Suso Kenang Momen Derby della Madonnina dan Keputusannya Menolak Inter Milan

Suso mengenang momen spesialnya di derby Milan dan menjelaskan alasan menolak Inter. Ia menekankan loyalitas kepada AC Milan dan pentingnya adrenalin di laga besar.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 21 November 2025, 16:57 WIB
Suso jarang diberikan kesempatan bermain dan dilepaskan hanya bermahae 1,3 juta euro saja. Sempat dipinjamkan ke Genoa kini Suso menjadi pemain kunci AC Milan dua tahun belakangan. (AFP/Marco Bertolacci)

Liputan6.com, Jakarta Suso tetap menjadi salah satu nama yang diingat penggemar AC Milan berkat aksinya di derby. Pemain sayap ini mengungkapkan bagaimana pengalaman itu membentuk karier dan kecintaannya pada Rossoneri.

Dalam wawancara terbaru dengan La Gazzetta dello Sport, Suso mengenang momen ketika ia mencetak dua gol dalam derby musim 2016. Gol-gol itu memastikan pertandingan berakhir imbang 2-2, namun tetap membuat namanya melekat di hati suporter Milan.

Meski kini bermain di Cadiz, Suso tetap mengikuti perkembangan Milan. Ia menilai pertandingan derby tetap menjadi momen spesial dan kunci bagi posisi tim dalam perebutan Scudetto.

Suso juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah menjadi target Inter Milan. Namun ia menolak kesempatan itu demi loyalitas kepada AC Milan dan pengalaman yang telah ia dapatkan di klub tersebut.


Kenangan Derby yang Tak Terlupakan

Didatangkan dari Cadiz U-19 pada awal musim 2010/2011, Suso tercatat hanya semusim memperkuat tim utama Liverpool pada 2012/2013. Ia hanya tampil dalam 14 laga tanpa mencetak satu gol pun. Sempat dipinjamkan ke Almeria pada 2013/2014, ia akhirnya dilepas permanen ke AC Milan pada tengah musim 2014/2015. Bersama AC Milan ia tampil reguler sejak musim ketiga pada 2016/2017 dan akhirnya hingga 2019/2020 saat ia meninggalkan AC Milan ia total tampil dalam 126 laga di Serie A dengan torehan 21 gol. (AFP/Miguel Medina)

Suso mengenang derby Milan vs Inter yang digelar sembilan tahun lalu sebagai momen paling berkesan dalam kariernya. Pertandingan itu menjadi debutnya sebagai starter di derby dan meninggalkan kesan tak terlupakan.

“Ya, Milan adalah tim di mana saya paling bahagia. Itu adalah derby pertama saya sebagai starter dan atmosfernya luar biasa. Lalu saya membuat janji… Jika saya mencetak dua gol, saya akan pulang berjalan kaki,” kata Suso.

Namun, janji itu akhirnya tidak terlaksana karena hasil pertandingan berakhir imbang. Inter berhasil menyamakan skor melalui Antonio Candreva dan Ivan Perisic sehingga rencana pulang berjalan kaki batal.

“Tidak, Inter menyamakan skor di injury time. Saya hanya akan melakukannya jika kami menang,” tambah Suso.


Menolak Tawaran Inter Milan

Para pemain Inter Milan merayakan gol yang dicetak Lautaro Martinez dalam laga Serie A melawan Cremonese di San Siro, Milan, Italia, Sabtu, 4 Oktober 2025. (AP Photo/Luca Bruno)

Suso mengakui bahwa Inter sempat ingin merekrutnya dengan membayar klausul pelepasan. Tawaran itu datang melalui telepon dari Luciano Spalletti, namun Suso menolak demi loyalitas kepada Milan.

Ia menegaskan keputusan itu lahir dari pengalaman dan kecintaannya terhadap klub. Pilihan tersebut dianggapnya sebagai tindakan yang benar mengingat perjalanan yang telah ia jalani di Milan.

“Saya ingat jelas. Saya bisa bebas dengan membayar klausul, dan Inter ingin melakukannya. Spalletti menelepon dan saya berbicara dengannya melalui ponsel,” ujar Suso.

Lanjut Baca:

“Fakta bahwa Inter menginginkan saya adalah kebanggaan tersendiri, tetapi saya pemain Milan. Saya mengatakan tidak: itu tidak akan benar, mengingat apa yang telah saya alami di Milan,” tambahnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya