Cerita Ayah Tiri Berlagak Ikut Sibuk Cari Alvaro, Padahal Pelaku Penculikan

Alex sempat berlagak menjadi orang yang paling sibuk membantu mencari keberadaan Alvaro usai dinyatakan hilang. Seolah mengaburkan fakta sebagai pelaku penculikan.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 24 November 2025, 13:30 WIB
Foto Alvaro Kiano Nugroho. (Foto: Istimewa).

Liputan6.com, Jakarta Polisi mengungkap kasus hilangnya Alvaro Kiano Nugroho (6). Bocah itu ternyata diculik ayah tirinya yang bernama Alex. Pelaku sudah ditangkap. Namun, dia ditemukan meninggal bunuh diri di Polres Metro Jaksel beberapa hari setelah ditangkap polisi. 

Sayem (53), nenek Alvaro menceritakan, Alex sempat berlagak menjadi orang yang paling sibuk membantu mencari keberadaan Alvaro usai dinyatakan hilang. Seolah mengaburkan fakta sebagai pelaku penculikan.

Ketika Alvaro tak pulang dari masjid pada 6 Maret 2025, keluarga masih meminta Alex untuk membantu melakukan pencarian. Sekitar pukul sembilan malam, kakek Alvaro menelepon Alex. Alex pun datang dan ikut mengantar keluarga membuat laporan ke Polsek hingga berlanjut ke Polda.

“Alex bisa kesini enggak?” Kata Sayem menirukan kakek Alvaro 

“Emang ada Pak?” Kata Alex saat itu.

“Alvaro hilang,” ucap sang kakek.

Akhirnya Alex datang ke rumah dan mengantarkan untuk melaporkan kehilangan Alvaro ke pihak kepolisian.

“Dia sampai nganterin ke Polsek, Polda," ucap Sayem. 

Setelah penculikan itu, sikap Alex masih seolah tak mengetahui apa pun soal hilangnya Alvaro. Bukan hanya itu, beberapa hari setelah penculikan, Alex bahkan menjadi orang yang paling aktif mengajak keluarga mencari ke dukun. Mulai dari Karawang sampai Bogor, Alex ikut mengantar Sayem dan suaminya.

"Jadi kayak orang tidak punya salah gitu. Terus nganterin saya ke orang pinter gitu ya. Istilahnya ke Kerawang, ke Bogor. Itu masih dianterin sama dia," ujar dia.

Alex mencoba memanipulasi keadaan dengan selalu menawarkan bantuan pencarian Alvaro.

“Dia ajak ke mana saja. Alex bisa anterin. Katanya, ya sudah Pak, saya anterin.”

Terungkapnya Pelaku Penculikan

Untuk diketahui, Polisi mengungkap pelaku pembunuhan Alvaro Kiano Nugroho (6), anak laki-laki yang hilang di Pesanggrahan, Jakarta Selatan adalah ayah tirinya.

"Pelaku adalah ayah tirinya Alvaro," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly kepada wartawan di Jakarta, Senin (24/11/2025).

Dia mengatakan polisi menangkap pelaku tersebut, kemudian menemukan kerangka yang diduga Alvaro. Setelah itu, polisi melakukan tes DNA terhadap kerangka yang diduga jasad Alvaro tersebut.

Tes DNA merupakan proses pemeriksaan laboratorium untuk menganalisis "deoxyribonucleic acid" (DNA), yaitu materi genetik yang menyimpan informasi biologis unik seseorang.

"Baru diketemukan kerangka manusia yang diduga merupakan Alvaro," ujar Nicolas.

Oleh karena itu, kata Nicolas, untuk memastikan kerangka tersebut benar Alvaro atau bukan, perlu dilakukan pengecekan DNA dan pemeriksaan laboratorium forensik. 

Di balik penangkapan itu, ada peran marbot masjid yang turut membantu proses penyelidikan hingga mengarah pada Alex, ayah tiri bocah tersebut. Hal itu diungkap oleh sang nenek Alvaro, Sayem (53). Dia mengatakan, pihak kepolisian mendalami berbagai keterangan dari keluarga setelah penangkapan Alex. Tak hanya dari lingkungan keluarga, keterangan marbot juga turut didalami.

Saat itu, polisi bahkan sempat menggelar pra rekontruksi di Masjid Jami Al-Muflihun, tempat Alvaro diculik.

"Itu Alex (pelaku) sudah dibawa ke situ. Terus si marbot, 'Sudah pak kalau gak kenal sama orangnya, suaranya saja,' katanya. Terus si Alex itu dipanggil sama polisi suruh ngomong gitu," ucap Sayem saat ditemui, Senin (24/11/2025). 

Sayem mengatakan, Alex diminta melakukan reka adegan saat pertama kali bertemu dengan marbot masjid. Marbot mengaku mengenali suara Alex yang menculik Alvaro malam itu.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya