Liputan6.com, Jakarta Manchester United harus menelan hasil memalukan ketika menjamu Everton pada pekan ke-12 Premier League 2025/2026 di Old Trafford, Selasa (25/11/2025) dini hari WIB. Bermain di depan publik sendiri, Setan Merah tumbang dengan skor 0-1 dari tim tamu yang sempat bermain dengan 10 orang sejak menit awal. Kekalahan ini langsung memicu sorotan besar terhadap performa MU yang gagal memanfaatkan dominasi sepanjang laga.
Dalam pertandingan tersebut, MU sebenarnya memegang kendali penuh hampir di semua aspek. Mereka mendominasi penguasaan bola hingga mencapai 70 persen dan menekan Everton tanpa henti sejak menit pertama. Namun dominasi itu tak mampu diterjemahkan menjadi gol, meski mereka melepas 23 percobaan tembakan sepanjang laga.
Advertisement
Di sisi lain, Everton tampil jauh lebih efektif dengan memaksimalkan peluang yang mereka dapatkan. Dari dua tembakan tepat ke gawang, satu di antaranya berbuah gol lewat tendangan keras Kiernan Dewsbury-Hall pada menit ke-29. Gol itulah yang akhirnya menjadi pembeda di Old Trafford.
Kekalahan ini terasa semakin menyakitkan karena Everton bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-13 setelah Idrissa Gueye diusir keluar lapangan. Meski demikian, The Toffees justru tampil lebih percaya diri, sementara MU gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain hingga laga berakhir.
Amorim: MU Memang Pantas Kalah
Usai pertandingan, Ruben Amorim tidak menutupi kekecewaannya. Pelatih asal Portugal itu menyebut kekalahan ini sepenuhnya pantas diterima Manchester United. Ia menilai Everton tampil lebih matang meski berada dalam situasi sulit, sementara timnya gagal menunjukkan kualitas di momen-momen krusial.
Amorim bahkan menilai Everton tampil lebih baik saat masih bermain dengan 11 pemain di awal laga. Setelah kehilangan Gueye, tim tamu justru semakin agresif dan tak membiarkan MU berkembang. Bagi Amorim, performa semacam itu adalah contoh determinasi yang justru tidak ia lihat dari para pemainnya.
Lebih jauh, Amorim mengakui bahwa kekalahan ini menunjukkan MU masih jauh dari level yang dibutuhkan untuk bersaing di papan atas Premier League. Ia menyebut timnya masih memiliki banyak pekerjaan besar yang harus diselesaikan agar bisa tampil konsisten. Dalam situasi ini, ia menegaskan bahwa MU tidak cukup baik untuk meraih kemenangan.