Serangan Hacker Korea Utara Guncang Industri Kripto, 20% Perusahaan Sudah Terinfeksi

Industri kripto diguncang dugaan infiltrasi besar-besaran oleh hacker Korea Utara yang disebut sudah menyusup hingga 20% perusahaan di dunia.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 25 November 2025, 06:00 WIB
Ilustrasi peretas atau cyber hacker internet atau kripto. (Foto by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Industri kripto kembali diguncang isu keamanan serius yaitu adanya serangan hacker yang masif. Sebuah laporan terbaru mengungkap bahwa kelompok peretas Korea Utara disebut telah berhasil menyusup ke hingga 20 persen perusahaan kripto di seluruh dunia. Temuan mengejutkan ini diungkapkan Pablo Sabbatella, pendiri perusahaan audit Web3 opsek, dalam wawancara eksklusif dengan DL News.

Menurut Sabbatella, infiltrasi tersebut bukan dilakukan lewat serangan siber eksternal seperti biasanya, melainkan melalui cara yang jauh lebih rapi: melamar pekerjaan.

Ia mengungkap antara 30% hingga 40% lamaran kerja yang masuk ke perusahaan kripto ternyata berasal dari peretas Korea Utara yang menyamar sebagai pelamar biasa.

“Ini bukan aksi peretasan cepat untuk mencuri dana. Mereka ingin mendapat akses langsung dan jangka panjang ke infrastruktur perusahaan,” tegasnya dikutip dari coinmarketcap, Selasa (24/11/2025). 

Modus Infiltrasi: Berbaur Lewat Lowongan Kerja

Para hacker Korea Utara menggunakan berbagai cara guna melewati proses seleksi:

  • Membayar warga dari negara berkembang untuk meminjam identitas mereka
  • Membuat profil profesional palsu yang sangat meyakinkan
  • Mengincar banyak perusahaan sekaligus
  • Membangun akses jangka panjang, bukan pencurian instan

Begitu diterima bekerja, mereka berpotensi mengakses sistem internal, membaca data sensitif, bahkan mengontrol bagian penting infrastruktur. Bagi industri kripto yang mengandalkan kepercayaan dan keamanan, skala ancaman ini dianggap sangat mengkhawatirkan.

 

Risiko Sistemik untuk Industri Kripto

Ilustrasi peretas atau cyber hacker internet atau kripto. (Foto by AI)

Jika seorang peretas berhasil masuk sebagai karyawan, sejumlah risiko bisa muncul:

  • Akses ke private key dan dompet digital
  • Manipulasi catatan transaksi
  • Membocorkan atau mengubah smart contract
  • Spionase terhadap sistem keamanan perusahaan

Dengan dugaan 20% perusahaan sudah terinfeksi, para analis menilai ancaman ini telah mencapai level sistemik, bukan lagi insiden individual.

Cara Perusahaan Kripto Melindungi Diri

Para ahli keamanan menyarankan perusahaan untuk memperketat proses verifikasi pelamar, termasuk:

  • Pemeriksaan latar belakang lebih ketat
  • Autentikasi berlapis
  • Pemantauan aktivitas karyawan secara berkala
  • Audit keamanan rutin, termasuk ancaman internal

“Perusahaan kripto tidak bisa lagi hanya fokus pada ancaman eksternal,” kata Sabbatella. “Ancaman paling berbahaya kini justru datang dari dalam.”

 

Dampak ke Sistem Keuangan Global

Tujuan akhir dari infiltrasi ini dinilai terkait langsung dengan upaya Korea Utara menghindari sanksi internasional. Dengan menguasai akses ke infrastruktur kripto, negara tersebut dapat:

  • Memindahkan dana secara global tanpa terdeteksi
  • Mencuci uang melalui jalur legal
  • Mendanai program ilegal
  • Menjaga stabilitas ekonomi mereka di tengah embargo

Para analis menyebut infiltrasi ini sebagai ancaman keamanan global, bukan hanya isu industri kripto.

Temuan bahwa hacker Korea Utara bisa menyusup ke 20% perusahaan kripto menjadi peringatan keras bagi industri. Keamanan internal kini menjadi pertahanan utama. Tanpa verifikasi ketat dan protokol keamanan komprehensif, perusahaan kripto terancam dimanfaatkan untuk operasi kejahatan negara.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya