Ini Kabar Terbaru Perkembangan Pabrik BYD Indonesia di Subang

Meski progres konstruksi diklaim tidak mengalami hambatan berarti, Luther menyebut pihaknya belum dapat memastikan tanggal pasti pabrik tersebut mulai beroperasi

oleh Septian PamungkasDiterbitkan 24 November 2025, 09:15 WIB
BYD Mulai Produksi Massal Mobil Listriknya di Pabrik Uzbekistan (Carnewschina)

Liputan6.com, Jakarta - BYD Indonesia kembali memberikan kabar terbaru mengenai perkembangan pembangunan fasilitas perakitan mereka yang berlokasi di Kawasan Industri Subang Smartpolitan, Subang, Jawa Barat. Proyek strategis ini disebut berjalan sesuai rencana dan ditargetkan rampung pada akhir tahun ini.

“Seperti komitmen kami kepada pemerintah, pabrik harus selesai di tahun ini dan beroperasi di tahun depan,” ujar Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, di kawasan PIK I, Jakarta Utara, akhir pekan lalu.

Meski progres konstruksi diklaim tidak mengalami hambatan berarti, Luther menyebut pihaknya belum dapat memastikan tanggal pasti pabrik tersebut mulai beroperasi. Menurutnya, masih ada sejumlah proses dan tahapan yang harus diselesaikan sebelum fasilitas ini resmi memulai produksi.

“Kami juga ingin sesegera mungkin untuk mengutilisasi, tapi kan harus melalui banyak tahapan. Sejauh ini masih on track, kami optimistis Kuartal I sudah bisa beroperasi,” jelasnya.

Saat ditanya mengenai model kendaraan pertama yang bakal dirakit secara lokal, BYD belum memberi jawaban pasti. Penentuan model perdana disebut masih dalam tahap kalkulasi dan penyusunan strategi internal.

“Itu juga masih kalkulasi dan susun strategi, yang pasti produk volumemaker,” kata Luther.

Melihat kondisi pasar saat ini, bukan tidak mungkin model yang akan lebih dulu dirakit adalah BYD Atto 1 atau BYD M6, mengingat keduanya merupakan kontributor terbesar penjualan BYD di Indonesia.

 

Kapasitas Produksi Mencapai 150 Ribu Unit

Sekadar informasi, pabrik BYD di Subang dipilih karena lokasinya yang strategis, berdekatan dengan Pelabuhan Patimban dan berada dalam koridor industri otomotif yang terhubung dengan Karawang serta Cikarang.

Dengan luas mencapai 100 hektar, fasilitas ini akan difungsikan sebagai pusat produksi kendaraan listrik (EV) untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus ekspor ke Asia Tenggara.

Menggambarkan keseriusannya di pasar Indonesia, BYD menggelontorkan investasi sekitar Rp 11,7 triliun untuk proyek pabrik ini. Pada tahap awal, kapasitas produksi ditargetkan mencapai 150.000 unit per tahun.

Dengan progres yang terus berjalan dan target operasi pada kuartal pertama tahun depan, pabrik ini menjadi salah satu langkah penting BYD dalam memperkuat posisinya di industri kendaraan listrik Tanah Air.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya