Liputan6.com, Dhaka - Gempa bermagnitudo rendah melanda Bangladesh pada Sabtu (22/11/2025), menurut layanan meteorologi nasional, sehari setelah gempa kuat mengguncang wilayah luar ibu kota Dhaka dan menewaskan sedikitnya 10 orang.
Memperbarui data sebelumnya terkait gempa magnitudo 5,5 pada Jumat (21/11), pejabat manajemen bencana Ishtiaqe Ahmed mengatakan kepada AFP bahwa jumlah korban jiwa telah mencapai 10, sementara beberapa ratus orang terluka.
Advertisement
Gempa pertama dirasakan di Dhaka dan distrik-distrik sekitar, menyebabkan kerusakan yang luas.
Omar Faruq dari Departemen Meteorologi Bangladesh mengatakan bahwa gempa pada Sabtu terjadi pada pukul 10.36 waktu setempat.
"Pusat gempa bermagnitudo 3,3 itu berada di Ashulia, tepat di utara ibu kota," ujarnya kepada AFP.
Gempa susulan seperti ini umum terjadi setelah gempa besar, tetapi bagi sebagian warga Bangladesh, hal tersebut menambah rasa takut akan bencana yang lebih besar.
"Saya belum merasa aman karena ada gempa lagi pagi ini di Ashulia. Mungkin giliran kami berikutnya," kata Shahnaj Parvin.
Perempuan berusia 44 tahun yang tinggal dekat pusat gempa pada Jumat itu mengatakan kepada AFP bahwa ia belum pernah merasakan gempa seperti itu sebelumnya.
Ia mengatakan, retakan telah muncul di puluhan rumah di daerah tempat tinggalnya.
"Saya sedang menjemur pakaian anak-anak ketika gempa itu terjadi," tambah Parvin. "Saya berpegangan pada sebuah pohon mahoni dan ketika kembali ke rumah, saya mendapati peralatan gelas pecah."
Pemerintah telah mengaktifkan pusat operasi darurat Bangladesh untuk menilai tingkat kerusakan dan mengoordinasikan upaya bantuan serta penyelamatan.
Rubayet Kabir dari Pusat Pengamatan dan Penelitian Gempa Departemen Meteorologi mengatakan bahwa kondisi geografis Bangladesh membuat negara berpenduduk 170 juta itu rentan terhadap gempa.
"Itulah sebabnya kami cukup sering merasakan gempa, meski biasanya tidak sekuat yang terjadi pada hari Jumat," ungkap Kabir kepada AFP. "Gempa-gempa kecil merupakan hal yang wajar terjadi setelah gempa besar."
"Tidak ada gempa besar dalam 100 tahun terakhir atau lebih, tetapi Bangladesh telah berada dalam kondisi rentan cukup lama."