Kemensos Bantu Rehabilitasi Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta, Berikan Pendampingan

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut, Kemensos RI menyiapkan bantuan pendampingan bagi anak berhadapan hukum berinisial F, pelaku ledakan SMAN 72 Jakarta.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 22 November 2025, 18:30 WIB
Mensos Gus Ipul dalam dialog bersama pilar-pilar sosial se-Karesidenan Madiun di Pendopo Ronggo Djoemono, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Jumat (21/02/2025).

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) menyiapkan bantuan pendampingan bagi anak berhadapan hukum berinisial F, pelaku peledakan di Masjid SMA Negeri atau SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul mengatakan, bentuk pendampingan ini diberikan melalui layanan rehabilitasi sosial dan trauma healing agar proses pemulihan berjalan optimal.

"Salah satu peran Kemensos nanti mungkin pada masa-masa rehabilitasi. Jadi, masa-masa rehabilitasi kita akan coba memberikan pendampingan yang bekerjasama dengan Kepolisian," ujar Mensos Gus Ipul di Tangerang, Banten, melansir Antara, Sabtu (22/11/2025).

Ia menyebut, proses rehabilitasi terhadap anak berhadapan hukum ini dilakukan melalui kerjasama dengan lembaga terkait yang terbiasa melakukan deradikalisasi, serta layanan psikososial yang akan diberikan kepada terduga anak berhadapan hukum tersebut.

"Tapi, tugas Kementerian Sosial, kita membantu untuk melakukan semacam proses rehabilitasi," terang Gus Ipul.

Dia menambahkan, terkait pembentukan satuan petugas (Satgas) khusus agar hal tersebut tidak terulang lagi ke depannya, pihaknya menunggu arahan dari Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Gus Ipul, saat ini pihak Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) serta kementerian lain telah diberi tugas Presiden untuk menangani pencegahan itu terulang kembali.

"Pada dasarnya kita tahu Presiden memiliki atensi yang sungguh-sungguh terhadap kejadian kemarin itu, dan telah menugaskan sejumlah menteri untuk melakukan langkah-langkah bagaimana ke depan untuk bisa mencegah, memitigasi berbagai hal yang kita tahu bisa berdampak buruk terhadap siswa," pungkas Gus Ipul.

 

Fakta Baru Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta: Pernah Ekskul KIR, Ikut Lomba Astronomi dan Kebumian

Situasi Pasca Ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading Jakarta. (Liputan6.com/Nanda Perdana Putra)

Sebelumnya, polisi mendapati fakta bahwa anak berhadapan dengan hukum (ABH) yang terlibat kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, menyamarkan belanja online bahan peledak dengan dalih untuk keperluan ekstrakurikuler.

Terkait hal tersebut, pihak sekolah membenarkan pelaku sempat aktif dalam kegiatan ekskul Karya Ilmiah Remaja (KIR).

"Ekskulnya itu terakhir kelas 11 KIR, kelas 12 sudah nggak aktif," tutur Kepala Sekolah SMAN 72 Jakarta Tetty Helena Tampubolon saat dikonfirmasi wartawan, Jumat 21 November 2025.

Tidak hanya itu, pelaku juga pernah mengikuti lomba di bidang geosains atau ilmu kebumian. Diketahui, bidang tersebut mencakup berbagai disiplin ilmu, seperti geologi, meteorologi, oseanografi, dan astronomi.

"Tadi saya telepon pembinanya waktu kelas 11 itu bilang mereka itu kegiatannya pelatihan mereka ikut lomba astronomi, kebumian," ucap dia.

Sebelumnya, polisi mengungkap bahan peledak yang dimiliki anak berhadapan dengan hukum (ABH) dalam kasus ledakan SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, dibeli secara daring.

"Kalau barang-barang paket yang diterima itu, itu kan untuk ekstrakurikuler sekolah. Jadi tidak ada kecurigaan dari keluarga juga," tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Jumat 21 November 2025.

"Iya seperti itu (beli online dikirim paket). Karena kan orang tuanya yang menerima," sambungnya.

 

Pelaku Pendiam

Kondisi Masjid di dalam SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara pasca adanya ledakan. (Liputan6.com/Nanda Perdana Putra)

Menurut Budi, anak berhadapan dengan hukum itu juga beralasan laptopnya rusak, sehingga orang tua tidak banyak menaruh curiga dengan aktivitasnya di internet.

"Ya itu tentang sifat gelagat ABH sehari-hari. Terus ditanyakan, secara umum nggak ada perubahan. Terus termasuk dia menggunakan web, kan kalau menurut si ABH ke orang tuanya bahwa laptopnya itu rusak," ucap dia.

Budi mengatakan, keluarga mengakui bahwa sifat dan karakter dari anak berhadapan dengan hukum yang terlibat kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta ini memang tergolong pendiam. Sama halnya dalam bersosialisasi di lingkungan sekolah.

"Ya itu kaget, nggak menyangka kan (keluarganya)," Budi menandaskan.

Mabes Polri mengungkapkan terduga pelaku ledakan SMAN 72 Jakarta mengalami perundungan atau bullying. Masalah ini membuat pelaku mudah terjerumus konten negatif di sosial media.

Infografis Nestapa Si Anak Penyendiri di Balik Ledakan SMAN 72 Jakarta. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya