Inter vs Milan: Ditanya Soal Pergantian Lautaro Martinez, Respons Chivu Bikin Wartawan Terdiam

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, membela taktiknya usai kalah dari AC Milan. Ia menyarankan taktik 'nakal' untuk hentikan serangan balik dan jelaskan alasan ganti Lautaro Martinez

oleh Afdholud DzikryDiterbitkan 24 November 2025, 11:43 WIB
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu di laga melawan Union St. Gilloise, 22 Oktober 2025. (AP Photo/Omar Havana)

Liputan6.com, Jakarta Kekalahan menyakitkan Inter Milan dari AC Milan memunculkan perdebatan sengit mengenai taktik yang diterapkan Cristian Chivu. Gaya bermain menyerang total yang diusung sang pelatih dinilai meninggalkan celah menganga di lini belakang yang mudah dimanfaatkan lawan.

Gol kemenangan Milan yang dicetak Christian Pulisic lahir dari skema serangan balik cepat yang gagal diantisipasi pertahanan Nerazzurri. Padahal, Chivu mengklaim timnya sudah bermain sangat disiplin sepanjang babak pertama.

Selain masalah taktik, keputusan Chivu menarik keluar kapten tim, Lautaro Martinez, di awal babak kedua juga memancing tanda tanya besar. Banyak pihak menilai keputusan itu aneh mengingat Inter sedang dalam posisi tertinggal dan butuh gol.

Situasi ruang ganti dan konferensi pers pun sempat memanas ketika awak media mencecar alasan di balik pergantian sang bomber utama. Chivu memberikan respons yang cukup tegas dan sedikit ketus terkait keputusan teknisnya di laga Inter vs Milan tersebut.


Kecolongan Serangan Balik Fatal

Cristian Chivu, pelatih kepala Inter Milan, tampak memberi arahan saat pertandingan Serie A kontra AC Milan di Milan, Italia, Senin (24/11/2025) dini hari. (AP Photo/Antonio Calanni)

Chivu menyadari bahwa gaya main timnya yang menuntut banyak pemain naik menyerang memang memiliki risiko tinggi. Namun, ia bersikeras bahwa secara statistik timnya tidak banyak membiarkan lawan melakukan tembakan ke gawang.

Satu-satunya kesalahan fatal dalam laga tersebut adalah membiarkan Alexis Saelemaekers leluasa mengirim bola yang berujung gol Pulisic. Chivu tetap membela pendekatannya meski harus membayar mahal dengan kekalahan.

"Karakteristik pemain kami berarti kami terpaksa menyerang dengan banyak orang, yang pasti membuat kami sedikit terbuka," jelas Chivu kepada media.

"Namun, saya ingin menunjukkan bahwa kami hanya mengizinkan satu serangan balik hari ini, dan itu fatal," dalih mantan bek Inter tersebut.


Saran 'Nakal' untuk Pemain

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, memberikan instruksi saat pertandingan Liga Champions melawan Kairat Almaty di Milan, Italia, Kamis, 6 November 2025. (AP/Luca Bruno)

Menghadapi tim yang gemar melakukan serangan balik seperti Milan, dan juga calon lawan berikutnya Atletico Madrid, Chivu punya saran khusus. Ia meminta para pemainnya untuk lebih cerdik dalam memutus momentum serangan lawan sejak dini.

Pelatih asal Rumania itu bahkan secara tersirat menyarankan pemainnya untuk melakukan pelanggaran taktis jika diperlukan. Menurutnya, mengorbankan kartu kuning lebih baik daripada membiarkan lawan mengembangkan permainan berbahaya.

"Mengingat risiko yang kami ambil dengan pendekatan menyerang ini, kami tidak terlalu membiarkan banyak tembakan ke gawang," analisis Chivu.

Lanjut Baca:

"Saya pikir kami perlu mencium bahaya lebih awal, mungkin memberikan beberapa kartu kuning lagi untuk menghentikan situasi ini sebelum berkembang," tambahnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya