Puan Soroti Kasus Ibu Hamil Meninggal usai Ditolak 4 RS di Papua: Jangan Sampai Terjadi Lagi!

Puan menegaskan bahwa peristiwa seperti ini bukan kali pertama terjadi dan sudah semestinya menjadi perhatian serius, khususnya terkait layanan kesehatan di wilayah 3T.

oleh Nayla ShabrinaDiterbitkan 25 November 2025, 12:30 WIB
Ketua DPR Puan Maharani

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani turut menanggapi kasus meninggalnya ibu hamil Irene Sokoy beserta bayi yang dikandungnya setelah diduga ditolak empat rumah sakit (RS) di Jayapura, Papua.

Puan menegaskan bahwa peristiwa seperti ini bukan kali pertama terjadi dan sudah semestinya menjadi perhatian serius, khususnya terkait layanan kesehatan di wilayah 3T.

“Hal ini sudah berkali-kali terjadi. Karenanya ini juga menjadi perhatian Presiden,” ujar Puan kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (25/11/2025).

Puan mengungkap bahwa dirinya menerima laporan bahwa Presiden Prabowo Subianto bahkan menggelar rapat khusus untuk membahas kasus tersebut. 

Maka dari itu, Puan menegaskan bahwa DPR sangat prihatin dan akan segera meminta komisi terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh.

“DPR juga prihatin dan tentu saja sangat concern, kami akan meminta komisi terkait untuk mengevaluasi pelaksanaan penanganan kesehatan, khususnya di wilayah 3T,” tegasnya. 

“Jangan sampai terjadi lagi kelalaian penanganan kesehatan,” tambah Puan.

 

DPR Minta Kemenkes Evaluasi RS di 3T

Pusara Irena ibu hamil yang meninggal karena telat dapat penanganan (Dok: Antara)

Puan menekankan perlunya tindakan cepat dan konkret dari pemerintah, terutama Kementerian Kesehatan, agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Kami akan meminta Kementerian Kesehatan untuk bisa mengevaluasi penanganan kesehatan di rumah sakit-rumah sakit. Jangan sampai ada masyarakat yang tidak tertangani, khususnya di wilayah 3T,” tuturnya.

Sebelumnya, Irene Sokoy, warga Kampung Hobong, Sentani, Jayapura, meninggal bersama bayi yang dikandungnya pada Senin (17/11) sekitar pukul 05.00 WIT.

Irene diduga ditolak empat rumah sakit di Kabupaten dan Kota Jayapura saat membutuhkan penanganan darurat.

Gubernur Papua Mathius Fakhiri menyebut peristiwa tersebut sebagai “peringatan keras” bagi pemerintah untuk memperbaiki sistem layanan kesehatan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya