Liputan6.com, Jakarta - DKI Jakarta menargetkan bisa masuk dalam Happy City Index pada 2027. Itu adalah studi berbasis komunitas yang mengevaluasi kota-kota menggunakan 82 indikator di 26 bidang yang dikelompokkan ke dalam enam tema, yakni penduduk, tata kelola, lingkungan, ekonomi, kesehatan, dan mobilitas. Lalu, apa kaitannya antara indeks tersebut dengan aromaterapi?
Menurut Wakil Sekjen Dewan Atsiri Indonesia Feri Agustian Soleh, aromaterapi bisa dimanfaatkan dalam pencegahan dan pengobatan. Pendekatan itu akan berkaitan dengan enam pilar penilaian indeks. Pengaplikasiannya diurai Feri dalam empat usulan.
Advertisement
Pertama, aromaterapi untuk penanggulangan bencana. Menurut Feri, para petugas penanggulangan bencana seperti Basarnas dan pemadam kebakaran (damkar) sering menghadapi situasi yang membahayakan ketika bertugas, seperti menghirup asap beracun di lokasi kejadian atau stres akibat situasi penuh tekanan.
Tapi, kesejahteraan mereka selama ini dinilainya tak pernah tersentuh oleh pendekatan kesehatan holitik. Padahal, ada cara sederhana untuk memulihkan kondisi mereka, yakni dengan menghirup aromaterapi untuk membantu mencegah efek lebih buruk. "Kalau sudah kena, (aromaterapi) bisa membantu mengobati," kata dia.
Aromaterapi yang bisa diaplikasikan di antaranya lavender. Lavender dikenal sebagai obat alami untuk kecemasan dan masalah tidur karena berefek menenangkan dan sedatif. Selain itu, aroma lavender juga berefek antiseptik, antijamur, dan antiinflamasi.
Ada pula minyak kayu putih yang mengandung eukaliptol, bersifat antiinflamasi, antiseptik, antibakteri, dan dekongestan untuk melegakan pernapasan, mengurangi nyeri dan peradangan, antimikroba, mendukung sistem kekebalan tubuh,meredakan sakit kepala, kesehatan mulut, meningkatkan kewaspadaan, serta pengusir serangga.
Aromaterapi untuk Gangguan Tidur
Kedua, aromaterapi untuk mengatasi gangguan tidur. Feri menerangkan sudah lumrah warga urban, seperti Jakarta, memiliki tingkat stres tinggi karena tuntutan kehidupan sehari-hari. Hal itu berdampak pada kualitas tidur warga yang menurun. Masalah gangguan tidur pun jadi lumrah.
"Semua pekerjaan banyak stresnya, tapi bagaimana kita mengelola itu supaya kalau sudah waktunya tidur, tidur. Jangan pikirin lagi yang lain," kata Feri.
Di situlah aromaterapi bisa berperan. "Dengan kita mencium itu, maka otomatis juga otak diperintahkan rileks dulu, tenang. Kalau tenang, kita enggak pikirin target-target yang belum tercapai. Tidur saja," sambung dia.
Jenis aromaterapi yang direkomendasikan lagi-lagi lavender. Aromaterapi itu bertindak sebagai obat penenang dan ansiolitik yang membantu mengatasi kecemasan dan kegelisahan. Studi menunjukkan lavender dapat meningkatkan total waktu tidur, meningkatkan efisiensi tidur, dan mempermudah tertidur, menjadikannya terapi yang bermanfaat bagi mereka yang mengalami gangguan tidur.
Selain itu, aromaterapi mawar juga bisa meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi gangguan tidur dengan mengurangi kecemasan dan meningkatkan relaksasi. Menghirup minyak mawar dapat menurunkan tekanan darah dan laju pernapasan, sehingga memudahkan untuk tertidur.
Aromaterapi untuk Perawatan Paliatif
Perawatan paliatif didefinisikan sebagai pendekatan medis khusus yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup individu dengan penyakit parah atau yang membatasi hidup dengan meringankan penderitaan dan mengelola gejala. Itu adalah perawatan holistik yang berpusat pada pasien dan keluarga yang dapat diberikan pada setiap tahap penyakit dan dikombinasikan dengan terapi lain.
"Dengan dibantu aromaterapi, dengan minyak-minyak atsiri, itu bisa membuat dia merasa lebih rileks. Kalau kita bicara minyak aromaterapi, itu langsung ke sistem otak, ke limbik. Efeknya itu langsung ke seluruh tubuh," kata Feri.
"Orang-orang yang sudah dekat ajal itu biasanya makin takut. Bantuan aroma terapi itu menenangkan. Jadi dengan masuk ke sistem otak, otak memerintahkan santai dulu, tenang dulu. Kalau sudah di kondisi itu tercapai, makanya dia jadi enggak takut lagi," imbuhnya.
Salah satu aromaterapi yang direkomendasikan selain lavender adalah ylang-ylang. Aromaterapi yang berasal dari hasil penyulingan minyak Cananga odorata itu memiliki bau yang intens, manis, dan eksotis yang menenangkan dan dapat membantu meningkatkan suasana hati dan meningkatkan rasa harmoni.
Aromaterapi untuk Fokus Belajar
Usulan keempat dari rangkaian penggunaan aromaterapi untuk meningkatkan kualitas warga Jakarta adalah menggunakannya pada pelajar dan mahasiswa. Menurut Feri, aromaterapi bisa membantu pelajar dan mahasiswa meningkatkan konsentrasi.
"Pelajar dalam berbagai tingkatan, berbagai usia, dia menghadapi hal yang sama (dengan orang dewasa). Mungkin orangtuanya ada yang memaksa dia harus juara 1. Itu kan jadi tekanan sendiri (sehingga merusak konsentrasi)," kata dia.
Untuk mendukung itu, ia merekomendasikan kenanga sebagai aromaterapi. Itu adalah obat aromatik asli dari Bali, Indonesia yang digunakan untuk mengobati pusing dan demam.
Berdasarkan hasil studi, penggunaan aromaterapi kenanga bisa membantu mengurangi stres dan kecemasan yang mengurangi konsentrasi. Menghirupnya bisa menurunkan kadar hormon stres dan membantu otak tetap fokus.
"Memang manusia masing-masing unik ya. Kimia di badan kita masing-masing beda. Cocok di saya, belum tentu cocok di mbak. Itu karena bereaksi dengan badan kita. Tapi setidaknya empat itu inisiatif dari aromaterapi yang bisa disumbangsihkan untuk pencapaian Happy City Index," imbuhnya.