Isi Chat Ayah Tiri Sebelum Culik Alvaro: Bagaimana Caranya Gua Balas Dendam!

Menurut Budi, pelaku pembunuhan Alvaro yang merupakan ayah tiri korban, memiliki niat balas dendam dan motif emosional sebelum melakukan aksinya. Penyidik menyebut pelaku telah mengakui perbuatannya.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 24 November 2025, 19:41 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto saat memberi Keterangan Pers terkait kematian Alvaro Kiano Nugroho. (Liputan6)

Liputan6.com, Jakarta - Polda Metro Jaya mengungkap adanya dugaan motif balas dendam dalam kasus kematian Alvaro Kiano Nugroho (6), bocah yang hilang delapan bulan sebelum ditemukan meninggal dunia.

Hal itu disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (24/11/2025).

Budi mengatakan temuan itu diperoleh dari percakapan digital pelaku yang tersimpan dalam telepon genggam yang berhasil diamankan penyidik.

"Dalam percakapan digital terlapor terdapat indikasi kuat dorongan emosional pelaku. Secara terang-terangan dia mengatakan, ‘gimana caranya gue balas dendam.’ Kalimat ini muncul berulang kali,” ujarnya.

Menurut Budi, pelaku yang merupakan ayah tiri korban, memiliki niat balas dendam dan motif emosional sebelum melakukan aksinya. Penyidik menyebut pelaku telah mengakui perbuatannya.

“Ini diakui tersangka. Dia melakukan penculikan terhadap AKN dengan membawa korban dari salah satu masjid di Bintaro, Pesanggrahan,” jelasnya.

 

Korban Dibekap Karena Terus Menangis

Polres Jakarta Selatan menyebar pamflet dan brosur pencarian Alvaro yang hingga saat ini belum ditemukan. (Istimewa)

Saat dibawa, korban disebut berada dalam kondisi menangis. Pelaku kemudian membekap korban hingga akhirnya meninggal dunia.

“Korban dibawa dalam kondisi menangis, kemudian dibekap hingga meninggal dunia,” kata Budi.

Polda Metro Jaya memastikan penyidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap detail rangkaian peristiwa serta memastikan pemenuhan unsur pembuktian sebelum berkas perkara dilimpahkan ke kejaksaan.

Kasus ini kembali menjadi sorotan publik setelah Alvaro dilaporkan hilang pada Maret 2025 dan baru ditemukan dalam kondisi meninggal delapan bulan kemudian.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya