Liputan6.com, Jakarta Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (Leprid) menetapkan Baim Wong sebagai penerima Rekor No. 1017 kategori “Aktor, Sutradara, dan Produser yang Konsisten Memperjuangkan Kualitas dan Daya Saing Perfilman Indonesia di Kancah Nasional dan Dunia.”
Leprid adalah lembaga independen pencatat berbagai prestasi dan rekor insan Indonesia yang diprakarsai Paulus Pangka, S.H. Lembaga ini diakui secara hukum oleh Kementerian Hukum dan HAM RI. Atas pencapaian ini, Baim Wong tak henti bersyukur.
Advertisement
Momen menerima penghargaan dimanfaatkan produser sekaligus sutradara film Lembayung dan Sukma untuk menggarisbawahi komitmen dalam berkarya. Baim Wong menyebut tiap proyek yang digarapnya harus mencapai kualitas maksimal tanpa kompromi.
“Dari sumber terpercaya, awalnya saya pikir penghargaan ini hanya bercandaan atau mungkin ada kesalahan. Ternyata memang benar peghargaan ini untuk saya. Memang benar setiap kali saya bekerja, saya selalu fokus. Saya ingin semuanya sempurna,” katanya.
Tak Pernah Asal-Asalan
Lewat pernyataan tertulis yang diterima Showbiz Liputan6.com, Kamis (20/11/2025), Baim Wong menyebut film bukan sekadar hiburan, tapi karya seni yang melalui proses panjang dan detail. Ia menolak hasil yang setengah-setengah.
“Setiap pekerjaan yang saya lakukan, tidak pernah asal-asalan. Harus bagus. Dari sutradara, penata artistik, produser, sampai aktor—semuanya detail. Penyutradaraan dan penulisan bekerja luar biasa kerasnya,” ujar Baim Wong.
Baim Wong dari A Sampai Z
Sebagai kreator, bintang film Bebas dan Dilema terjun langsung dari proses praproduksi, syuting hingga pascaproduksi. Baim Wong ingin menjadi seniman yang bertanggng jawab dalam setiap karyanya. Kini, hasil tak mengkhianati usaha.
Selain mencetak box office, Lembayung dan Sukma panen penghargaan. “Semua karya saya, ketika membuat film, dimulai dari tahap dasar hingga selesai, A sampai Z. Itu cara saya membuat film bagus, tidak mau meyalahkan orang lain,” ujarnya.
Pertimbangan Leprid Beri Piala Untuk Baim
Penghargaan bukan tujuan akhir, melainkan penyemangat bagi Baim Wong untuk melompat lebih tinggi. Dukungan penonton Indonesia adalah dorongan terbesar untuk terus berkarya dan berkembang di masa mendatang.
“Syukurlah, film-film saya diapresiasi penonton Indonesia. Ini sangat berarti dan memotivasi saya untuk menciptakan karya baru yang lebih baik. Harapannya, karya-karya itu bisa dinikmati banyak orang dan bermanfaat,” pungkas Baim Wong.
Sebagai informasi tambahan, Leprid memberi penghargaan untuk Baim Wong disertai alasan kuat. Beberapa pencapaian yang menguatkan penilaian pihak Leprid terhadap Baim Wong adalah sebagai berikut:
Sukma meraih 7 nominasi di Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) 2025, termasuk Film Terbaik, Sutradara Terbaik, dan Penulis Terbaik.
Film Lembayung (2024) sukses besar dan semakin mengukuhkan reputasinya sebagai kreator film berbakat.
Konsistensi Baim dalam menyutradarai serta memproduksi film yang mampu bersaing di level nasional dan internasional.
Kolaborasi dengan aktor papan atas seperti Christine Hakim, Luna Maya, Fedi Nuril, dan Asri Welas dalam Sukma.
Ambisinya mengeksplorasi genre baru—dari horor-drama hingga drama mendalam—demi meningkatkan kualitas perfilman Indonesia.
Beragam penghargaan yang ia terima sepanjang kariernya sebagai aktor, sutradara, dan produser.