Liputan6.com, Jakarta - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menawarkan obligasi dan sukuk ijarah berkelanjutan dengan total Rp 2,2 triliun. Untuk obligasi yang ditawarkan sebesar Rp 1,6 triliun, berapa bunga obligasi yang ditawarkan emiten TBIG?
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (22/11/2025), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk menawarkan obligasi berkelanjutan VII tahap II senilai Rp 1,6 triliun. Obligasi tersebut diterbitkan dalam dua seri yakni:
Advertisement
- Seri A: obligasi seri A senilai Rp 347,98 miliar dengan bunga tetap sebesar 5,5% per tahun berjangka waktu tiga tahun sejak tanggal emisi.
- Seri B: obligasi seri B senilai Rp 1,25 triliun dengan bunga tetap sebesar 5,85% per tahun berjangka waktu lima tahun sejak tanggal emisi.
Bunga obligasi dibayarkan setiap triwulan, di mana bunga obligasi pertama akan dibayarkan pada 4 Maret 2026, sedangkan bunga obligasi terakhir sekaligus dengan pelunasan obligasi akan dibayarkan pada 4 Desember 2028 untuk obligasi seri A dan 4 Desember 2030 untuk obligasi seri B.
Selain itu, perseroan juga menawarkan sukuk ijarah berkelanjutan I tahap II tahun 2025 dengan sisa imbalan ijarah sebesar Rp 600 miliar. Sukuk tersebut ditawarkan dalam dua seri antara lain:
- Seri A: jumlah sisa imbalan ijarah seri A sebesar Rp 200 miliar dengan cicilan imbalan ijarah sebesar Rp 11 miliar per tahun yang dihitung dari jumlah sisa imbalan seri A atau sebesar Rp 55 juta per Rp 1 miliar yang berjangka waktu tiga tahun.
- Seri B: jumlah sisa imbalan ijarah seri B sebesar Rp 400 miliar dengan cicilan imbalan ijarah sebesar Rp 23,40 miliar per tahun yang dihitung dari jumlah sisa imbalan ijarah seri B atau sebesar Rp 58,50 juta per Rp 1 miliar per tahun yang berjangka waktu lima tahun.
Cicilan Imbalan Ijarah dibayarkan setiap triwulan, di mana Cicil an Imbalan Ijarah pertama akan dibayarkan pada 4 Maret 2026, sedangkan Cicilan Imbalan Ijarah terakhir sekaligus Tan ggal Pelunasan Sisa Imbalan Ijarah akan dibayarkan pada 4 Desember 2028 untuk Sukuk Ijarah Seri A dan 4 Desember 2030 untuk Sukuk Ijarah Seri B.
Penggunaan Dana Penawaran Obligasi dan Sukuk
Adapun perseroan telah memperoleh hasil pemeringkatan dari PT Fitch Ratings Indonesia dalam rangka penerbitan obligasi berkelanjutan VII dan sukuk ijarah berkelanjutan I dengan peringkat AA+.
Perseroan akan memakai dana hasil penawaran obligasi sebesar Rp 1,24 triliun untuk mendanai kewajiban perseroan untuk melunasi obligasi berkelanjutan VI tahap IV seri A pada tanggal jatuh tempo pada 13 Desember 2025.
“Sisanya akan dipakai oleh perseroan untuk membayar sebagian pokok pinjaman kepada BNI,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.
Adapun pinjaman yang akan dibayar sebesar Rp 348,54 miliar dan jatuh tempo pada 10 Desember 2025. Sisa pinjaman setelah pembayaran sebesar Rp 846,01 miliar.
Selain itu, perseroan akan memakai dana hasil penawaran sukuk ijarah untuk membayar utang kepada BNI sebesar Rp 596,72 miliar yang jatuh tempo pada 10 Desember 2025. Sisa pinjaman terutang setelah pembayaran sebesar Rp 597,84 miliar.
Jadwal Penawaran Obligasi dan Sukuk TBIG:
- Tanggal efektif pada 26 Juni 2025
- Masa penawaran umum obligasi dan sukuk ijarah pada 28 November dan 1 Desember 2025
- Tanggal penjatahan pada 2 Desember 2025
- Tanggal pengembalian uang pemesanan pada 4 Desember 2025
- Tanggal distribusi obligasi dan sukuk ijarah secara elektronik pada 4 Desember 2025
- Tanggal pencatatan obligasi dan sukuk ijarah pada 5 Desember 2025