AS Peringatkan Potensi Bahaya Saat Terbang di Atas Venezuela

FAA mengatakan akan terus memantau situasi risiko bagi penerbangan sipil AS yang beroperasi di kawasan tersebut.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 22 November 2025, 17:02 WIB
Presiden Venezuela Nicolas Maduro (AP/Ariana Cubillas)

Liputan6.com, Washington, DC - Badan pemerintah Amerika Serikat (AS) yang mengatur penerbangan sipil (FAA) pada hari Jumat (21/11/2025) memperingatkan semua pilot untuk berhati-hati saat terbang di wilayah udara Venezuela karena situasi keamanan yang memburuk dan meningkatnya aktivitas militer di sekitar negara tersebut.

Pesan itu menyatakan bahwa ancaman yang tidak dirinci dapat menimbulkan potensi risiko bagi pesawat di semua ketinggian, termasuk pesawat yang lepas landas dan mendarat di negara itu, bahkan pesawat yang berada di darat.

Peringatan muncul ketika pemerintahan Donald Trump meningkatkan tekanan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Militer AS telah menerbangkan pesawat-pesawat pengebom hingga mendekati pesisir Venezuela—kadang sebagai bagian dari latihan yang menyimulasikan serangan—dan juga telah mengerahkan kapal induk USS Gerald R. Ford ke kawasan tersebut.

Kapal induk Ford dan beberapa kapal perusak itu menjadi tambahan terbaru bagi pengerahan kekuatan militer AS di Laut Karibia, yang merupakan yang terbesar di dekat Venezuela dalam beberapa dekade. Pemerintahan Trump tidak menganggap Maduro—yang menghadapi dakwaan narkoterorisme di AS—sebagai pemimpin sah negara Amerika Selatan itu.

Pemerintahan Trump juga telah melakukan serangkaian serangan terhadap perahu-perahu kecil di Laut Karibia dan Samudra Pasifik bagian timur yang dituduhnya mengangkut narkoba ke AS, menewaskan lebih dari 80 orang sejak serangan dimulai pada awal September.

Mary Schiavo, mantan inspektur jenderal Kementerian Transportasi AS, mengatakan FAA mengeluarkan pemberitahuan semacam ini kapan pun ada konflik militer, namun ia berharap para pilot akan memperhatikannya.

"Saya tidak akan menganggap ini sebagai tanda bahwa suatu serangan sedang atau akan segera terjadi karena saya sudah sering melihat pemberitahuan seperti ini sebelumnya. Tetapi sebagai seorang pilot, saya tentu akan memperhatikannya," kata Schiavo seperti dilansir Associated Press.

Schiavo mengatakan AS mungkin sedang mengantisipasi tindakan militer oleh Venezuela atau mungkin sedang merencanakan aksi tambahan terhadap kapal-kapal pengedar narkoba. Ia mengatakan sulit menafsirkan pemberitahuan ini dan mengetahui apa yang melatarbelakanginya.

Ketika ditanya tentang peringatan baru tersebut, Pentagon mengarahkan pertanyaan kepada FAA, yang hanya mengonfirmasi bahwa peringatan itu memang dikeluarkan dan akan berlaku selama 90 hari.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya