Keceriaan Alvaro Hilang di Halaman Masjid

Halaman masjid tak begitu luas. Cukup menjadi area bermain Alvaro dan teman-temannya. Mereka berlarian hingga ke lantai dua masjid melalui sebuah tangga yang berada di salah satu sisi masjid. Keceriaan dan tawa Alvaro kini hilang dari halaman masjid.

oleh Rio Ferdinand Muhammad Eka PutraDiterbitkan 24 November 2025, 17:15 WIB
Masjid tempat Alvaro hilang. (Liputan6/Rio Ferdinand)

Liputan6.com, Jakarta Hampir setiap hari Alvaro Kiano Nugroho (6) menghabiskan waktu bermain bersama teman-temannya di Masjid Jami Al-Muflihun, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Alvaro selalu terlihat tertawa riang kala bermain di halaman masjid. 

Sosok Alvaro yang riang membuat semua orang mengingatnya. Salah satunya Hamdani (60). Petugas penjaga parkir di masjid tersebut. Tak hanya bermain,  Alvaro tak pernah absen menjalankan salat di masjid itu. 

“Sering sembahyang (salat) di sini sama anak bawah sana, mereka main juga di bawah sana,” ujar Hamdani saat ditemui di halaman masjid, Senin (24/11/2025). 

Halaman masjid tak begitu luas. Cukup menjadi area bermain Alvaro dan teman-temannya. Mereka berlarian hingga ke lantai dua masjid melalui sebuah tangga yang berada di salah satu sisi masjid.

“Dia kalau di sini, sering main lewatnya dari tangga sana tuh,” ucap dia sambil menunjuk arah tangga masjid.

Keceriaan Alvaro seolah menutupi kondisi keluarganya yang tak seperti kebanyakan anak lain. Alvaro tak lagi tinggal bersama ayah dan ibu kandungnya. Dia diasuh dan tinggal bersama kakek dan nenek. Ayah dan ibu kandungnya sudah bercerai. Bahkan, sang ibu sempat menikah lagi.

“Bapak tirinya bunuh diri, bapak kandungnya juga di sel (penjara) kasus lain,” katanya. 

Alvaro tumbuh dengan didikan agama yang kuat. Tak ada alasan bagi Alvaro meninggalkan kewajiban agama. “Anaknya rajin salat.“

Masjid tempat Alvaro hilang. (Liputan6/Rio Ferdinand)

Keceriaan yang Kini Hilang

Keceriaan dan tawa Alvaro kini hilang dari halaman masjid. Selepas magrib, 6 Maret 2025. Bertepatan dengan bulan Ramadan. Hari terakhir Alvaro terlihat di masjid. Sang ayah tiri, Alex, mendatangi Alvaro di masjid. Alvaro dibawa oleh Alex dengan iming-iming akan dibelikan mainan. Bocah itu akhirnya mau diajak pergi. 

Hari itu, Hamdani tak ada di masjid. Dia sedang sakit. Dia tak sempat melihat Alvaro dijemput sang ayah tiri. “Waktu kejadian itu di bulan puasa kemarin, saya enggak tahu, saya enggak ada, yang tahu si marbot,” tutur Hamdani.

Sejak saat itu, Alvaro tak diketahui keberadaannya. Selama itu pula, masjid selalu didatangi aparat kepolisian. Mereka menyelidiki hilangnya Alvaro.

“Sudah banyak orang Polsek dari semalam, tadi pagi juga ramai mobil parkir di sini pada ke bawah semua orang-orang (arah rumah kediaman Alvaro)” ucapnya.

Masjid tempat Alvaro hilang. (Liputan6/Rio Ferdinand)

Alvaro Meninggal di Tangan Ayah Tiri

Delapan bulan berlalu, Alvaro ditemukan. Sudah tak bernyawa dan tinggal kerangka. Hasil penyelidikan, Alvaro diculik dan tewas di tangan ayah tirinya, Alex. Alvaro meninggal sehari setelah diculik sang ayah tiri.

"Kata Pak polisi itu tanggal 7-nya (cucu saya meninggal)," kata Sayem saat ditemui, Senin (24/11/2025). 

Alvaro dibawa oleh Alex dengan iming-iming akan dibelikan mainan. Bocah itu akhirnya mau diajak pergi. Namun keesokan harinya, Alvaro disebut terus menangis mencari sang kakek yang biasa ia panggil “bapak”. Dari keterangan yang diterima keluarga, tangisan itu diduga membuat Alex emosi hingga menutup mulut Alvaro dengan handuk. Akibat tindakannya itu, Alvaro meninggal dunia. 

"Mungkin katanya Alex kesel, gitu. Terus dikep pakai anduk mulutnya. Terus Alex sendiri ngomong kalau itu tuh enggak sengaja, gitu. Maksudnya cuma ini kok ternyata sudah enggak ada, katanya," ucap Sayem. 

Setelah mengetahui Alvaro tak bernyawa, Alex disebut panik. Ia menitipkan jasad anak tirinya itu ke rumah adiknya di Bogor. 

"Terus dibawa, dititipin di adiknya di daerah Bogor, katanya. Dalam keadaan sudah ditemukan. Tapi itu pun juga nyuruh orang, enggak dia sendiri. Takut ketahuan apa-apa. Terus nanti adiknya sih kena, katanya. Soalnya dititipin, mayat," ucap dia.

Tak lama, jasad Alvaro kemudian dibungkus plastik dan diikat pada batang pohon di sekitar aliran kali di dekat Jembatan Cilalay, Desa Singabraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. 

"Jadi itu sudah di plastik gitu, diikat. Terus diikat lagi sama pohon," ucap dia.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya