginspirasi kreativitas dan menghadirkan kegembiraan.

"Kami sangat tergerak melihat para kreator menggunakan TikTok Live untuk menyebarkan pengetahuan, melestarikan budaya, dan menjaga bahasa daerah tetap hidup. Storytelling digital membuka jendela ke dunia sekaligus menyoroti kekayaan keragaman Asia Tenggara," ujar Chanida, dikutip Selasa (25/11/2025).

Sebagai kolaborasi resmi antara ASEAN Foundation dan TikTok, inisiatif ini membekali 20 kreator muda terpilih dari seluruh kawasan Asia Tenggara dengan serangkaian dukungan komprehensif.

Dukungan tersebut mencakup mentorship, dukungan dana, dan perangkat teknis untuk menyelenggarakan sesi TikTok Live yang berdampak, mulai dari sektor edukasi, kewirausahaan, hingga promosi budaya.

“Berlangsung dari 2024 hingga 2025, inisiatif ini tidak hanya mendorong pengaruh digital yang bertanggung jawab, tetapi juga memperkuat kemampuan generasi muda dalam menceritakan kisah mereka sendiri di ASEAN yang semakin terhubung,” ucap Chanida menambahkan.

 

Dampak Nyata

Chanida melanjutkan, melalui program ini, para peserta juga memperoleh keterampilan praktis yang mendalam. Pelatihan mencakup pengaturan teknis LIVE yang efektif, perencanaan konten yang konsisten, hingga kemampuan untuk memahami audiens secara lebih mendalam.

“Fondasi ini memungkinkan mereka untuk melanjutkan misi masing-masing dengan lebih percaya diri dan menghasilkan dampak yang lebih nyata bagi komunitas mereka,” ia menegaskan.

Senada dengan hal itu, Executive Director ASEAN Foundation, Piti Srisangnam, berharap melalui kolaborasi dengan TikTok Live, ASEAN Foundation dapat terus mendukung kreator muda.

"Kami berharap mereka bisa memanfaatkan platform digital untuk mendorong pembelajaran, inklusivitas, dan apresiasi budaya di seluruh kawasan ASEAN," ujarnya.

 

Tiga Kreator Terbaik Jadi Pemenang

Pada akhir rangkaian program, dari 20 kreator yang berpartisipasi, tiga kreator berhasil terpilih sebagai pemenang. Mereka adalah Jhonatan (@jhonatanyuditya_pratama), Leni (@lenirezi), dan Sir Pedot (@sirpedot).

Ketiganya dinilai memiliki dampak sosial yang kuat melalui konten yang mereka produksi, baik dari cara pandang maupun cerita yang mereka sampaikan. Kemenangan mereka menunjukkan bahwa TikTok Live dapat menjadi ruang untuk belajar, menjembatani budaya, dan merayakan identitas.

  • Sir Pedot dinilai sukses membuka akses belajar sehari-hari bagi audiensnya.
  • Leni berperan aktif dalam upaya menjaga bahasa daerah tetap hidup.
  • Jhonatan memperkuat identitas budaya melalui storytelling yang inspiratif.

Meski menempuh jalur yang berbeda, secara kolektif, mereka membuktikan bagaimana TikTok Live telah menjadi ruang yang bermakna untuk berbagi pengetahuan, inspirasi, dan budaya--sekaligus menjadi platform di mana kreativitas mampu menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.

 

Infografis Wajah Baru TikTok Shop Kembali Jualan di Indonesia (Liputan6.com/Abdillah)

Infografis Wajah Baru TikTok Shop Kembali Jualan di Indonesia (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya