Liputan6.com, New Delhi - Serangan teroris bersenjata paling mematikan di kawasan terkaya menyerang Mumbai, India. Mereka menyerbu rumah sakit dan hotel-hotel mewah menargetkan sejumlah warga negara asing. Tembakan dan ledakan terjadi di delapan lokasi, yang enimbulkan kekacauan dan menewaskan puluhan orang pada 26 November 2008.
Laporan dari korban tewas setidaknya 80 orang dan ratusan lainnya terluka. Bangunan-bangunan yang menjadi kerusakan dalam serangan, yaitu stasiun kereta api CST, dua hotel bintang lima, Taj Mahal dan Oberoi Trident, karena target para pelaku menyandera warga negara asing, terutama pemegang paspor Amerika Serikat dan Inggris, dilansir dari The Guardian, Rabu (26/11/2025).
Advertisement
Serangan dimulai sekitar pukul 22.33 waktu setempat di Chhatrapathi Shivaji (CST), sebelum para pelaku menyebar ke restoran populer, kafe Leopold, hingga menewaskan 10 orang yang ditembak mati.
Situasi semakin Mencekam
Ledakan bom di sebuah taksi di kawasan Mazegaon menewaskan tiga orang, sementara rumah sakit St. George menerima 60 jenazah dan 200 korban luka, yang menandakan bahwa serangan ini membuat kematian berskala besar.
Polisi melaporkan lebih dari 1.000 orang telah dievakuasi dari Oberoi Trident, dengan para pekerja di dalamnya. Seorang anggota perlemen Eropa dari Partai Konservatif, Sajad Karim, mengatakan kepada Press Associated melalui telepon, di mana ia sedang berlindung di ruang bawah tanah dan beberapa orang lainnya ditahan di dalam Taj Mahal.
Ia menjelaskan keadaan saat itu sangat mencekam, membuat siapa pun sulit membedakan orang-orang karena keadaan semakin panik.
"Saya berada di lobi hotel ketika orang-orang bersenjata masuk dan orang-orang mulai berlarian. Seorang pria bersenjata hanya berdiri dan sambil menembaki saya. Hingga saya berhasil berbalik dan berlari ke dapur hotel," jelasnya.
Serangan Taj Mahal
Serangan tetap berlanjut, tembakan dan ledakan terdengar di hotel Taj Mahal hingga menjelang fajar. Kepulan asap juga membubung dari atap bangunan. Pasukan komando khusus pun dikerahkan dalam penyelamatan memasuki hotel, dengan kelompok beranggotakan 15 orang untuk menyelamatkan tamu dan staf yang bersembunyi di berbagai lantai.
Salah saorang warga London, Rakesh Patel (41), yang bekerja di HSBC, mengatakan kepada Guardian bahwa ia sedang makan malam di Taj Mahal bersama dua rekannya dari India.
Tetapi dua pria bersenjata muda yang tampak sangat gelisah menyerbu masuk. Setelah itu, ia dan belasan orang lainnya digiring ke lantai 10 sebelum berhasil melarikan diri saat terjadi ledakan.
Dari kekacauan tersebut, polisi melaporkan bahwa enam pria bersenjata tewas dan sembilan tersangka lainnya ditangkap. Sebuah kelompok bernama Deccan Mujahideen mengaku bertanggung jawab melalui surel ke media lokal.
Pemerintah negara bagian Maharashtra mengumumkan bahwa ia telah melibatkan militer dalam status siaga merah setelah polisi kewalahan mengendalikan situasi dan ketertiban di kota. Meski kekacauan dapat diredam, jejak ketakutan dan keluarga yang ditinggalkan tetap meninggalkan duka yang mendalam dan mempertanyakan keamanan pada kota tersebut.