Laporan dari Australia : Peringkat Perdagangan Turun, Austrade Tegaskan Indonesia Tetap Pasar Kunci

Meski peringkat Indonesia sebagai mitra dagang Australia turun ke posisi 10-11, Austrade menegaskan RI tetap menjadi pasar kunci.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 19 November 2025, 16:30 WIB
Chief Executive Officer (CEO) The Australian Trade and Investment Commission (Austrade) Paul Grimes di International Towers, Barangaroo, Sydney, Australia, Rabu (19/11/2025). (Liputan6.com/Tira)

Liputan6.com, Jakarta - Chief Executive Officer (CEO) The Australian Trade and Investment Commission (Austrade) Paul Grimes mengatakan, meski posisi Indonesia sebagai mitra perdagangan Australia disebut mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Australia menegaskan bahwa Indonesia tetap menjadi pasar kunci dalam strategi ekonomi dan investasi kawasan.

Paul Grimes, menyebutkan bahwa hubungan dagang kedua negara masih berada di kisaran peringkat 10 hingga 11, tergantung kategori yang digunakan. Namun, penurunan posisi itu tidak serta-merta mengurangi pentingnya Indonesia dalam peta perdagangan Australia.

"(Posisi Indonesia sebagai mitra perdagangan Australia) berada di sekitar urutan 10 hingga 11 untuk total perdagangan. Sekitar itu. Saya sebut bahwa peringkatnya menurun, atau kita turun sedikit dalam urutan tersebut," kata Paul Grimes di kantornya International Towers, Barangaroo, Sydney, Australia, Rabu (19/11/2025).

Ia menegaskan bahwa hubungan ekonomi kedua negara memiliki fondasi kuat, sekaligus peluang besar untuk terus diperluas. Menurutnya, angka-angka makro justru menunjukkan bahwa potensi perdagangan dan investasi ke Indonesia masih jauh dari titik optimal.

"Jadi, pendekatan kami adalah melihat dari tingkat makro, di mana arus perdagangan besar terjadi, tetapi lalu bekerja langsung dengan para pelaku usaha kami, sampai tingkat tertentu dipengaruhi oleh para pelaku usaha itu sendiri," ujarnya.

Oleh karena itu, Australia merasa perlu meningkatkan intensitas kerja sama, sekaligus mendorong pelaku usaha agar lebih agresif memanfaatkan peluang di Indonesia.

Indonesia Tetap Prioritas

Kepala Perdagangan The Australian Trade and Investment Commission (Austrade), Jason Verspuy di International Towers, Barangaroo, Sydney, Australia, Rabu (19/11/2025). (Liputan6.com/Tira)

Meski rangking perdagangan Indonesia menurun, kata Paul Grimes, Australia tetap menetapkan Indonesia sebagai prioritas utama di Asia Tenggara. Hal ini ditopang oleh analisis makro yang menunjukkan tingginya potensi kerja sama, terutama di sektor-sektor yang belum sepenuhnya tergarap.

Paul Grimes menegaskan bahwa Asia Tenggara dan Indonesia secara khususmendapat alokasi sumber daya yang semakin besar dari pemerintah Australia.

"Namun yang jelas, Asia Tenggara dan Indonesia adalah prioritas utama. Sebagian didorong oleh analisis makro tersebut, melihat angka-angka besar, melihat bahwa investasi perlu ditingkatkan," ujarnya.

Komitmen Perkuat Kerja sama di masa mendatang

Menurutnya, dengan dinamika perdagangan yang berubah, Austrade menilai kolaborasi ekonomi Australia–Indonesia masih dapat ditingkatkan.

Penurunan peringkat perdagangan dianggap sebagai sinyal bahwa kedua negara perlu memperdalam integrasi ekonomi.

"Dan jelas, Indonesia adalah pasar yang penting bagi Australia, dan sebaliknya. Tetapi saya pikir kami terus kembali ke titik awal kami perlu melakukan lebih banyak," pungkas Paul Grimes.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya