Kolaborasi Bareksa, Quantit, dan STAR AM Hadirkan Reksa Dana USD Berbasis AI

Bareksa dan STAR AM merilis reksa dana pendapatan tetap USD berbasis AI dengan tambahan eksposur saham AS.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 19 November 2025, 23:05 WIB
Bareksa, Quantit, dan STAR AM Luncurkan Reksa Dana USD Berbasis AI Pertama di Indonesia Kolaborasi strategis ini menghadirkan STAR Fixed Income Neo AI Dollar. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam pengelolaan reksa dana mulai berkembang di Indonesia. Kini, pendekatan tersebut digabungkan dengan tren penguatan saham-saham AS dalam sebuah struktur reksa dana pendapatan tetap berdenominasi dolar AS, menghadirkan model produk yang belum pernah dirilis sebelumnya.

Bareksa berkolaborasi dengan Quantit, perusahaan fintech asal Korea Selatan yang berfokus pada teknologi AI di sektor wealth untuk mengembangkan produk yang disebut dapat memberikan analisis lebih cepat dan terstruktur bagi pengelolaan investasi. STAR Asset Management (STAR AM) turut terlibat dalam kerja sama ini.

Melalui kolaborasi tersebut, ketiganya menyiapkan Reksa Dana STAR Fixed Income Neo AI Dollar, yaitu produk pendapatan tetap USD yang memiliki tambahan porsi eksposur saham AS hingga maksimal 15%.

STAR AM memiliki rekam jejak dalam produk pendapatan tetap, sementara tambahan eksposur saham dimaksudkan untuk menangkap peluang pasar, di tengah penguatan indeks S&P 500 yang mencatat kenaikan sekitar 11% sepanjang tahun hingga 18 November 2025, terutama didorong saham teknologi berbasis AI.

Pendekatan multi-strategi ini dianggap membutuhkan proses analisis yang kompleks. Teknologi AI yang dikembangkan Bareksa dan Quantit disebut berperan untuk mendukung proses analisis dan pengambilan keputusan manajer investasi. Berdasarkan hasil backtesting selama 10 tahun, produk ini menunjukkan kisaran imbal hasil rata-rata 5,7%–8,5% per tahun. Namun, hasil backtesting bukan jaminan kinerja aktual.

Sebagai perbandingan, rata-rata imbal hasil reksa dana pendapatan tetap USD di Indonesia dalam setahun terakhir berada di level 4,48% per 18 November 2025, sementara deposito USD tenor satu tahun tercatat di kisaran 2%.

 

Produk Investasi Inovatif

Bareksa, Quantit, dan STAR AM Luncurkan Reksa Dana USD Berbasis AI Pertama di Indonesia Kolaborasi strategis ini menghadirkan STAR Fixed Income Neo AI Dollar. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

CEO & Co-founder Bareksa, Karaniya Dharmasaputra, menyatakan bahwa inovasi tersebut selaras dengan arah pengembangan perusahaan.

“Kami berkomitmen menyediakan produk investasi inovatif yang membantu nasabah mencapai target finansialnya,” ujarnya dalam acara 9th Fund Night 2025: Investment Intelligence, Unlocking AI-Powered Fund, Rabu (19/11/2025).

Han DuckHee, CEO Quantit, menambahkan bahwa teknologi AI dapat meningkatkan efisiensi dan disiplin dalam pengelolaan portofolio. Kemudian Direktur STAR AM, Erwin Faizal, menilai kolaborasi ini sebagai bagian dari perubahan lanskap pengelolaan dana di Indonesia.

“Kami memasuki era baru dalam pengelolaan investasi, di mana stabilitas aset pendapatan tetap dalam denominasi USD dipadukan dengan peluang pertumbuhan saham AS, dan diperkuat dengan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), dengan harapan untuk dapat menavigasi pasar domestik dan global yang dinamis dengan lebih cepat, lebih presisi, tanpa meninggalkan kendali manusia,” ujar Erwin

 

Memasuki Tahap Finalisasi

Bareksa, Quantit, dan STAR AM Luncurkan Reksa Dana USD Berbasis AI Pertama di Indonesia Kolaborasi strategis ini menghadirkan STAR Fixed Income Neo AI Dollar. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Produk tersebut kini memasuki tahap finalisasi dan ditargetkan meluncur pada awal Desember 2025. Minat investor ritel pada pasar global juga menjadi salah satu pertimbangan lahirnya STAR Fixed Income Neo AI Dollar, yang diarahkan bagi investor yang ingin memiliki eksposur saham AS namun tetap mengutamakan stabilitas kinerja.

Karaniya kembali menegaskan bahwa meskipun AI digunakan dalam analisis, keputusan investasi tetap berada pada manajer investasi, yaitu STAR AM. “Ke depan, Bareksa akan terus memperluas ekosistem AI-driven investing, baik dalam dolar maupun rupiah, demi menghadirkan investasi cerdas bagi seluruh investor Indonesia,” tutupnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya